Membuat Passport untuk Anak di Pekanbaru

Hidup di Riau dengan tiket pesawat domestik yang melambung jauh, terbang tinggi menggapai mimpiii (anak jadul bacanya sambil nyanyi ini), membuat jalan-jalan ke negeri jiran lebih murah daripada mudik ke Yogya atau Jakarta.

Masalahnya anak-anak saya belum punya passport. Jadilah browsing-browsing cara membuat passport di Pekanbaru.

Pertama-tama install aplikasi Layanan Paspor Online dari Playstore.

Kemudian masuk ke aplikasinya untuk pengisian data. Jangan lupa siapkan data KK karena perlu mengisi nomer KK dan nomer KTP. Satu aplikasi bisa untuk mendaftarkan 1 keluarga dalam 1 KK. Jadi kalau saya mau daftarkan si mbak asisten nggak bisa di dalam aplikasi yang sama. Harus install satu lagi. Yee kan ceritanya gak mau kalah sama Ashanti kalau jalan bawa mbak asisten. Bukan karena berhati mulia tetapi karena emaknya harus punya tandem gendong bocils kalau ketiduran di jalan.. hehe.

Sesudah masuk ke dalam aplikasi bisa dipilih lokasi kantor imigrasi yang kita inginkan. Kayaknya sudah detect lokasi kita jadi pilihan buat saya ya di seputaran Riau. Saya klik kantor imigrasi Pekanbaru.

Daaan… Taraaaa.. keabisan doonk..kuota sudah habis. Jadi kuota itu diisi setiap hari Jumat jam 14.00. Dibawah ini tampilan screenshot hari Senin. Dan bukan sekali dua kali ini saja saya coba klik dan selalu sudah habis. Kalau klik di hari Jumatnya gimana? Seringnya sih muter-muter, loading aplikasinya, hang sampe nyerah.

Udah kepikir buat pakai calo aja. Temen saya pakai calo bayar 750.000. Masih lebih murah dari calo di Jakarta sekitar 900.000-satu komaan. E tapi pas lagi membulatkan tekad buat pakai calo (jangan ditiru ya, karena ini bagian dari menyuburkan praktek KKN bukan di desa penari), tiba-tiba temen cerita dia bisa dapat nomer antrian. Lhaa kok bisa? Jadi triknya katanya hidupin alarm hari Jumat jam 14.00. Persiss kayak antri tas Abekani atau Berliano.

Pastikan sinyal kenceng dan kuota penuh. Sabar menunggu walau aplikasinya muter-muter. Dan kalau fail coba aja klik lagi dan lagi dan lagi.

Dan bener saya coba, hari Jumat jam 14.00, pas kebetulan saya harus konsultasi ke dokter di medical. Sambil antri dokter sambil klik aplikasinya. Jam 14.01 belum layanan antrian belum diaktifkan. Sabar. Refresh aja setiap detik. Iya bener setiap detik.

Daan akhirnya dibuka juga antriannya. Itupun masih hang ada tulisan harap tunggu sambil muter-muter aplikasinya. Sampai jam 14.18 saya belum dapat juga. Akhirnya bisa masuk juga dan klik hari yang dipilih untuk wawancara.

Saat klik jangan lupa pilih opsi jumlah pemohon. Karena default nya angka 1. Temen saya mau daftarkan anaknya tidak pilih opsi jumlah jadilah cuma ada nama dia saja tidak bisa diedit atau ditambah nama anaknya. Dan sekali prosesnya berhasil baru boleh mendaftar lagi 30 hari berikutnya. Jadi anaknya harus nyusul 30 hari kemudian itupun kalau dapat nomer antrian.

Pertama saya cuma klik angka 2 karena anak yang mau saya daftarkan 2 orang. Tapi ternyata di nomer 1 sudah otomatis terisi data saya, dan di HP saya tidak bisa diedit data saya. Terpaksa saya kembali dari awal lagi dan mendaftar untuk 3 orang. Untungnya masih dapat nomer antrian. Dan dodolnya saya lupa bawa data KK. Jadilah nelpon pak suami minta dikirimkan foto KK (kelebihan pasangan LDR.. masing-masing pegang fotocopy data keluarga..haha). No 1 sudah otomatis terisi data saya. Nomer 2 dan 3 data anak-anak saya. Jika sudah di submit (saya kelamaan isi, pas submit tau-tau keabisan nomer..yaa keduluan orang lain. Terpaksa ulang lagi). Setelah selesai saya dapat 3 nomer barcode. Padahal cuma mau daftarin 2. Mohon maaf untuk para pengantri yang gak kebagian. Saya ambil jatah kalian.

Saya mendapat jadwal wawancara hari Rabu jam 14.00. Sambil menunggu saya siapkan dokumennya :

1. Asli dan FC KK

2. Asli dan FC KTP ayah dan/atau ibu (beberapa situs menyebutkan harus keduanya ayah dan ibu. Tapi di situs imigrasi pekanbaru ditulis atau).

3. Asli dan FC paspor orangtua

Untuk pasangan LDR seperti saya no 2 dan 3 masalah karena kita masing-masing pegang dokumen asli. Suami sudah mau paketin tapi maketin dokumen itu mahal banget. Trauma ngirim buku tabungan ke Jakarta ratusan ribu rupiah. Jadi saya bermodal capture an kata-kata di website imigrasi pekanbaru, saya cuma bawa dokumen ktp dan paspor saya.

4. Asli dan FC Buku atau akte nikah orang tua

5. Asli dan FC Akte kelahiran anak / surat baptis

Semua dokumen di fotocopy di kertas A4 jangan A0 emang mau bikin poster apa.

6. Materai 6000 2 buah per anak

7. Pulpen hitam

8. Mungkin karena saya mendaftar di kantor imigrasi yang berbeda area dengan KTP saya diminta data tambahan berupa FC surat keterangan kerja atau badge kantor. Untung kemana-mana bawa badge.

Akhirnya hari Rabu pun tiba. Saya datang lebih awal sekitar jam 1 lewat. Ternyata gak perlu awal-awal banget karena jam 1 loketnya belum dibuka juga. Jam 1.30 baru dibuka antrian untuk yang antri jam 1. Jam 2an baru dibuka antrian untuk yang jam 2.

Sesudah semua data diperiksa petugas, kita diberi form-form untuk diisi dan sebuah map. Kemudian masuk ke ruangan antrian untuk wawancara dan foto. Saat saya masuk masih selisih 30-an orang. Jumlah meja ada 5 jadi harusnya cepat.

Sambil menunggu kita isi semua data yang lumayan banyak. Karena anak saya dua, lumayan banyak isinya. Untung si kakak sudah bisa mengisi datanya sendiri.

Tepat jam 3 sore saat nomer antrian saya tinggal 20 nomer tiba-tiba monitor nomer antrian mati. Nah lu. Dua orang petugas mengambil berkas-berkas yang ada di tangan penuggu.

“Lho mbak ini berkas saya gimana?”

Udah khawatir loket tutup dan dilanjut besok.

“Gak papa bu, nanti kita panggil manual satu-satu.”

Oalah.. si mbak membagikan berkas-berkas para penunggu ke meja-meja petugas wawancara. Dan suasana jadi hiruk pikuk karena setiap meja memanggil orang yang berkasnya ada di meja mereka. Kita harus celingukan tadi nama kita dipanggil petugas yang mana ya?

Anak kedua saya dipanggil di meja 2. Saya maju bersama anak saya no 2. Anak pertama tetap di kursi tunggu bersama si mbak. Berkas diperiksa, daan…

“KTP bapaknya mana bu?” Lha padahal tadi udah lolos diperiksa pas ambil formulir.

“Di websitenya kan tulisannya ayah atau ibu, Bu.” Tet tot. Kesalahan saya adalah sok tahu ngasih tahu petugas soal aturan.

“Tapi kan lebih lengkap lebih baik.” Kata dia jutek.

“Oh maaf Bu soalnya bapaknya jauh. Tadinya mau ambil cuti tapi tidak bisa.”

“Memangnya dimana suaminya?”

“Di Papua Bu.”

“Lagi rusuh kan?”

“Iya Bu makanya gak bisa cuti dulu.”

“Suami saya juga lagi tugas disana.”

“O ya Bu, kerja dimana?”

Dan terus si ibu curhat sambil berkas-berkas saya di stempel. Voilaa lolos.

Lesson learned : siapin aja dokumen bapak ibu, karena belum tentu dapet petugas yang sama ceritanya kayak saya.

Di tengah wawancara anak pertama dipanggil di meja 3. Dan gak bisa minta oper supaya satu meja sama adiknya. Ya terpaksa si kakak nunggu adiknya menyelesaikan wawancara, foto dan sidik jari.

Lesson learned : kalau anaknya lebih dari 2 sebaiknya ada orang dewasa 2 orang. Karena bisa jadi wawancaranya terpisah.

Selesai semuanya sudah jam 4.30. Kata petugasnya bank sudah tutup jadi sebaiknya bayar di kantor pos pusat saja yang buka sampai jam 8 malam. Saya nurut saja ke kantor pos. Belakangan saya baru tahu kalau bisa dibayar via internet banking..yaelaa.

Paspor biasanya siap 3 hari kerja sesudah pembayaran. Hanya saja karena pas saya bikin ada masalah di sistem, dijanjikan dalam satu minggu. O iya gak ada pemberitahuan kapan paspor siap ya. Jadi dikira-kira saja kapan akan ambilnya.

Saya kembali ke imigrasi 6 hari kerja kemudian. Katanya sih yang ambil harus anggota keluarga 1 KK atau bawa surat kuasa bermaterai. Jam buka counter ambil paspor jam 8-12 dan jam 13.30-16. Kita bisa scan kode barcode di mesin barcode untuk dapat nomer antrian pengambilan paspor. Tapi mesinnya rusak, jadi duduk manis jam 13.30 teng pas loket dibuka kita rebutan memasukkan formulir pengambilan. Gak lama dipanggil, tanda tangan, terima paspor. Selesai. Jadi logic nya bisa diambil siapa aja harusnya. Cuma ya siapa tau pas apes. Jadi ikutin aja aturannya, okayy..

Jadi begitulah kira-kira prosesnya. Gimana? Sudah siapkah jempol anda untuk rebutan nomer antrian?

3 respons untuk ‘Membuat Passport untuk Anak di Pekanbaru

Tinggalkan Balasan ke bundadodol Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s