Menginap di Courtyard Bandung

Saya kebetulan mendapat jatah training dari kantor ke Bandung di Desember ini. Ya antara senang gak senang. Senangnya karena ke Bandung, kota yang banyak kuliner, factory outlet dan spot foto cantik. Gak senangnya ya karena ke Bandung, kota yang jauh dari bandara Soekarno Hatta sehingga menghabiskan waktu di jalan, saya juga gak ada sanak saudara, jadi gak bisa sekalian mampir kayak ke Jakarta or ke Yogya.

Opsi untuk tempat menginap ada dua, yaitu Crowne Hotel dan Courtyard Mariott Bandung. Karena saya training di Sensa, jadi yang jadi pertimbangan utama adalah jarak ke lokasi, lokasi, lokasi.

Kurang lebih ini posisinya.

Akhirnya pilih Courtyard. Selain karena lokasi, lokasi, lokasi, juga karena jumlah bintangnya lebih sedikit di Courtyard dapat jatah breakfast dua dan kamar lebih gede. Penting nih buat yang mau bawa sanak keluarga untuk nemenin di sana.

Letaknya di Jl. Ir. H. Juanda No.33, Tamansari, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40116

Akhirnya sampai disana setelah saya mampir dulu ke rumah ibu saya, numpang makan (issh kesempatan), baru dianter sepupu pake mobil. Ternyata sampenya 11, 12 juga sama temen saya yang ke situ dengan moda travel dari bandara atau KA dari Gambir. Jadi mau naik apapun, yang namanya training ke Bandung itu kamu harus siap-siap dari Rumbai jam 8.30 dan baru sampe hotel jam 19.00. Karena saya gak punya jiwa-jiwa amazing race sungguh berasa lelah hayati.

Pas check in dapet minum biru-biru gitu deh, yang tentu saja gadis ndeso seperti saya lebih prefer wedang jahe.. haha. Hotelnya sendiri terdiri dari 2 tower. Kalau nomer kamar dimulai dengan angka 1 berarti tower 1. Kalau 2 berarti tower 2. Kalau 3? Mungkin bisa ngemper di pinggir kolam.

Kamarnya dapet jatah junior suite. Dengan nuansa warna dan tekstur kayu. Sebelum masuk ke Kamar Mandi ada walk in closet mini dengan setrika dan papan seluncur eh papan setrika laah. Ada sandal kamar putih tipis standar (beda bets sama sandal Mulia yang hitam berbulu dengan logo gold dan empuk ginuk-ginuk), ada hair dryer, ada safe deposit box, dan plastik laundry. Di seberangnya ada rak tempat meletakkan

Kamar mandi full kaca sungguh pas untuk warga narsis seperti saya.. wkwk.. Amnetiesnya sabun, shampoo, conditioner, sisir, shower cap dan plastic. Sikat gigi dan odolnya masih yang standar, beberapa hotel sudah pake sikat gigi dan odol formula yang sizenya gedean dikit. Sayang nggak ada cotton buds, padahal enak pagi2 abis mandi korek kuping.. wkwk.

Kamarnya bernuansa minimalis. Sayang kasurnya cuma 160cm. Padahal sebagai kaum rebahan pengennya yang 200cm. Tapi dia ada sofa panjang di sudut jendela. Jadi kalau mau nginep ramean bisa lah tidur di sofa itu.

Masuk ke ruang sebelahnya, kayak ruang keluarga gitu. Kedua ruangan ini ada TV nya jadi gak perlu rebutan channel kalau nginep rame-rame.

Selain TV ada 2, kulkasnya juga ada 2. Satu yang ukuran standar hotel di kabinet yang tengah di bawah TV. Satunya lagi kulkas gede 2 pintu. Dan keduanya kosong dong. Tau aja kalau emak irit gak akan jajan di mini bar.. wkwk.

Di dalam laci ada teh, kopi, gula. Tehnya standar Sosro… Huhu ini sih sama kayak di rumah. Bukan TWG, Twining or Dilmah.

Untuk fasilitas di luar kamar ada fitness centre dan playground anak yang tidak terlalu besar. Semuanya hanya bisa diakses dengan kartu hotel. Kolam renang anak dan dewasa ada diantara tower 1 dan 2.

Menu sarapan di sana mulai dari beef bacon dan sosis2an, omelet dan telur mata sapi (yang sudah disiapkan jadi gak perlu nunggu.. sayangnya jadi dingin), kuah-kuah yang isinya frozen suki, olahan seafood dan bakso-baksoan. Coba ada irisan daging sapi dan udang segar pasti tambah mak nyus. Ada juga menu nasi dan lauk pauk, aneka bubur, aneka sambal, gorengan, dan juga jamu-jamuan.

Kalau makan siang atau malam ingin mencoba makan di luar bisa jalan sepanjang jalan

Untuk makan siang dan malam kalau ingin berjalan kaki sepanjang jalan Juanda ada Dunkin Donuts, Simpang Raya, Steak Just Us, KFC, Pizza Hut dan sebagainya.

Saya coba makan di Steak Just Us

Sesuai namanya menu utamanya steak. Harganya mulai dari 139.000 untuk Aussie Lamb Chop sampai 395.000 untuk US Prime Porter House Steak 500gr.

Selain steak juga ada menu Indonesia, menu Asia, burger dan pasta.

Soal rasanya karena saya bukan pecinta masakan bule jadi kurang obyektif juga nanti.

Pulang dari situ hujan gede banget padahal kami nggak bawa payung. Jadilah pinjem payung pak satpam untuk ke ACE hardware beli payung.. huhu untung harga payungnya masih di bawah harga steaknya.

Besoknya saat check out, penjaga counternya cuma satu donk. Padahal orang sebelum kami nanyanya nggak kelar-kelar. Sampe ditinggal foto-foto 1 album baru tiba giliran kita. Huhu.

Anyway Bandung tetep nice place to go walau macet dan crowded, tapi disini saya bebas biduran. Kayaknya udaranya cocok buat tempat tinggal warga gatelan kayak saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s