Bilbao, Here We Go.. (bagian 1 : Hotel & Resto)

Dari Madrid, saya sampai di Bilbao sudah malam. Karena bus-bus di Eropa super duper tertib. Setiap jalan berapa KM atau berapa jam mereka harus istirahat sekian menit. Jadilah perjalanan sekitar 400km di tengah jalan tol yang mulus dan kosong melompong harus ditempuh selama 6 jam. Kalau sopir bus Sumber Kencono mungkin bias tembus 4 jam 🙂

Kami langsung drop koper di hotel, tanpa masuk kamar langsung jalan kaki ke restoran yang cuma berjarak 100meteran. Restorannya adalah Arabe del Norte. Dari namanya sudah terbayang bahwa hidangannya adalah masakan timur tengah. Karena lumayan susah mencari restoran halal disini, jadi pilihan terbatas di masakan India atau Arab, yang buat saya terlalu full rempah-rempah.

menu bilbao 5
Suasana depan Restoran Arabe del Norte

 

menu bilbao 4
Sumber : FB Arabe Del Norte

Waiter nya cuma bisa Bahasa Inggris sekedar sapaan aja. Super duper ramah dan banyak bicara, walau dia ngomong apa kami gak ngerti juga.  Jadi jangan harap bisa jelasin deskripsi menunya ya. Jadi mari tebak-tebak buah manggis saja.

menu bilbao

Okeh hidangan pembuka adalah semacam samosa dan makanan bulat kayak perkedel gosong bernama Falafel / Falafil. Makanan ini terbuat dari kacang Arab yang digiling dan kemudian dipadatkan dan dibuat bola-bola kecil pipih lalu digoreng. Karena super lapar, kedua cemilan ini tandas saya makan.

menu bilbao 1

Minumnya semacam teh herbal. Yang kalau menurut temen saya ini teh odol 🙂 karena rasa semriwingnya terlalu kuat, sehingga berasa habis sikat gigi.. Haha…Saya skip. Sudah cukup bahagia dengan air mineral saja.

menu bilbao 2

Menu lainnya yang bisa ditorerir hanya semacam daging iga yang dimasak kuah dengan taburan wijen. Mungkin namanya Tagine (tajin). Yang paling tidak bisa ditolerir adalah kuskus (couscous) mirip seperti nasi kuning berempah (walau sebenarnya pasta) yang diatasnya diberi beragam sayur dan daging. Untung dagingnya masih bisa dimakan.

menu bilbao 3

Setelah makan, saya kembali lagi ke hotel. Tempat menginapnya di Grand Hotel Domine Bilbao. Persis di depan Museum  Guggengeim dan yang terkenal (lha padahal saya juga baru tahu setelah googling mau ke Bilbao 🙂

Setelah di Madrid, dan sekarang di Bilbao, saya jadi ngeh kalo hotel-hotel di Indonesia tuh cukup megah dan mewah. Hotel Grand Domine sendiri tampak depan biasa banget, tanpa teras dan halaman (ya kali rumah pake teras dan halaman), hihi… Maksudnya dari jalan raya tuh ya udah langsung trotoar dan pintu hotel, gak ada parkiran atau lobby teras gitu.

Desain di dalamnya juga minimalis banget. Mungkin mau berkesan futuristik biar match sama Museum Guggengeim.  Kayak ada jam yang besar di dinding yang terdiri dari susunan garis-garis dan bisa berubah menjadi angka. Terus ada susunan batu-batu koral di beronjong sampai menjulang ke atas. Ya mungkin selera seni saya aja yang rendah 🙂

Gran_Hotel-_Domine_-26
Sumber : https://www.hoteldominebilbao.com/
PhotoGrid_1520828134335 (002)
Jam besar ini menghiasi 1 sudut tembok hotel di lobby plus 1 kursi panjang utk menunggu

Kamar saya di lantai 2. Masuk kamar ada 1 botol minuman complimentary. Ya walaupun gak 2 botol kayak di hotel di Jakarta tapi lumayan lah karena di Madrid kemarin gak ada minuman gratis kecuali air keran :).

20180226_210521_resized

Bath room ke kamarnya cuma dibatasi kaca jadi bebas lah ya kalo mo ngintip orang mandi..hihi…bukan ngintip lagi.. ngablak. Seperti di Madrid juga, disini gak ada jet washer/ shower. Jadi itulah gunanya tissue basah banyak-banyak dan botol Aqua sodara-sodara. Bedanya disini ada bidet yang terpisah dari toilet. Suatu penemuan yang unfaedah buat orang ndeso seperti saya :). Ya masak sih ya, kita abis BAB, harus jalan dulu, pindah tempat nongkrong buat sekedar bilasan 🙂 Mbok mending sediain ember dan gayung…hihi…

View dari jendela hotel adalah di bagian belakang hotel, jalan dan deretan bangunan. Sepi banget, karena toko-toko biasa tutup jam 8 malam.

20180226_212651_resized

Senangnya disini bantal selalu ada 4 atau lebih. 2 ukuran biasa, dan 2 nya lagi ukuran lebih besar yang bisa saya pake buat guling. Selain ndeso gak bisa hidup tanpa gayung, saya juga susah tidur tanpa guling, Kasur empuk dan lembut, masalahnya ini kasur buat disenderin aja bisa nggeser 🙂 Jadi kalau saya senderan di kepalanya leyeh-leyeh nonton TV, lama-lama kasurnya jalan ke depan…xixi…boro-boro mo roll depan, roll belakang sama kayang sama suami ya…haisssh… maksudnya siapa tau kita mau senam lantai gitu 😀

20180226_210536_resized

TV, ya terima nasib aja ya, semua berbahasa entah Spain atau Basque. Jadi walaupun di TV si ganteng Mark Harmon di film NCIS, tetep aja dubbingan yang gak ngerti artinya.

Disini juga gak ada kolam renangnya… ya walau gak mau berenang juga di suhu 0 derajat tapi kan bisa buat pepotoan 😁.

Sebetulnya ada rooftop restoran yang katanya viewnya bagus banget. Cuma lagi direnovasi. Jadilah kita bobo aja.

Setelah tidur seadanya, karena saya masih berasa jetlag dengan beda waktu 6 jam ini.. ndesoo… Akhirnya pagi juga dan bisa bersiap-siap untuk sarapan. Buffet restorannya sendiri hanya ada buah-buahan, roti-rotian dan minuman. Ya kali situ ngarep bubur ayam sama lontong sayur :D. Lebih sederhana dari hotel di Madrid. Menu utamanya kita milih dari buku tamu. Ya sudah lah ya, daripada bingung makan aneh-aneh kita ambil paket standard omelet a.k.a telor dadar 😀 Separah-parahnya telor dadar pasti enak kan yaa. Dan emang beneran enak. Dan penyelamat lain datang. Salah seorang rombongan ternyata membawa pop mie dan saus sambel…Ya ampuun mbok ya dari kemariin…hihi…

20180312_134808 (002)Habis sarapan kenyang siap-siap jalan-jalan. Cerita nya saya tulis disini :

https://curcolbudol.com/2018/03/13/bilbao-here-we-go-part-2-jalan2-menyusuri-kota/

Malamnya saya makan seafood di Restaurante Marisqueria Mazarredo. Marisqueria sendiri berasal dari Bahasa Basque = kerang. Mazzaredo mungkin karena letaknya di Mazarredo Zumarkalea 49, sekitar 100 meter saja dari hotel.

Menu pembukanya roti dan beragam daging asap-asapan khas Spanyol yaitu Iberian Ham atau Jamon Iberico. Besar kemungkinan daging non halal ya. Tapi bisa ditanyakan kepada restorannya. Masalahnya, yeah masalah klasik, si pemilik restorannya tidak bisa Bahasa Inggris. Soal menupun cuma menunjukkan rekomendasi teman yang dikirim via WA 🙂

Selanjutnya ada Bonito Tuna Belly and Piquillo Pepper Salad. Dilanjut Pulpo ala Gallega  (Octopus Galician Style). Yup octopus a.k.a gurita. Saya sih langsung mbayangin tentakel-tentakelnya…hii..Katanya sih octopus ini salah satu menu andalah restoran-restoran Galacian di Spanyol. Buat saya? Hmm cukup cicip segigit aja :D. Dilanjut dengan hidangan Grilled Prawn. Ini rasanya gak aneh-aneh dan enak kok. Cuma mengingat usia lanjut dan kadar kolestrol saya cuma icip 2 biji 😀

Semua paket menu ini plus baru menu pembukaan….hihi.. banyak bets yaaks.. tapi tetep kenyang gak puguh, karena saya masih mendambakan nasi…hihi… Menu utamanya bisa pilih : Grilled Entrecote Steak atau Butterflied Sea Bass. Plus nanti dessert dan Navarra crianza (minuman anggur). 1 Paketnya 28 Euro. Ya pantes sih lha wong bisa dimakan orang serumah.

 

 

 

 

Iklan

2 respons untuk ‘Bilbao, Here We Go.. (bagian 1 : Hotel & Resto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s