Meninjau Nuansa Maninjau

Februari kemarin saat libur Imlek saya dan anak-anak kembali jalan-jalan ke Sumbar lagi. Untuk ketiga kalinya buat mereka. Kenapa ke Sumbar terus? Karena tiket pesawat sejak Desember 2018 kemarin membumbung tinggi dan lokasi yang buat saya dan bocils reasonable untuk jalan darat ya cuma ke Sumbar.

Pertama kali anak2 ke Sumbar rutenya Harau, Padang Mangateh, Kepalo Banda, Puncak Pato, Istana Pagaruyung,

Kedua ke Bukittinggi dan Singkarak Bukik Cinangkiek

Yang ketiga kami mau coba rute ke arah Danau Maninjau.

Sebelum Danau Maninjau ada resort yang berada di ketinggian sehingga bisa memandang danau di bawah sana. Nama resortnya Nuansa Maninjau. Sayangnya dia belum bisa dibooking via booking.com, website fave saya untuk urusan penginapan. Cuma ada di traveloka. Ratenya sekitar 800ribuan per malam untuk kamar superiornya.

Tapi karena tanggal yang saya mau full booked di Traveloka jadilah saya pesan sama teman yang sudah duluan ada disana. Kata temen saya, dari publish ratenya bisa dinego harganya sampai 15%… Lha lebih murah dari Traveloka jadinya.

Karena saya ber-4 sama driver plus 2 anak kecil jadilah lebih ekonomis kalau pesan cottage 2 kamar daripada kamar superior 2 buah. Sayang cottage standardnya full, yang ada tinggal cottage superior jadilah harganya 1.518.000. Sayangnya lagi si mas resepsionis bilang gak ada diskon untuk cottage. Padahal di room rate yang dipajang di meja resepsionis tertulis nyata kalau corporate (waktu itu kami bawa-bawa nama corporate) disc 10%. Ya udahlah ya udah sampe sini yang terpencil dari mana-mana juga.

Soal terpencil ini, kita hampir gave up mencari arah menuju ke resortnya gara-gara mengikuti arah dari google maps. Kami mblusuk sampai ke jalan pas 1 mobil yang terjal tanjakan turunnnya dan dikanan kiri jurang dan sawah. Itu beneran gak nemu orang di jalan. Tapi untungnya sampe juga ke lokasi. Lesson learned : jangan percaya google maps. Percaya sama Tuhan lah ya..haha.

Pas sampai di dekat Nuansa, kurang lebih 100 meter dari sana, kami break dulu untuk makan siang di warung makan standard. Entah karena cuaca yang super sejuk atau karena perjalanan yang panjang, rasanya enaak banget dan murah.

Barulah kami cuss ke TKP. Resortnya bener-bener luass. Diresmikan tahun1999. Mungkin cakep banget di masanya ditambah dengan udara yang sejuk dan alamnya yang berkontur naik turun.

Saat check in gak diminta deposit sama sekali cuma ninggalin KTP asli. Saya menanyakan disini bisa bayar pakai kartu debet/ kredit atau nggak. Secara cash saya ternyata mepet dan lokasi hotelnya kayaknya jauh dari ATM. Kata resepsionisnya bisa. Okesip.

Menuju ke cottage yang lumayan jauh dari lobby resepsionis, lagi-lagi ditakjubkan dengan pemandangan yang keren. Bangunan cottage nya pun tampak luar bagus dan kokoh. Playground luas. Dan dua kolam renang besar dengan view ke danau benar-benar juara.

Saat masuk cottage barulah taraaa…cottage pertama yang saya masuki memang katanya 2 room, isinya ruang tamu yang cukup luas, ruang makan dan dapur, 1 kamar dengan 2 kasur single, 1 kamar mandi tapi kasur king satunya kok ditaro di ruang tengah. Jadi gak di dalam kamar. Dan ruangannya untuk standard saya yang jorok aja, agak kotor. Apalagi standard temen2 saya yang super hygiene.

Saya tanya ada cottage lain kah? Ditunjukkan cottage sebelahnya. Disini ternyata ada 2 kamar. Di kamar yang lebih besar ada 1 kasur king dan 1 kasur single. Dan kamar satunya yg kecil cuma muat 1 kasur single. Oke saya ambil yang ini. Jadi lesson learned kalau mau ambil cottage minta liat dalamnya karena desainnya beda-beda.

Berbeda dengan di luar lokasi yang tampak wah, di dalam kamar aura jadul langsung terasa. Ruang tamu dilengkapi dengan 1 TV sedang dan sofa letter U yang tampak kusam. Spring bed di kamar mungkin pernya sudah dol jadi badan terasa gak nyaman saat tidur. Ruang makan dilengkapi satu kulkas, pemanas air dan satu set meja makan. Diluar kejadulannya saya ngerasa kurang bersih aja. Berasa mo minta sapu ijuk sama kain pel. Untungnya kamar cottage pakai keramik bukan karpet. Kalau karpet jadul mungkin lebih susah lagi bersihinnya.

Hal pertama yang dilakukan anak-anak adalah berenang. Terdapat dua kolam besar dengan letak persis di pinggiran dataran yang tinggi sehingga kita bisa langsung melihat view danau dan pemandangan di bawah yang super kece. Kolamnya sepanjang mata memandang bersih. Karena kami mulai berenang siang hari masih dapat stock handuk besar bersih. Teman saya yang berenang sore sudah gak kebagian. Kamar bilasnya sayangnya kurang bersih dan airnya tergenang. Jadilah anak-anak lari ke cottage dan mandi di sana.

Mandi sore di kamar cottage pun gak kalah dramanya. Air hangat gak stabil dengan shower yang udah letoy ke arah tembok sehingga kita mandi harus nempel-nempel ke tembok. Handuk sudah jadul. Jadi udah paling bener kalau kemana-mana bawa handuk sendiri.

Sesudah anak-anak dan saya mandi, kami jalan-jalan di seputaran hotel yang super luas. Anak-anak main perosotan, ayunan, flying fox mini di playground. Kita bisa menikmati pemandangan alam, bunga-bunga yang cantik dan pohon-pohon tua yang eksotik.

Pulang dari jalan-jalan sore ternyata drama. Air di kamar mandi cottage mati. Bener-bener habis bis. Jadilah si mbak belum kebagian air. Sudah lapor ke resepsionis dijawab tunggu. Dan sampai berjam-jam barulah air menyala setetes demi setetes. Jadilah om driver sama si mbak saya suruh ke luar rumah cari ember dan gayung. Saking terpencilnya si mbak sampe jalan jauuh banget baru ketemu toko yang jual bak gede banget. Ya udah lah ya daripada gak ada. Wkwkw..Daripada besok pagi mules gak ada air 😁

Makan malam dapat jatah 4 orang free dari hotel. Karena saya berlima jadilah satu orang harus bayar. Saya tanya berapa makan prasmanannya. Katanya 80.000. Tapi sorry de morry menunya super alakadarnya banget. Cuma ada nasi, sayur kayak capcay. Ayam goreng tepung tapi bagiannya banyak tulangnya, ikan asam manis tapi kayak rasa saus botolan dan air mineral gelas. Jadilah saya pilih menu resto yang gak prasmanan aja. Dan jadilah pesan indomie bakso seharga 30.000 aja. What can be wrong with indomie ya kan? Sampai semua rombongan selesai makan, mie saya belum keluar juga. Lebih dari satu jam saya nunggu dan sudah tanya bolak balik. Akhirnya mie nya datang dan gak ada rasanya. Weww… Ini mending beli pop mie aja deh. Kesel.

Temen saya lebih kesel lagi. Katanya harga kamarnya (dia kamar biasa bukan cottage) tanpa makan malam. Padahal saat pesan dan check in sudah dipastikan kalau include sarapan dan makan malam. Akhirnya setelah berdebat atau mereka koordinasi baru deh temen saya dipersilakan makan. Malesin ya.

Besok paginya kami sarapan di hotel juga. Ada pilihan nasi, mie, roti dan kolak labu. Setelah sarapan, jalan-jalan keluar hotel. Ada beberapa spot foto dimana kita bayar Rp 2000/orang.

Dari situ lanjut ke Puncak Lawang yang hanya berjarak 5km. Sayang saya datang terlalu pagi sehingga masih banyak kabut dan tidak bisa melihat jelas view danau singkarak dari ketinggian itu. Tapi pemandangan dan udara sejuknya cukup menghibur kaki yang penat karena jalan yang menanjak.

Setelah puas disana. Kami turun lagi ke resort dan check out. Resepsionisnya beda dengan yang menerima saya kemarin. Dan tau nggak karena saya didaftarkan teman saya kemarin dengan janji diskon, tanpa saya minta dia kasih diskon sebesar 20% karena dianggap coorporate. Lhaa. Apa kabarnya kalau saya check out sama orang yang kemarin. Kok gak standard sih. O iya mo gesek kartu debit/ kreditnya juga gak bisa karena koneksi internetnya jelek bets. Lha saya bayarnya gimana..lha wong gak bawa cash. Akhirnya pake internet banking saya. Dan ya telkomsel saya sinyalnya lebih cakep dari sinyal internet hotel. Di kamar jangan harap juga sinyal wi fi nya bekerja yaa.

Anyway kesimpulannya apa :

Hotel ini pasti bagus banget di masa jayanya. Terancang dengan baik, landscape yang cantik, mutu bangunan yang berkualitas. Cuma seiring waktu mungkin gak bisa manage-nya jadi ya kalah sama wisma-wisma atau guest house sederhana yang bersih dengan layanan prima.

Buat yang mau pesan atau liat-liat fotonya bisa tengok :

http://www.nuansamaninjau.com. Telponnya 6275-261555.

Iklan

4 respons untuk ‘Meninjau Nuansa Maninjau

  1. Ya ampun bun, ini keterlaluan pake banget deh kalo air mati terus hotel nggak ngelakuin apa2… udah sewa kamar mahal, makanannya mahal pulak… saya juga ada pengalaman waktu acara kantor di lawang park, emang mahal sih secara cottage gitu, tp yg bikin sebel airnya mati.. pas hidup cuma seuprit jadinya harus nampung dulu n ada yg ngalah gak mandi.. mandinya nunggu air penuh wkwkw
    btw, meski pelayanan kacrut sedikit terobati dengan view maninjau yg cantik yah bun 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s