Jalan Jalan di Rumbai

Waktu sepupu dan tante saya berkunjung ke rumah saya di Rumbai, terus terang Philips terang terus…eeh terus terang bingung juga mau diajak kemana coba. Lha wong orang Pekanbaru kalau tanggal merah aja berbondong-bondong kabur ke arah Sumatra Barat. Sementara kalau mau diajak piknik yang jauhan kayak Siak atau Kampar kayaknya kecapekan nanti.

Akhirnya saya bilang ke sepupu, “mau lihat danau buatan gak?” Kata sepupu, ” bagus?” “gak tau, saya juga belum pernah” haha…guide macam apa ini… tempat wisata sepelemparan batu dari rumah aja belum didatengin. Saya bilang sama dia, “tenang aja mami, obyek wisata sejelek apapun, nanti jadi cakep kalo di foto pake HP ku…” haha,..maapkan saya iklan sponsor 🙂

peta.JPG
peta lokasi Bukit Bintang, Amphitheater Danau Kayangan dan Danau Buatan

Tujuan pertama kita Amphitheater Danau Kayangan. Sempet gak ketemu di google maps, karena saya nyarinya Amphitheater Danau Buatan. Belakangan saya baru tahu kalau danau kayangan dan buatan adalah 2 tempat yang berbeda.

Kami menyusuri jalan pramuka. Gak jauh sebetulnya pintu gerbang danau kayangan, tapi kok kayaknya tertutup, jadi kita lanjut. (padahal bukan ketutup tapi memang cuma dibuka separo…haha…dasar guide amatir). Ya sudah lah ya, kita ke Danau Buatan. Di tengah jalan ada pasangan calon pengantin foto pre wedding di rumput-rumput ilalang. Kalau saja ada parkiran, pasti saya ikutan nimbrung foto disana..hihi.. Ada plang sederhana di persimpangan jalan menunjukkan Danau  buatan ke kiri. Kami masuk kesana, agak gak yakin sama jalannya karena kok sepi banget. Untungnya akhirnya ada ibu-ibu di tengah jalan mengutip retribusi. Oke ternyata kami gak nyasar. Masuknya 5000 rupiah. Mobil 5000. Anak saya 7 tahunan gak dia hitung.

danau buatan.JPG
sumber : google maps

Disana ada beberapa mobil parkir. Gak sampai 10 mobil. Anak-anak ABG foto-foto, rombongan keluarga, dan lagi-lagi ada calong pengantin foto prewedding. Hal ini membuktikan tempat sebiasa apapun, kalau fotografernya jago pasti tetep jadi oke. Disana cuma ada 2 dermaga, 1 bangunan gedung dengan anak2 tangga, kapal-kapal yang bersandar, 1 warung yang buka. Sisanya tidak ada apa-apa.

PhotoGrid_1539765047890
Hasil foto-foto alay di Danau Buatan

Setelah itu kami kembali, penasaran dengan Amphitheatre tadi. Tapi sebelum kesana, kami mampir ke Bukit Bintang. Aslinya sih tempat yang cukup tinggi untuk melihat kelap kelip bintang dan lampu kota Pekanbaru dari kejauhan. Sekarang mulai dikomersialkan, dengan menambah bangku-bangku, ayunan, hiasan love (saya pernah nulis entah kenapa dimana-mana selalu ada hiasan love, di sawah, bukit, lembah, gunung, sungai, hutan…huhu…). Juga ada warung kalau mau nongkrong sambil nyemil. Uang masuknya rp 3000/orang. Anak saya bayar, tapi mobil nggak.

PhotoGrid_1539765251885
pemandangannya nampak sejuk dan indah, percayalah ini hanya tipuan ala HP oppo 🙂

Dari situ kami ke Danau Kayangan. Disini free gak kena charge apapun. Dari gerbangnya masuk terus ke dalam. Di tengah jalan ketemu tanah warna warni yang disana juga banyak anak-anak ABG berfoto ria. Dan lagi-lagi ketemu calon pengantin :). Hati-hati foto di tanah warna warni ini karena sepatu anak saya kejeblos lumpur dan hasilnya dia bete sampai kami pulang nanti :). Dari sana jalan terus ke dalam ke arah Amphitheater. Dan ternyata jalan kesana lebih spooky daripada jalan ke danau Buatan. Bener-bener gak ada orang, dan kanan kiri pohon rimbun. Padahal sampai di lokasi lebih bagus daripada Danau Buatan. Ada beberapa bapak-bapak duduk-duduk disana, dan buat saya lebih serem lagi secara kami cuma perempuan semua. Akhirnya cabut dari sana buru-buru.

PhotoGrid_1539765371888

Anyway walau sederhana alamnya, sayang aja kalau tempat ini dianggurin begitu aja. Lokasi dekat banget dengan kota Pekanbaru, sebetulnya obyek wisata ini masih bisa banget di optimalkan untuk menarik pengunjung dari luar Rumbai. Mungkin Siak bisa jadi rujukan gimana kota yang biasa-biasa aja bisa berhias dengan rapi dan cantik dan didatengin orang dari luar kota termasuk dari ibu kota propinsi padahal harus ditempuh ber jam-jam.

O iya tambahan. Karena tante saya belum saya ajak kemana-mana, makanya besoknya saya ajak ke masjid raya Annur Pekanbaru. Iya tante saya alim, beda sama keponakannya 🙂 Jadi kunjungannya ke masjid. Di depan masjid yang cantik dan megah ini ada kolam ikan. Jadi bisa dibilang mirip-mirip taj mahal. Jadi tante, doain saya banyak rejeki ya, siapa tau next trip bisa ngajak ke Taj Mahal.

PhotoGrid_1539767535899
Gak kalah kan ya tante, sama Tom Cruise dan Kate Middleton 🙂

Doa saya buat kota Pekanbaru, semoga pemerintahannya bisa amanah. Bekerja untuk rakyat dan juga mengoptimalkan potensi daerahnya.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s