Perjuangan Pasangan AKAP (Antar Kota Antar Propinsi)

Jangan rindu. Ini berat. Kamu tak akan kuat. Biar aku saja. Dilan-1990.

Buat pejuang LDR (Long Distance Relationship) seperti saya pasti sudah tahu beratnya rindu. Wait, ralat. Rindunya enteng, ongkosnya yang berat..wkwk. Apalagi tiket pesawat sekarang naiknya amit-amit. Kata Bapak saya bukan naik harga tapi ganti harga. Kalau naik harga paling 10-30% lha ini sampai 100% lebih. Jadi paslah kalau dibilang ganti harga. Mungkin maskapai-maskapai itu mau ikut hashtag kekinian #2019GantiHarga.

Diluar ‘ketrampilan khusus’ yang harus dimiliki pejuang LDR semacam klo emak2 harus tau cara isi air aki. Kalau bapak2 harus bisa nyolokin magic com, kita juga harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan ujian dari netizen eh julitzen. Namanya ujian ya harus dihadapi dengan penuh kesabaran atau kalau gak bisa sabar ya bisa dijawab dengan penuh kekejian.

Gak perlu sedih kalau LDR-an karena di jaman dahulu Ki Hajar Dewantara juga LDR an sama istrinya. KHD menempuh studi di Jakarta sementara istrinya menjadi guru di Yogyakarta. Jaman dulu belum ada whatsapp kayak sekarang, jadi mereka berkirim kabar via surat.

Jadi bersyukur aja kalau sekarang kita jauhan, pas sakit cuma bisa kirim WA “yang aku meriang” atau “honey, I need money”(berima ya..).
Walau di readnya lama toh akan dibales juga (yhaa curhat)
“Ya udah istirahat. Minum teh panas.”

Lha coba kalau pake surat. “Yang aku meriang.” Dibales pake surat 3 minggu kemudian, wis bacut semaput.

Tapi positifnya bersurat adalah, biasanya terdokumentasi dengan baik. Dan karena faktor efisiensi dan durasi perjalanan, kita cenderung cerita panjang lebar dan bermutu. Jadi ada nilai estetika dan sejarah kalau misal mau dibukukan. Kayak surat-surat RA Kartini kan bisa jadi buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Lha cobak isi WA kalau dibukukan isinya.
“Yang, udah makan apa belum?”
“Belum”
“Makan gih, nanti matik”
Sungguh tidak ada nilai moral dan materiil di dalamnya..haha.

Kembali ke kisah LDR Ki Hajar Dewantara, setelah berpisah selama bertahun-tahun, diasingkan ke negeri Belanda sampai akhirnya kembali ke Yogya, mereka mendirikan Perguruan Taman Siswa. Nah, sayang, doakan saja kita bisa kumpul bersama di Yogya dan mendirikan Perguruan ilmu kanuragan, mungkin? Yang mengajarkan jurus-jurus menendang tanpa bayangan, kondangan tanpa pasangan..eaa curhat lagi.

Akhir kata kita tutup lagi dengan lagu LDR

🎼Aku di sini dan kau di sana

Hanya berjumpa via suara

Namun ku s’lalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana

Kita memandang langit yang sama

Jauh di mata namun dekat di hati 🎢

#30DJ2 #30dj2day3 #30DJ #30DJ2Day03

6 respons untuk β€˜Perjuangan Pasangan AKAP (Antar Kota Antar Propinsi)’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s