Spiderman Far From Home, Tontonan Ringan yang Menyegarkan

Liburan kemarin, saya diajak teman-teman kuliah saya nonton Spiderman. Sebetulnya gak terlalu tertarik karena pemainnya Tom Holland, kok kayaknya gak pas jadi Spiderman ya? Kayak culun gitu. Etapi kan emang tokoh Spiderman selalu culun ya?

Spiderman yang klasik buat saya yang dimainkan Tobey Maguire (Spiderman 1, 2 dan 3 di tahun 2002, 2004, dan 2007). Versi The Amazing Spiderman-nya Andrew Garfield (1 dan 2 tahun 2012 dan 2014) kayaknya lebih culun dari pendahulunya. Tom Holland mulai main di Spiderman Home Coming (2017) dan kayaknya lebih culun lagi buat saya dari pemain sebelumnya.. hehe pendapat saya ya, beda pendapat ya gak papa.

Tapi karena memang castingnya untuk peran anak SMA, jadi ya mungkin pas juga ya. Culun-culun ABG gitu.

Film dimulai dengan setting sesudah kejadian Blip atau saat Tony Stark membalikkan efek Decimation oleh Thanos dari film sebelumnya (Avengers Infinity War dan End Game). Belum nonton? Gak papa saya juga gak nonton kok tapi tetap bisa mengikuti filmnya.

Peter Parker atau Spiderman kembali lagi ke bangku SMA dengan membawa ingatan akan End Game dimana Tony ‘IronMan’ Stark yang adalah mentornya meninggal dunia. Entah karena trauma atau karena terbawa aura ABG yang selfish, Peter Parker tidak bersemangat lagi menjadi Spiderman. Tujuan hidupnya remeh temeh ala anak alay biasa, nembak MJ di Eiffel saat study tour nanti.

Saat sosok MJ hadir di layar-pun saya kecewa karena buyar sudah bayangan saya akan kebiasaan sosok MJ di film Spiderman-Spiderman sebelumnya, yang cantik putih berambut bagus berwarna merah dan sexy (ketauan deh kalau saya gak pernah nonton film-film Marvel).

MJ di film ini diperankan Zendaya yang berkulit gelap, rambut curly, tomboy dan berpakaian kedombrongan. Tapi setelah menyimak filmnya ternyata tokohnya mempesona karena kejutekan dan kecerdasannya.

O iya belakangan saya baru tahu MJ di sini namanya Michelle (Jones ?) tidak sama dengan MJ Marie Jane di film Spiderman jadul.

Saat Peter males-malesan membela kejahatan, dia malah dicari-cari oleh Nick Furry untuk memberantas kejahatan. Dan Peter juga mendapat warisan dari Tony Stark berupa kacamata seperti komputer super canggih bernama Edith. Edith juga terkoneksi dan bisa meluncurkan senjata drone ke pihak yang diinginkan pemakai kacamata.

Di tengah acara study tour dengan teman-temannya, datanglah bahaya badai super dasyat dari komponen-komponen bumi. Disitu Spiderman bertemu dengan Mysterio, dan bersama-sama mengalahkan musuh.

Setelah ngobrol-ngobrol, yakinlah Spiderman bahwa Mysterio adalah pahlawan penerus Iron Man yang dia cari, sehingga dia menyerahkan kacamata Edith kepadanya.

Sisanya bisa ditonton sampai selesai, karena ternyata film ini seru baik action maupun teknologi dan efeknya. Tapi yang paling asik adalah tokoh-tokoh dan kisah konyol ala ABG yang membawa kita ke masa jadul saat muda dulu. Dari awal sampai akhir kebanyakan saya tertawa menyaksikan alur cerita dan gaya para pemainnya. Saya ralat pendapat saya soal karakter Spiderman dan MJ disini, karena ternyata pas dan real banget karakternya.

Pokoknya filmnya entertaining banget. Buat anak-anak juga bisa dinikmati sayangnya ada satu adegan ciuman Spiderman dan MJ di akhir film.

O iya kalau nanti credit title di akhir film, jangan pulang dulu, karena masih ada adegan film Spiderman yang penting untuk kelanjutan film berikutnya.

Happy watching 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s