Menonton Keluarga Cemara bersama si Kakak

Setelah menonton Bumblebee beberapa waktu lalu, si kakak jadi ketagihan nonton. Untungnya gak lama ada film anak-anak di bioskop, Keluarga Cemara. Film dari jaman saya kecil sampai punya anak kecil. Eh dulu formatnya sinetron dink. Dengan tokoh abah nan bijaksana diperankan Adi Kurdi, dan tokoh emak yang berganti-ganti antara Novia Kolopaking, Aneke Putri dan Lia Waroka. Ini istrinya satu lho ya bukan poligami, cuma mereka maininnya bergantian. Ayoo siapa pemeran Emak favoritmu?

Sumber : google

Di keluarga cemara versi milenial tokoh Emak diperankan oleh Ringgo Agus Rahman dan tokoh emak diperankan oleh Nirina Zubir. Lha tapi kok anaknya jadi cuma dua ya? Kan di sinetron ada tiga. Kata saya pas liat posternya. Oo mungkin biar irit bayar pemain..haha..paansih.

==SPOILER ALERT==

Cerita dimulai dari saat Keluarga Cemara eh keluarga si Abah masih berkecukupan hidup di Jakarta. Walau kaya tetapi si abah sibuk sehingga tidak bisa selalu hadir untuk keluarga. Seperti saat Euis anak pertama lomba dance, juga saat Euis ulang tahun. Karena di saat ulang tahun justru Abah tahu kalau bisnisnya bangkrut karena tertipu dan rumah harus disita. Mereka harus angkut-angkut koper hari itu juga tidur di proyek tempat kerja Abah.

Dengan berbagai pertimbangan, Abah memindahkan keluarganya ke rumah warisan ayahnya di suatu desa Bogor. Rumahnya jadul tak terawat yang tentu cukup membuat shock terutama Euis yang sudah ABG. Ditambah dia harus pindah ke sekolah biasa setelah sebelumnya di sekolah (mungkin) international atau plus plus. Untungnya teman-teman barunya baik-baik. Termasuk saat Euis terpaksa berjualan opak gorengan emak di sekolah. Awalnya dia malu, tetapi teman2nya yang baik, terutama Rindu (yang cantik banget kata saya diperankan Yasamin Jasem) membantu berjualan. 

Di saat keluarga sedang susah-susahnya. Si abah gak kerja karena kakinya cedera jatuh saat jadi tukang bangunan. Eeh si emak hamil. Nah terjawab deh pertanyaan saya diatas, kenapa di versi film anaknya cuma dua. Karena yang satu masih di kandungan. Sedih banget melihat ekspresi emak saat berita bahagia bercampur dengan kecemasan seorang ibu tak bisa memberi yang terbaik untuk anaknya. Jadi siapin tissue ya selama nonton film ini. Walau banyak juga hal-hal lucunya.

Karena ini adalah era milenial sehingga abah tidak narik becak lagi, tetapi narik gojek..haha. Kekinian ya dan juga lebih real. Selain juga memang gojek jadi sponsornya. Juga teman2 Euis saat kenalan bertanya “masih ada ya nama Euis jaman sekarang”. Membuat film ini lebih berpijak pada kenyataan. Karena memang nama anak-anak jaman sekarang jarang yang keIndonesiaIndonesiaan. 

Di film ini ada pasangan ibu dan anak. Yaitu Cemara yang diperankan dengan sangat baik oleh Widuri Putri, anak dari Widi AB3. Widi sendiri berperan sebagai guru di sekolah Cemara. Juga ada Zee anak dari Nirina Zubir yang berperan sebagai anak Maudy Kusnaedi.

Filmnya bagus. Selain buat anak-anak, juga buat saya sebagai orangtua belajar jadi istri dan ibu yang sabar dan baik seperti Emak. 

Bintang-bintang bertebaran di film ini. Actingnya natural dan gak dibuat-buat. Selain Rindu, tokoh Euis juga kata saya cakep banget, dan barusan ini pas nulis blog saya tahu kalo pemerannya adalah  Zara JKT 48.

Cumaa saya penasaran waktu abah membatalkan niat menjual rumah dan dia bilang ke Maudy “saya rela melakukan apa saja”. Sebenernya apa sih yang dia lakukan sehingga surat akte rumahnya bisa balik ke dia? Kasih tau yaa kalau ada yang tahu…haha…

====

Oh iya saya nonton gratisan ini karena pakai poin Xtra Niaga. 5000 poin = Rp 50.000 bisa ditukar 2 tiket. (Kebetulan di ciputra seraya xxi tiketnya seharga Rp 50.000, di bioskop lain mungkin jumlah poin yang ditukar berbeda yaa).

Mau gratisan lainnya?  Install aja TIX ID dan dapatkan voucher gratis rp 25.000. Klik link dibawah ini dan masukkan kodenya ya.

Kode: 2YUQJN http://bit.ly/tixinvite

Happy watching!

4 respons untuk ‘Menonton Keluarga Cemara bersama si Kakak

Tinggalkan Balasan ke bundadodol Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s