Bilbao, Here We Go… (part 2 : Jalan2 Menyusuri Kota)

Bilbao adalah sebuah kota terbesar di Pais Vasco bagian utara Spanyol. Propinsi yang ada di Pais Vasco adalah :

  • Alava, ibukota Vitoria (Gasteiz)
  • Vizcaya, ibukota Bilbao
  • Guipuzkoa, Ibukota San Sebastian (Donostia)

Kenapa perlu menyebutkan propinsi-propinsi lain? Karena San Sebastian adalah salah satu tempat cantik yang masih bisa terjangkau dari Bilbao hanya dengan 1 jam perjalanan saja.

bilbao
Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Guggenheim_Museum_Bilbao

Nah itu tampilan kotanya dari atas, saya ambil dari Wikipedia. Gedung berwarna hitam di pojok kanan adalah Grand Hotel Domine. Di depannya ada semacam patung yang ditumbuhi tanaman disebut The Puppy (walau saya pikir kayaknya lebih mirip kucing ya :)). Bangunan berwarna metalik yang tampak futuristik dan modern itulah Museum Guggengeim. Katanya sih termasuk dalam jajaran 10 museum terindah, terbaik, mengagumkan di dunia gitu sih.

Sungai besar bersih dan cantiknya bukan Kalijodo ya, tapi Sungai Nervion. Dulu katanya sungai Nervion ini super duper tercemar, tetapi sejak didirikan Museum Guggengeim tahun 1980, dilakukan penataan ulang kota, dan jadilah buat saya (yang gak pernah jalan-jalan kemana-mana ini) Bilbao salah satu kota paling bersih dan rapi yang saya tahu. Dibandingkan dengan Bilbao, Madrid jadi tampak sumpek dan berantakan (bersihnya sedang ya, cuma parkir kendaraannya ampuun deh). Tapi ya mungkin karena warganya sedikit ya, jadi ngaturnya gampang. Penduduknya cuma sekitar 350,000 jiwa di tahun 2016 (sumber : Instituto Nacional de Estadística). Kira-kira sebanding dengan penduduk Siak Sri Indrapura yang 377.200 di Sensus 2010. Lha kok dari Spain nyasar ke Siak? Hihi.. soalnya 2 minnggu sebelumnya saya habis jalan-jalan ke Siak, dan amazing sama kerapihan dan kebersihan kotanya yang jauh banget sama Pekabaru sebagai Ibukota Propinsi. Mungkin kesamaan kedua kota itu ya sama-sama sedikit penduduknya :).

Jembatan berwarna merah juga jadi salah satu maskot kota namanya Puente de la Salve atau La Salve Zubia  (Puente dalam Bahasa Spanyol = Jembatan;  Zubia dalam Bahasa Basque = Jembatan).  O iya di Bilbao orang-orang banyak memakai Bahasa Basque dan Spanyol. Mungkin itu sebabnya agak susah bertemu orang yang bisa berbahasa Inggris disini, seperti pengalaman makan di Arabe del Norte 🙂 ya kan pakai 2 Bahasa aja udah ribet masak mo nambah Bahasa lain lagi :).

Jembatan La Salve ini juga disebut Prince & Princess of Spain Bridge. Dibuat dari beton dan juga jembatan pertama di Spanyol yang dibangun dengan cable-stayed system dan steel deck. Jembatan ini dibangun di tahun 1970 dan red gate nya dbuat oleh seniman Perancis Daniel Buren saat ulang tahun Museum Guggenheim yang ke 10.

Okeh itu sekilas pandangnya ya, sekarang masuk ke itemize nya (e buset udah panjang gitu baru abstraksi :))

Pagi-pagi, setelah sarapan di hotel, saya berniat memulai petualangan Sherina, SHEndiRIan entah dimaNA. Sebelumnya sih udah browsing sana-sini soal tempat-tempat yang bisa dijelajah dari sini. Target pertama sih San Sebastian. Kota kecil dengan view pantai ditambah pemandangan eksotik nan jadul bangunan-bangunan kotanya kayak gereja, city hall, jembatan dan sebagainya. Siapkan mental dan terpenting adalah siapkan kuota..hihi..yaiyalah kan buat google maps. Dari pertama saya gak beli kuota sama sekali, bukan apa-apa mahal ya bu… Karena akan jalan-jalan sendiri jadi bela-belain beli kuota telkomsel. Untuk 1 hari kuota saja di Spanyol harganya 200 ribu rupiah. Kalau plus telp dan sms Rp 400 ribu rupiah..huaahhem…

Untuk ke San Sebastian saya bisa naik bus dari terminal bus Utama San Mames. Di San Mames ini juga ada Stadion San Mames, tempat Athletic Bilbao yang katanya cuma menerima pemain keturunan Basque aja. Jadi udah pasti saya yang keturunan Majapahit ini gak bisa gabung di club nya..hihi..

Sekarang gimana caranya ke San Mames. Saya tanya resepsionis hotel, dengan ramah dia langsung ngerobek kertas di buku…eh buset ternyata itu buku peta, dan nunjukin rute ke San Mames. Saya bisa jalan kaki 20menit (whaat) atau saya bisa naik trem dari depan hotel sanaan dikit ke San Mames. Saya tanya, gimana bayarnya? Kata dia o nanti disana bisa beli karcisnya.

Oke deh nyebrang jalan ke arah Museum Guggenheim yang legend, terus celingukan. Heii dimana tremnya. Celingukan nyari orang yang bisa ditanyain. Gak ada orang. Makanya kotanya bersih dan rapi ya, orang yang mau nyampah gak ada…hihi… Okeh akhirnya ada lewat beberapa orang. Bapak-bapak tua dan mas-mas super ganteng. Ya udah tau donk saya bakal nanya yang mana…hahaha… ya bukan apa-apa kemungkinan yang muda bisa berbahasa Inggris kan lebih gede. Dan dengan baik hatinya gak cuma jelasin arahnya dia nganter sampe ke persimpangan jalan. Aduh terharu, cuma ya kenapa lupa ngajak foto bareng ya…#paansih.

trem
Rel di rumput hijau sebelah kiri adalah jalur trem. Dekat di mata jauh di kaki 🙂

Ternyata tempat naik trem nya ya cuma kayak halte doank. Nanya 1 orang lagi, ibu-ibu, Dia ngasih tau kalo saya harus nyebrang naik trem yang arah satunya lagi. Saya tanya dimana beli kartu untuk naik trem. Dia keliatan bingung jawabnya. Mungkin dia gak terlalu ngerti Bahasa Inggris atau saya yang Bahasa inggrisnya belepetan. Kayaknya sih kemungkinan kedua ya 🙂 Saya menyebrang sisi rel trem yang satunya. Tanya lagi sama anak muda perempuan. Dia juga gak bisa jelasin dimana beli kartunya. Sebetulnya hasil googling bisa beli di Tourist Information Center cuma lumayan jauh juga jalan kaki ke sana. Dan jam sudah menunjukkan jam 10 pagi. Kayaknya kalau keukeuh kesana pun sudah siang sampe disana, belum kalo pake nyasar, jauh banget kan dari hotel. Kalau cuma keliling kota Bilbao yang cuma kecil (versi google maps, kalau dijalani ya pegel :)) kalaupun nyasar-nyasar dan lost in translation bisa pulang jalan kaki.

Oke jadi saya balik ke Museum Guggenheim. Museum sudah buka mulai dari jam 10.00-20.00 (disini masyarakatnya males begadang kayaknya). Karena mau saving waktu, saya skip dulu masuk museumnya. Dimulai dari si Puppy yang berada tepat di depan hotel dan disamping museum. Kalo yang diatas jepretan professional dari Wikipedia, yang dibawah jepretan saya dari kamera HP korea 🙂

bilbao 1

Si Puppy

guggenheim

Museum Guggenheim yang khas sekali bentuknya tampak samping

pintu masuk museum

Pintu masuk museum

guggenheim 3

Laba-laba raksasa yang jadi maskot museum juga. Latar belakangnya adalah Jembatan La Salve dan Red Gate nya.

guggenheim 2Turis yang kesasar. Biar gak dituding nulis hoax, harus ada bukti dirinya di tangga turun museum Guggenheim. Mecucu bukan gaya-gayaan ya, tapi super duper adem, pagi-pagi sampai 0 derajat, walau tanpa salju cuma anginnya bikin merinding disko. Jadi kalo mulut nyebul udah kayak nge-vape alami 🤣🤣

zubizuri

Kalau kita lewat belakang museum dan meneruskan perjalanan menyusuri Sungai Nervion, maka akan bertemu dengan jembatan Zubizuri / Pasarela Zubizuri yang bentuknya melengkung bagus banget, cuma saya gak bisa aja moto-moto cantik ala fotografer itu…haha…

bilbao 12Istirahat sejenak di bangku-bangku taman yang berjajar di sepanjang tepian sungai. Foto diatas adalah pemandangan di seberang sungai. Sama seperti di Madrid, mobil-mobil diparkir di jalanan, karena memang bangunannya tidak di desain mempunyai lapangan parkir.

bilbao mapTarget saya bisa sampai ke Mercado de la Ribera (pasar Ribera). Tapi ini masih sepertiga jalan…fyuuh semangat 😀

bilbao city hall

Akhirnya bisa sampai ke Bilbao City Hall. View dari seberang sungai. Di depan city hall ada semacam patung/ sculpture yang berbentuk bulat berwarna tembaga karya Jorge Oteiza. Namanya Variante ovoide de la desocupación de la esfera, artinya silakan tanya mbah google :).  Sementara yang berwarna hijau berbentuk manusia itu karya Vicente Vázquez Canónico namanya Conmemoración al Día del Mar (peringatan hari laut).

Intinya banyak deh karya-karya seni bertebaran di sepanjang jalan yang saya lewati. Kalo di Jakarta yang banyak tiang listrik bertempel pamflet badut dan sedot tinja,…hihi…

bilbao play ground

Nggak cuma karya seni, di sini juga banyak banget play ground buat anak-anak. Padahal ya sepanjang saya wira wiri dari tadi pagi saya gak liat anak kecil sama sekali.. o iya pada sekolah kali ya. Saya baru jalan sekitar 1 km sudah ketemu 3 play ground. Play ground yang diatas ini patut diabadikan karena akan ada dikisah berikutnya… tsaaah…

Masih menyusuri sungai tadi, sampailah di Areatzako Pasealukea (=jalan setapak). Saya duduk-duduk di kursi taman, dan baru sadar kalau dari ada cowok yang sama di seputaran saya. Dia duduk di kursi taman di seberang saya dengan gerak gerik mencurigakan.

bilbao park

Saya berdiri. Dia berdiri juga. Saya berhenti dia berhenti sambil mengeluarkan HP nya nelpon. Perasaan mulai gak enak. Secara sebelumnya mbak tour guide saat di Madrid dan sepupu saya yang tinggal di Eropa sudah memperingatkan banyaknya pencopet di Spanyol. Tapi saya sih pikir kota tenang seperti Bilbao akan minim kejahatan.

Ragu-ragu, balik gak ya balik gak ya. Tinggal sedikit lagi sebelum Unamemo Plaza, Cathedral de Santiago dan Pasar Ribera. Mungkin saya cuma GR aja siapa tahu emang itu orang mau ke arah yang sama. Ya tapi kenapa kalo saya istirahat dia berenti juga. Ya mungkin capeknya barengan. Suasana tamannya sumpah sepi banget. Jadi kalo kenapa-kenapa mau teriak-teriak juga harus ke tengah jalan yang ada orangnya.

bilbao park 2

Okelah safety 1st. Jadi saya turun ke sebelah kanan gerbang putih di foto di atas, balik arah kembali ke arah ke city hall. Saya tengok ke belakang, dan orang yang sama ternyata juga di belakang saya. Lha kalo tadi saya berasumsi GR dia dibelakang saya karena bertujuan yang sama, masak iya saya balik arah pulang dia ikut balik? Saya jalan makin cepat. Nengok lagi ke belakang, orang itu di belakang saya di balik pohon. Dan orang terdekat sama saya ada di jarak mungkin 100-200meter. Njrit, kenapa cerita liburan berubah jadi cerita horror begini sih 🙂

Akhirnya dengan gak tau malu saya lari…beneran lari lho. Target ke orang terdekat. Akhirnya istirahat di play ground yang saya foto tadi. Ada sepasang suami istri dan anaknya lagi main disitu. Mereka ngeliat saya dengan bingung karena orang dewasa ngapain ngetem di playground kali ya, terus juga ngos-ngosan. Saya bilang kayaknya saya dikuntit orang. Dan untungnya mereka bisa Bahasa Inggris. Yang suami melihat jalan sekeliling. Terus kasih suggestion, kalau saya mau balik ke hotel lewat jalan raya, gak usah lewat pinggir sungai lagi. Oke deh sesudah selesai ngos-ngosannya saya lanjutin langkah pulang. Sesekali nengok ke belakang, tapi aman kayaknya karena banyak orang lalu lalang. Lewat jalan yang sama sekali beda sama jalan tadi dan… get lost :D.

Ada sih google maps, tapi buat lebih yakin saya tanya sama bapak2 yang pake sepeda motor lagi parkir. Dan kembali lagi saya gak tau dia ngomong apa. Dia berusaha menjelaskan lokasi hotel saya dengan bahasanya. Saya oke oke aja. Pas dia pergi saya buka google maps lagi. Dan ternyata tiba2 saya dipanggil “senorita!” Lhaa si bapak motor lagi. Dia ngomong panjang lebar saya gak ngerti. Akhirnya tangannya memberi tanda ajakan untuk ngikutin dia. Dan bener dengan mengendarai motornya pelan-pelan, saya di-guide dia sampai ke lokasi dimana hotel saya tampak. Google maps gak salah juga sih, cuma satunya via depan hotel satunya via belakang hotel. Betapapun setelah pengalaman lari-lari di kejar orang bener-bener Muchas Gracias, Eskerrik asko ke bapak motor ini deh.

Kembali ke hotel. Ngos-ngosan di kamar sambil nyeduh Pop Mie…halah… Eh datang room girl eh room woman, ngomong entah apa, saya juga bingung apa maksudnya saya disuruh nangkring di kursi sementara dia beresin kamar atau gimana. Disini ngerasa banget Bahasa Inggris saya yang pas-pasan tidak membantu, Tapi Bahasa tubuh yang berarti..hihi…

Saya ngatur nafas dulu deh..entar disambung jalan-jalannya abis nyiapin mental spiritual dan ngabisin pop mie

===

Review Hotel & Resto nya : https://curcolbudol.com/2018/03/12/bilbao-here-we-go-bagian-1-hotel-resto/

Urus Paspor & Visa Schengen : https://curcolbudol.com/2018/03/08/mengurus-paspor-visa-sendiri-atau-via-biro-jasa/

 

 

 

 

Iklan

5 respons untuk ‘Bilbao, Here We Go… (part 2 : Jalan2 Menyusuri Kota)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s