Review Imperfect : Karier Cinta & Timbangan

Akhirnya jadi juga saya nonton film Imperfect, setelah sebelumnya sudah tergoda dengan teaser dan ulasan di beragam media. Juga karena saya follower Ernest Prakarsa, Ms Kiky, Fiersa Besari di twitter, ada bocoran dari cuitan mereka jauuh sebelum film ini tayang di bioskop.

Walau saya biasanya tipe yang malas untuk nonton Film Indonesia di bioskop (hissh jangan ditiru ya). Cuma untuk film-film Ernest Prakarsa, saya percaya cukup menghibur dengan percakapan jayus nan kocak pemainnya tetapi juga selalu dapet lesson learned yang disisipkan dibalik kelucuan-kelucuannya. Kita gak cuma ketawa-ketawa di bioskop tapi kayak dapet pencerahan tentang sesuatu.

Untungnya bioskop cuma sepelemparan batu dari rumah, jadilah gak pake mager, saya bisa cuss kesana dengan anak gadis saya buat nonton. Sampe sana di jam tanggung pula, jam 10. Film diputar di jam 9 dan 11. Ya udah mamak dan anak gadis muter-muter belanja dan nyemil dulu sebelum akhirnya pintu theater dua telah dibuka.

Film Imperfect sendiri diambil dari novel Meira Anastasia, istrinya Ernest dengan judul yang sama. Berkisah tentang Rara (Jessica Mila), seorang gadis yang sejak kecil selalu mengalami perundungan karena badannya yang gemuk, kulit hitam dan rambut keriting. 180 derajat dari adiknya Lulu (Yasmin Napper, dan aku gak tau ini siapa.. haha kuper ya) yang cantik, putih, rambut lurus dan langsing.

Ketidaknyaman tentang tubuh Rara sudah dimulai dari rumah, karena ibunya yang mantan model cantik (diperankan Karina Suwandi) selalu menekankan standar wanita cantik yang harus langsing dan selalu mengingatkan Rara untuk tidak makan banyak. Sehingga secara tak sadar dia sering mengatakan hal-hal yang menyakiti hati Rara.

Ayah Rara prototype ayah baik hati nan bijaksana, yang selalu menenangkan dan menyenangkan hati anaknya. Sayangnya meninggal saat Rara masih kecil.

Adik Rara, Lulu, digambarkan sebagai anak cantik yang baik hati dan sayang sekali dengan kakaknya, begitu juga sebaliknya. Sisterhood goals banget. Dan ini digambarkan sekilas karena Rara selaku kakak, melindungi dan menjaga adiknya dari omelan mamanya waktu kecil.

Di kantorpun, Rara mendapat ketidakadilan dan body shaming karena fisiknya. Tetapi dia punya sahabat (Shareefa Danish) di kantor yang tampilannya tomboy, sehingga mereka berdua tidak diajak dalam circle pertemanan gadis-gadis kantor yang jelita.

Dibalik semua perundungan itu, untungnya Rara punya pacar yang baik hati, Dika (Reza Rahadian) yang kebaikan hatinya menurun dari ibunya yang baik dan asik banget orangnya. Si ibu punya kos-kosan yang ditempati 4 gadis, Kiky Saputri (sebagai Neti), Zsazsa Utari (Maria), Aci Resti (Prita), dan Neneng Wulandari (Endah). Nah keempat gadis inilah yang sukses membuat banyolan-banyolan segar sepanjang film.

Alur dasarnya adalah bagaimana Rara di kantor diperlakukan tidak adil karena fisiknya, dan dia mendapatkan tantangan dari bosnya untuk mendapatkan posisi Manager Perusahaan dengan syarat harus memperbaiki penampilan dalam tempo 1 bulan. Disitu Rara mulai diet ketat dan olahraga sehingga tubuhnya menjadi langsing. Sayang setelah kehadirannya bisa diterima di kantornya, Rara menjadi sedikit berubah. Mungkin karena dia ingin mengejar hal-hal yang tidak bisa dia dapatkan sebelumnya, sehingga dia meninggalkan orang-orang di sekelilingnya yang mengasihinya.

Salut dengan penampilan Jessica Mila yang berubah total. Karena dia harus menaikkan berat badannya 10 kg untuk menggambarkan perubahan drastis di film (tentu dibantu prostetik juga untuk badannya). Aktingnya juga bagus banget, saat dia sedih saya bisa nangis beneran.

Saya gak mau spoiler karena film sebagus ini sayang kalau gak ditonton langsung di bioskop.

Di film itu saya belajar bahwa kita harus mencintai diri sendiri. Cewek kan suka gak pedean ya, yang rambutnya ngembang lah, lepek lah, kriting lah, tipis lah. Disini, sesuai taglinenya kita belajar merubah insecure menjadi bersyukur.

As a mom, saya diingatkan buat tidak mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti anak-anak kita. Kadang suka tidak sadar membanding-bandingkan anak. Juga belajar jadi ibu yang asyik kayak ibunya Dika. Ya walau buat bisa masak sejago ibunya Dika masih jauuh panggang dari api yaa.

Jadi lesson learned dari film ini apaa? Ya walaupun lo dibully sana sini, santaii aja kalo pacar lo kayak Reza Rahadian..wkwkwk

Selain alur cerita film yang bagus, juga dipenuhi soundtrack lagu-lagu yang bagus. Favorite saya lagu Pelukku untuk Pelikmu dari Fiersa Besari yang begini lagunya

Sandarkan lelahmu dan ceritakan
Tentang apapun aku mendengarkan
Jangan pernah kau merasa sendiri
Tengoklah aku yang tak pernah pergi

Bagiku kau tetap yang terbaik
Entah beratmu turun atau naik

Kadang kala tak mengapa
Untuk tak baik-baik saja
Kita hanyalah manusia wajar jika tak sempurna

Saat kau merasa gundah
Lihat hatimu percayalah
Segala sesuatu yang pelik
Bisa diringankan dengan peluk

Kau berkata dunia sedang tak ramah
Ya bukan berarti kau mesti berubah
Jadi seseorang yang tak kau ingin
Yang menatapmu asing dari cermin

Kita perlu kecewa untuk tahu bahagia
Bukankah luka menjadikan kita saling menguatkan

Kalau mau wallpaper seperti di HP Jessica Mila, bisa dicopy gambar ini.

Happy watching and be Happy for yourself!

Satu respons untuk “Review Imperfect : Karier Cinta & Timbangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s