Obat-obatan Yang Manjur Untuk Saya

Walau gak berharap sakit, tapi seperti kata pepatah, “Sedia Payung Sebelum Hujan” maka saya juga sedia beberapa obat-obatan sederhana baik di rumah ataupun ditenteng-tenteng di tas dalam perjalanan. Dari sekian banyak produk baik yang resep dokter, produk warung atau tradisional, ada yang saya bener-bener percaya sama khasiatnya ke keluarga saya. Berikut listnya (acak, tidak berdasar urutan kemanjuran, cuma berdasar yang lewat di pemikiran aja) :

  1. Lo Han Kuo

lo han kuo

 

 

 

 

 

Kalau tenggorokan mulai terasa cengkring-cengkring meradang, atau hidung mulai meler, panas dalam atau gejala-gejala awal akan influenza, saya biasa menyeduh 1 kotak lohan kuo dengan air hangat. Kalau tenggorokan sakit, gak pakai lama dia berasa lemes. Kalau pilek juga akan mereda. Senangnya lagi anak-anak pun bisa minum juga dan suka rasanya (walau terlalu manis buat saya).

Lo han kuo yang dipakai ini  berasal dari buah pohon Lo Han Kuo (lou han guo) atau Momordica grosvenori swingla. Saya pernah beli versi buahnya di Sogo. Bentuknya bulat coklat seperti sawo, tetapi kulit luarnya keras dan getas, jadi bisa kita pecahkan dengan menekan kuat-kuat. Kita bisa meminum dengan merebus buahnya dengan air. atau ya cara praktis saya cukup beli Lo Han kuo dalam kemasan hijau diatas seharga sekitar Rp 27.000 an ๐Ÿ™‚

2. Obat Sariawan

sariawan

Buat saya obat sariawan di atas ini manjur untuk mengobati sariawan. Bentuk botolnya kecil sekelingking. Isinya bubuk berwarna hijau kecoklatan. Rasanya agak sepet atau pahit. Dingin kalau ditaro di mulut yang luka. Dan gak lama sariawan pun sembuh.

Kalau anak-anak yang sariawan, karena rasa obat ini pahit jadi gak mungkin saya kasih. Entah ada hubungannya atau tidak, anak saya cocok pake mentega. Dioleskan saja di lukanya eh beneran sembuh. Awalnya sih cuma kasih mentega untuk bibir anak yang pecah-pecah akibat panas dalam eh ternyata bisa juga untuk sariawan.

3. Cetrizine

cetrizine

Ini obat yang saya nyesel banget baru tahu saat punya anak kedua, setelah bertahun-tahun saya menderita biduran karena alergi berat dan mencoba beragam pengobatan tradisional maupun obat dokter. Saat anak saya lahir dia alergi berat. Jadi sama dokter selalu dibekali Cetrizine drop yang pakai pipet (merknya bisa Oyzen, Tiriz, Rivel dll). Suatu hari saya biduran parah banget, sekujur tubuh. Iseng baca obat si baby, eh bisa lho untuk 12 tahun keatas dg dosis 1 pipet full. Saya minum aja. Dan taraaa, dalam tempo sekitar 1 jam semua bentol di kulit saya hilang. Amazing secara biasanya saya bisa tersiksa gatal dan bengkak berhari-hari. Jadilah saya selalu siapin Cetrizine drop ini di rumah.

Suatu hari saat dinas luar kota, saya lupa bawa obat ini, dan biduran. Beli ke century harganya lumayan mihil ya, diatas 60rb, lupa persisnya. Padahal stock di rumah banyak. Jadilah saya pilih beli incidal tablet, karena harganya lebih murah dan saya pikir cuma perlu 1. Tapi alamak, saat minum malam, besok paginya mata saya gak bisa melek. Padahal saya harus naik pesawat dan kendaraan untuk balik ke rumah. Sampe malam lagi efek ngantuknya gak ilang-ilang dan baru bisa oke besok harinya lagi. Jadi kapok minum obat ini.

Saat liburan ke Yogya sama bocils, biduran lagi, gak bawa obat lagi..haha bandel ya. Terus ke apotik disana dan ada donk obat cetirizine sirup yang cuma 10,000 rupiah… issh selama ini aku ditipu oleh dokter dikasih obat bermerk yang padahal isi dan khasiat nya sama saja dengan yang 10,000 rupiah. Di century dan apotik-apotik besar kayaknya obat ini gak ada. Akhirnya sekarang kalau di Rumbai pun ke apotik kecil aja dan beli cetrizine 10rb an ini saja.

E tapi yaa, ternyata ada yang lebih murah lagi. Saat ke Yogya sama suami, saya kumat lagi, dan kami jalan ke apotik RS bethesda. Kebetulan kami nginap di hotel depan bethesda. Cetirizine sirup gak ada, adanya tablet, dan cuma 340 rupiah sodara-sodara…hihi.. dan obat ini gak bikin ngantuk kayak incidal. Karena praktis dan gak khawatir tumpah jadi si obat tablet ini bisa saya bawa-bawa travelling.

4. Minyak Tawon

Buat saya yang punya anak super aktif, jatoh-jatoh, beset-beset dan berdarah adalah hal yang mungkin terjadi. Nah minyak tawon ini ampuh banget buat ngeringin luka. Dan enaknya lagi dia gak perih, jadi anak-anak gak tambah jejeritan pas diobatin. Saya sih biasa beli yang kecil kayak botol di kiri. Harganya sekitar 40.000 an. Waktu suami saya ke Makassar dia bawa oleh-oleh yang besar itu, katanya itu yang original. Harganya kayaknya sekitar 400ribuan ukurannya memang besar. Tapi entah kenapa saya ngerasa enakan yang kecil ๐Ÿ™‚

5. Minyak Kayu Putih

kayput

Nah ini pas banget buat ibu-ibu yang punya balita. Habis mandi, berenang, main-main air pasti anak-anak saya blonyohi minyak kayu putih. Bisa menghangatkan badan mereka, mencegah kembung. Untuk gigitan nyamuk juga bisa. Cuma kalau untuk luka kayaknya lebih perih gak seadem minyak tawon. Saya juga suka pakai kalau cuma untuk sekedar menghangatkan badan. Harumnya juga enak buat saya, berasa baby jadinya. Untuk merek caplang harga yang paling besar 210 ml sekitar 60.000. Yang paling kecil 30 ml sekitar 10.000. Untuk kayu putih saya gak terlalu fanatik merk. Merk lain juga Oke, harganya juga beti beti saja.

6. Minyak Angin Caplang

caplang

Nah kalau ini adalah level diatas minyak kayu putih. Jadi kayak sakit datang bulan yang sampe nungging-nungging jejeritan. Kembung berat. Asam lambung naik. Gak bisa poop. Saya langsung guyurin perut dan punggung pakai minyak angin caplang. Panasnya bisa mengalahkan sakit nyerinya. Kalau yang kembung atau gak bisa poop, habis dibanjiri ini langsung lancar deh gas dan ampasnya bisa keluar..hihi..  Kalau digigit serangga di daerah telapak kaki dan jari kaki, itu kan gatelnya susah banget ilangnya ya. Langsung aja deh guyur pake minyak angin cap lang gak lama bisa ilang gatalnya. Dulu seingat saya minyak angin cap lang bisa diminum, juga kalau sakit gigi tetesi di kapas dan taro di gigi yang sakit, tapi sekarang saya cek di brosurnya tidak ada tulisan itu.  Harga untuk 12ml sekitar 20.000.

7. Tolak Angin

tolakangin

Sesuai slogannya, orang pintar minum tolak angin. Maka saya juga penggemar minuman sachet tolak angin. Mau piknik cuma ke Ciamis atau ke Perancis, tetep selalu saya bawa tolak angin. Untuk merk saya gak terlalu fanatik ya, Tolak Angin, Antangin dan sejenisnya oke buat saya. Berasa ngangetin badan dan menghilangkan gejala masuk angin.

8. Wedang Jahe

Nah setelah sebelumnya berisi obat-obatan pabrikan. Sekarang beralih ke obat tradisional. Wedang jahe ini manjur banget buat saya dalam mengobati nyeri haid, masuk angin, batuk, dan menghangatkan badan. Cara membuatnya pun gampang banget cukup siapkan irisan jahe dan sedikit gula merah (boleh juga madu) dan direbus dalam air kemudian airnya diminum. Kalau malas rebus-rebus diseduh di gelas pun bisa. Jadi selalu sediakan jahe di rumah.

9. Teh Pahit

teh

Selain enak diminum panas-panas dengan gula (teh nasgitel = panas legi kentel), teh ini juga ampuh untuk perut saya kalau mules-mules dan ke toilet terus-terusan. Untuk obat mules-mules ini cukup teh dan air saja tanpa gula. Makin pahit berasa makin joss untuk saya. Lebih mantap kalau pakai teh awur bukan teh celup. Merk yang saya biasa pakai teh gopek atau teh botol.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s