My Favourite Novel Author

Setelah jaman SD suka banget sama buku-buku karangan Enid Blyton dan Trio Detektif, awal-awal SMP bertambah dengan cerita misteri Agatha Christie. Di akhir SMP saya kenal yang namanya Sidney Sheldon.

Dimulai saat RCTI memutar miniseri If Tomorrow Comes yang diperankan oleh Madolyn Smith, Tom Berenger, David Keith dan Liam Neeson. Berkisah tentang seorang wanita Tracy White (Madolyn Smith) yang karena dijebak harus menghabiskan hidupnya di penjara. Setelah bebas dia membalas dendam dengan menjadi pencuri barang-barang berharga dan bertemu dengan Jeff Stevens (Tom Berenger) yang menjadi pesaingnya dalam hal penipuan dan pencurian. Liam Neeson sendiri bermain sebagai interpol yang menyelidiki kasus ini. Jaman dulu belum kepikir dia sengetop sekarang.

Saya takjub ada cerita sebagus itu. Dengan kejutan disana-sini, dan kita dibawa baper dengan tokoh-tokohnya.

Saya sampai bela-belain begadang untuk menunggu lanjutan episodenya di setiap hari Selasa jam 21.40 – 23.40. Dan harus sabar menunggu tayangan Dunia Dalam Berita dari TVRI yang dulu wajib disiarkan serentak oleh stasiun TV swasta. Kebayang kan ngantuk besok paginya.

Sampai abang saya kasih tahu kalau cerita itu ada novelnya dan menawari saya beli bukunya di Gramedia. Jadilah saya kesana dan membeli novel Sidney Sheldon pertama saya : Malaikat Keadilan (The Rage of Angel). 

Beragam cover Malaikat Keadilan. Punya saya yang pojok kiri atas

Tokohnya adalah seorang pengacara muda bernama Jenifer Parker. Sempat dijebak oleh mafia muda ganteng Michael Moretti hingga karir pengacaranya terancam. Hingga dia bangkit melalui beragam kasus kontroversial yang dengan gemilang dia menangkan. Saking serunya strategi selama persidangan, saya sampe pengen banget jadi pengacara kalau gede. Di kehidupan asmara, Jenifer berhubungan dengan politisi muda Adam Warner yang sudah mempunyai istri. Jenifer juga terlibat hubungan asmara segitiga dengan Michael Moretti. 
Cerita Sidney Sheldon selalu memikat. Tokoh utamanya selalu perempuan yang smart tangguh keren banget, menghadapi dinamika hidup yang keras dan drama. Selalu ada kejutan-kejutan di setiap babnya. Dan tokoh serta profesi didalamnya digambarkan detail sampai kayak kita jadi tahu banget pernak-pernik di dalamnya. Dan semua background ceritanya beda-beda. Ada dunia kedokteran, ada pengadilan, artis, pengusaha, pencuri profesional, dll.

Total buku yang dia karang berdasarkan data Wikipedia :

  • The Naked Face (1970) (Wajah Sang Pembunuh). Novel pertama Sidney yang mendapat nominasi sebagai penulis pertama terbaik. Juga sudah difilmkan dengan pemain Roger Moore di tahun 1984. Wah filmnya belum nonton, nanti kucari deh  streaming nya.
  • The Other Side of Midnight (1973) (Lewat Tengah Malam). Novel ini masuk peringkat 1 daftar New York Times best seller. Sudah difilmkan di tahun 1977 dengan bintang Marie France Pisier dan Susan Sarandon
  • A Stranger in the Mirror (1976) (Sosok Asing dalam Cermin). Bercerita tentang perjuangan menjadi artis Hollywood
  • Bloodline (1977) (Garis Darah). Sudah difilmkan juga di tahun 1979 dibintangi oleh Audrey Hepburn. Ya ampuun kebayang jadulnya. Oke nanti dicari juga filmnya.
  • Rage of Angels (1980) (Malaikat Keadilan). Sudah ada versi miniserinya dengan dibintangi Jaclyn Smith, Armand Assante dan Ken Howard di tahun 1983. Sudah pernah diputar juga di RCTI. Menurut saya miniserinya jauh kadar serunya dibanding novelnya.
  • Master of the Game (1982) (Ratu Berlian). Saking tebelnya bukunya sampe 2 or 3 jilid kalau gak salah. Sudah diadaptasi dalam bentuk miniseri di tahun 1984. Dinominasikan Emmy Award untuk kategori outstanding achievement in music composition. Saya belum nonton sih.
  • If Tomorrow Comes (1985) (Bila Esok Tiba). Seperti saya tulis di awal tulisan.
  • Windmills of the Gods (1987) (Kincir Angin Para Dewa). Juga ada versi minserinya dengan pemain Jaclyn Smith di tahun 1988. Waah kayaknya dia langganan ya jadi pemeran novel Sidney di masanya.
  • The Sands of Time (1988) (Butir-butir Waktu). Bercerita tentang 4 biarawati dengan latar belakang negara Spanyol dan segala pemberontakannya. Buku ini mendapat kritik keras dari Spanyol.
  • Memories of Midnight (1990) (Padang Bayang Kelabu). Adalah sequel dari The Other Side of Midnight. Dibuat ke dalam versi miniseri di tahun 1991 dibintangi Jane Seymour dan Omar Sharif
  • The Doomsday Conspiracy (1991) (Konspirasi Hari Kiamat)
  • The Stars Shine Down (1992) (Kilau Bintang Terangi Bumi)
  • Nothing Lasts Forever (1994) (Tiada yang Abadi). Berkisah tentang 3 dokter wanita yang mempunyai kisah sendiri-sendiri. Film televisinya dibuat tahun 1995 dibintangi Brooke Shields, Vanessa William dan Gail O Grady. Lumayan gak jadul-jadul banget seperti film-film sebelumnya.
  • Morning, Noon and Night (1995) (Pagi, Siang dan Malam)
  • The Best Laid Plans (1997) (Rencana Paling Sempurna)
  • Tell Me Your Dreams (1998) (Ceritakan Mimpi-mimpimu)
  • The Sky is Falling (2001) (Langit Runtuh). Tokoh disini, Dana Evans seorang reporter yang juga muncul di novel The Best Laid Plans. 
  • Are You Afraid of the Dark? (2004) (Apakah Kau Takut Gelap?)
  • The Other Side Of Me (2005). Merupakan buku memoar terakhir Sidney yang menceritakan tentang hidupnya.


Sayangnya karena cuma sedikit jadilah sudah saya baca semua. Buku saya sendiri cuma Malaikat Keadilan dan Sosok Asing Dalam Cermin. Sisanya pinjem di perpustakaan kotamadya di belakang sekolah dan tuker pinjem sama teman.. hihi. Tips irit.

Pernah saya beli buku online dengan cover sampulnya nama Sidney Sheldon ditulis besar-besar. Agak aneh awalnya karena saya merasa sudah baca semua buku hasil karyanya selama dia hidup. Lha kok ini ada yang belum saya baca. O iya Sidney Sheldon meninggal tahun 2007 di usia 90 tahun. 

Akhirnya saya beli daaan…kesel banget. Ternyata pengarangnya Tilly Bagshawe. Saya juga gak ngerti kenapa penerbitnya masang nama Sidney Sheldon di bukunya. Karena ceritanya gak ada hubungannya sama sekali. Tokohnya mau diceritain dramatis ala Sidney Sheldon tapi kok berasa biasa aja. Dari bab awal juga udah ketebak gak ada kejutan sama sekali. Buat saya ini sih pembodohan publik. Atau mungkin saya termasuk publik yang bodoh ya, karena nama pengarangnya ada di cover bagian bawah dengan huruf lebih kecil. Buat yang berharap cerita sedramatis Sidney, gak usah berharap banyak sama buku-buku Tilly. Tapi kalau cuma buat iseng-iseng belaka bolehlah dibaca. 

Okelah. Segitu dulu ulasannya. Pengen sih ngoleksi lagi semua bukunya. Cuma kayaknya udah gak punya cukup waktu luang untuk membaca novel panjang-panjang. 

Iklan

8 respons untuk ‘My Favourite Novel Author

  1. Mbaaa, dirimu rajin sekali baca novel2 berat kayak gitu hahaa. Saya aja terakhir baca cerita sherlock holmes itu waktu masih single, belum nikah. Udah punya anak mah boro2, paling baca buku yg ringan2 😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s