Durian, My Most Disliked Fruit

Durian, merujuk kepada sekelompok tanaman bergenus Durio. Yang biasa kita sebut Durian adalah jenis Durio zibethinus.

Keberadaan durian di Indonesia sejak dulu kala tergambar pada relief di Candi Borobudur. Jadi buah durian sudah exist sejak jaman dulu kala. Di candi prambanan, kampung halaman saya, kayaknya gak ada relief buah durian. Mungkin mbak Roro Jonggrang 11-12 sama saya, gak suka duren juga.

Walau disebut sebagai King of Fruit tetap saja saya menobatkan jadi buah yang paling tidak saya suka.

Selain karena aromanya yang menyengat, buahnya pun lembek dan makannya juga harus belepetan.

Karena gak suka itu, sehingga jadi sensitif. Kalau makan di restoran, saya mencium bau durian, padahal celingukan gak ada orang yang minum or makan sesuatu dari durian. Gak lama dari arah dapur pelayan membawa gelas berisi juice durian. Tuuh kan benerr.

Segitu bencinya sudah pernah icip belum? Ya belum. Pokoknya gak suka aja. Titik. (Ala-ala haters capers eh capres). Tapi sebagai haters yang baik saya harus cicip donk ya. Jadi jaman masih kerja jadi site engineer gitu, waktu kita selesai proyek jalan di tengah hutan belantara, dibelilah 1 pick up durian hutan yang katanya lebih enak dari durian-durian mahal di mall. Katanya ya. Lha wong saya gak pernah icip. Dan disitu saya nyoba. Ambil satu yang paling tampak kering dan hap dimakan. Sampe mulut. Mak klenyer. Lumer. Melting. Mblenyek dengan aroma semerbak. Haduuh langsung lari kumur-kumur dan makan permen. Jadi prinsip tak kenal maka tak sayang gak berlaku buat saya. Lha wong ini udah kenal tambah gak sayang.

Seperti kata pepatah Jawa: Gething Nyanding Sengit Ndulit. Benci malah bersanding. Sengit malah mencolek. Nah sebegitu bencinya saya sama durian eh malah bersanding dengan pecinta durian. Sehingga seperti hidup di Negeri Indonesia yang berbhineka, kita harus belajar bertoleransi. Tsaah. Udah mulai bisa nemenin dia berburu durian. Nemenin ya bukan makan. Belakangan dia juga udah mulai mengerem hobi makan duriannya. Sayang istri? Nggak. Tapi sayang kesehatan..udah tambah tua soalnya…haha

Walau mitosnya durian dituduh penyebab kolestrol. Hasil googling saya di web hellosehat, halodokter, kompas, dsb bilang kalau durian zero kolestrol. Lumayan sahih lah websitenya dibanding “kata grup sebelah” kayak kalau copas sesuatu di grup WA.

Jadi begitu kalo jadi haters yang baik haruslah adil sejak dari pikiran. Seperti kata kitab suci “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.” Mentang-mentang benci terus nuduh sembarangan. Mengutip quote legend mantan menkominfo “internet cepat untuk apa?” Buat browsiiing bapaaak. Makanya walau saya gak suka duren ya saya googling dulu sebelum nuduh dia menyebabkan kolestrol.

Jadi gimana nih.. balik jadi lovers setelah tahu durian bebas kolestrol? Nggaklah. Pokoknya gak suka. Gak suka. Ganti. Titik.

Yo wislah susah memang diskusi sama orang yang antipati durian.

#30DJ2 #30dj2day5 #30DJ #30DJ2Day05 #curcolbudol

Iklan

9 respons untuk ‘Durian, My Most Disliked Fruit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s