Mengurus Paspor & Visa? Sendiri atau via Biro Jasa?

PASPOR

Terakhir kali membuat paspor jaman masih awal bekerja. Free dari kantor, jadi mau dipake atau nggak ya sudahlah ikutan bikin ūüôā Saya mengurusnya di Dumai, itupun cuma kepake 2 kali ke Singapur dan Malaysia yang jaman dulu jadi salah satu eh salah dua negara yang bebas visa. Kalau sekarang kan sudah banyak ya.

Setelah sekian lama, paspor sudah penuh debu dan usang (tsaah kayak lagu), dan sudah expired tentu saja, pak suami mengajak pergi jalan-jalan. Jadilah saya siap-siap kumpul dokumen untuk membuat paspor kembali.

Bahan-bahan yang diperlukan  : (ya kali bikin kue :))

  1. KTP
  2. KK
  3. Akte kelahiran / Surat Baptis/ Ijazah / Surat Nikah
  4. Paspor lama

Semua dokumen disiapkan fotocopy untuk diserahkan dan asli untuk pencocokan keabsahannya.

Saat mengurus paspor inilah baru saya tahu kalau Akte kelahiran dan Surat Baptis saya hilang. Soal cara mengurus akte dan surat yang hilang nanti di postingan yang lain. Karena untuk mengurus paspor bisa dipakai data pengganti yang lain seperti ditulis di bulet no 3 diatas.

Pengisian data bisa dilakukan secara manual, kita datang langsung atau mengisi aplikasi secara online di website Dirjen Imigrasi.

Setelah data diiisi kita melakukan wawancara dan verifikasi dokumen. Pembayaran bisa dilakukan melalui ATM. Setelah selesai tinggal menunggu paspor siap sedia. Biasanya sekitar 3 hari kerja.

Referensi detail soal persyaratan pembuatan paspor juga bisa dilihat di link berikut

http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa#umum

Berapa sih besaran biayanya? Resminya sbb :

  1. Paspor biasa 48 halaman Rp. 300.000,-
  2. Paspor biasa elektronis (e-passport) 48 halaman Rp. 600.000,-
  3. Paspor biasa 24 halaman Rp. 100.000,-
  4. Paspor biasa elektronis (e-passport) 24 halaman Rp. 350.000,- (*saat ini belum tersedia)
  5. Paspor biasa 24 halaman pengganti yang hilang yang masih berlaku Rp. 200.000,-
  6. Paspor biasa 24 halaman pengganti yang rusak yang masih berlaku Rp. 100.000,-
  7. Paspor biasa elektronis (e-passport) 24 halaman pengganti yang hilang yang masih berlaku Rp. 800.000,-
  8. Paspor biasa elektronis (e-passport) 24 halaman pengganti yang rusak yang masih berlaku Rp. 350.000,-
  9. Paspor biasa 48 halaman pengganti yang hilang yang masih berlaku Rp. 600.000,-
  10. Paspor biasa 48 halaman pengganti yang rusak yang masih berlaku Rp. 300.000,-
  11. Paspor biasa elektronis (e-passport) 48 halaman pengganti yang hilang yang masih berlaku Rp. 1.200.000,-
  12. Paspor biasa 24 halaman pengganti yang hilang/rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alam dan awak kapal yang kapalnya tenggelam Rp. 100.000,-
  13. Paspor biasa Elektronis (E-passport) 24 halaman pengganti yang hilang/rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alam dan awak kapal yang kapalnya tenggelam Rp. 350.000,-
  14. Paspor biasa 48 halaman pengganti yang hilang/rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alam dan awak kapal yang kapalnya tenggelam Rp. 300.000,-
  15. Paspor biasa Elektronis (E-passport) 48 halaman pengganti yang hilang/rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alam dan awak kapal yang kapalnya tenggelam Rp. 600.000,-
  16. Jasa Penggunaan Teknologi Sistem Penerbitan Paspor berbasis Biometrik Rp. 55.000,-

Gampang kan? Sebetulnya bisa dilakukan sendiri. Tapi mungkin saking gampangnya  jadilah antrian paspor online penuh. Manual? Sama juga antri tak berkesudahan. Kalau waktu agak senggang mungkin ya ditunggu saja sampai tidak peak season, musim liburan, musim haji, dan sebagainya. Tapi kalau benar-benar urgent dan harus buru-buru atau tidak punya waktu mengantri terpaksa kita pakai biro jasa.

Jika pakai biro jasa data bisa kita kirimkan langsung via wa atau email. Kita datang untuk verifikasi data dan foto. Bayar biro jasanya dan selesai. Biayanya? Siap-siap rogoh kocek 3-6x lebih mahal dari tarif resminya :).

Dan karena urus paspor pake biro jasa ini termasuk tidak resmi, jadi biasanya sih transaksi dilakukan sembunyi-sembunyi. Tsaah, udah kayak film-film mission impossible gitu waktu menyerahkan dokumen atau uangnya. Yaela transfer aja napaah. Karena tidak resmi dan mungkin ada beberapa cepretan uang di petugas, jadi sangat tidak disarankan memakai jalur ini ya, demi Indonesia Bersih, Bebas Pungli dan Korupsi….ciyeeeh….

Paspor selesai. Sekarang mengurus…

VISA

Kebetulan negara yang ingin saya kunjungi adalah Spanyol dan Perancis. Sehingga saya bisa membuat Visa Schengen. Visa Schengen adalah visa khusus untuk berkelana di lebih dari 20 negara di Eropa.

Visa ini adalah hasil perjanjian yang dilakukan negara-negara Uni-Eropa di kota Schengen, Luxemburg pada tahun 1985 yang antara lain mengatur tentang penghapusan pengawasan perbatasan negara-negara Uni Eropa dan kebijakan ijin masuk dalam jangka waktu yang pendek.

Negara-negara yang bisa menggunakan Visa Schengen adalah :

AUSTRIA, BELGIA, REPUBLIK CEKO, DENMARK, ESTONIA, FINLANDIA, PERANCIS, JERMAN, YUNANI, HONGARIA, ISLANDIA, ITALIA, LATVIA, LIECHTENSTEIN, LITHUANIA, LUXEMBOURG, MALTA, BELANDA, NORWEGIA, POLANDIA, PORTUGAL, SLOVAKIA, SLOVENIA, SPANYOL, SWEDIA , SWISS

Selain negara-negara diatas, kita juga dapat masuk ke negara berikut jika mempunyai Visa Schengen :

Bulgaria, Romania, Krosia, Siprus, Albania, Andora, Antigua dan Barbuda, Bosnia dan Herzegovina, Kosta Rika, Republik Dominika, Georgia, Honduras, Kosovo, Makedonia, Montenegro, Panama, Sao Tome dan Principe, Serbia, Taiwan.

Di kedutaan mana kita bisa apply Visa Schengen? Secara teori di kedutaan dimana kita paling lama tinggal. Tapi kenyataannya saya lebih lama di Spanyol, tetap bisa apply melalui perwakilan Perancis.

Dokumen yang diperlukan :

  1. Formulir permohonan/  application form bisa diisi online di tempat kita akan membuat visa. Untuk Perancis websitenya adalah : https://fr.tlscontact.com/id/JKT/index.php
  2. Foto 3.5 x 4.5 dengan latar belakang putih. Baju jangan putih yaa. Komposisi wajah 80% dari keseluruhan foto. Atau bilang saja sama tukang fotonya mau bikin foto untuk visa Schengen :). Kalau fotonya tidak pas dengan standar yang dibutuhkan, ada kok layanan jasa foto disana Rp 75,000.
  3. Paspor
  4. Asuransi perjalanan dengan nilai pertanggungan minimal 30rb euro atau US$50. TLS contact mempunyai daftar asuransi¬†bonafid yang bisa membuatkan asuransi tersebut, seperti AXA, ACA, AIA, Sinar Mas, Zurich, Allianz, dsb. Biaya asuransinya sekitar 40-100 USD. Weww…belum berangkat udah keluar banyak ya boook..
  5. Rekening bank 3 bulan terakhir. Dari agen yang saya ikuti diperlukan saldo sekitar Rp 50juta di rekening kita. Tapi banyak juga yang kurang dan tetap bisa berangkat.
  6. Surat keterangan Bank. Bank sudah punya standar template-nya. Untuk BCA biayanya Rp 50,000. Bank Mandiri 100rb rupiah.
  7. KTP
  8. Kartu Keluarga
  9. Akte Nikah
  10. Akte kelahiran… nah lo… seperti saya tulis diatas akte kelahiran saya hilang, jadi saya bawa back up ijazah saya, cuma gak diperlukan juga ternyata.
  11. Travel Itinerary : ya bikin aja yang simple-simple, hari pertama mau kemana, naik apa, nginep dimana, dst.
  12. Tiket Pesawat, baik berangkatnya, pulangnya atau selama di sana jika kita perlu lintas Negara dengan pesawat. Karena permohonan visa belum tentu disetujui, kita bisa membawa bukti pemesanan tiket yang belum dibayar.
  13. Bukti booking akomodasi jika menginap di hotel. Jika menginap di rumah kerabat, kita bisa mintakan surat pernyataan dari dia.
  14. Surat undangan, jika kita ada yang mengundang untuk urusan bisnis, pendidikan dsb.
  15. Statement Letter. Bisa dikeluarkan kantor kita yang menyatakan bahwa kita bekerja di perusahaan tersebut dan akan pergi ke xxx selama xxx hari dan akan kembali pada tanggal xxx. Karena saya males ngurusnya, jadilah dibuat surat pernyataan dari suami saya yang menyatakan kalau dia menjamin biaya-biaya saya selama disana dan akan keluar dari sana pada tanggal yang sudah disebutkan.
  16. Print out Janji pertemuan untuk wawancara dan foto sidik jari.

Tempat pengurusannya di :

TLScontact center Perancis (1 tempat dengan TLScontact center Switzerland dan 1 gedung dengan TLScontact center Spanyol) : Menara Anugrah Lantai 3, Lingkar Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, RT.1/RW.2, Kuningan Tim., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

TLS contact adalah semacam agen perantara yang diberikan kewenangan oleh Kedutaan Besar Perancis di Indonesia untuk menginformasikan dan menyarankan publik mengenai prosedur aplikasi visa, untuk menerima aplikasi visa , mengumpulkan biaya visa dan mengembalikan paspor kepada pemohon pada akhir proses

Biayanya : Biaya visa Schengen kemarin 60eur/orang. Biaya ini hanya bisa dibayar dalam mata uang Rupiah dan berubah tergantung fluktuasi mata uang.

biaya visa schengen
Sumber : Website Kedutaan Perancis

 

biaya visa schengen
Sumber : Website TLS contact center

 

Selain biaya pengurusan visa Perancis, juga ada biaya jasa pelayanan dari TLScontact sebesar Rp 400.000 yang sudah disetujui oleh kedutaan Perancis.

O iya TLScontact juga mempunyai paket layanan premium yang lebih nyaman, karena :

  • ada loket khusus dengan beragam majalah, kue dan minuman.
  • Agen pendamping Pribadi selama proses penyerahan dokumen.
  • Gratis fotokopi (kalo fotokopi disini Rp 1000/ lembar :)), pencetakan email, dan bantuan pengisian form.
  • Kebebasan mengirimkan kekuarangan dokumen sampai jam 3 sore
  • boleh menggunakan telepon genggam (kalau layanan biasa, semua tas dan hp diletakkan di loker)
  • Biayanya Rp 450,000/orang. Dan tidak ada jaminan bahwa kita akan mendapat persetujuan atau percepatan layanan visa.

Biasanya orang apply visa Schengen jauh-jauh hari, selain proses nya yang memakan waktu cukup lama, kalau-kalau ada data yang kurang kita masih punya waktu untuk melengkapinya. Tapi saya mendadak dangdut saja tanpa persiapan apa-apa.

Rencana keberangkatan saya hari Minggu¬†tgl 25 Februari, dan kami baru¬†submit data hari¬†Selasa tgl 6 Februari :). Mendapat panggilan untuk wawancara hari Selasa tgl 13 Februari, dimana hari Jumat, Sabtu, Minggu nya tanggal merah :). Selasa 20 February kami mendapat sms pemberitahuan : “Your passport has been returned to TLScontact center. Please bring necessary documents to collect it from Monday to Friday, from 08.30 to 11.30 and 13.30 to 16.00.”

Weww…jangan girang dulu, paspor dikembalikan belum tentu visa disetujui. Dag dig dug der…bukan apa-apa, untuk wawancara dan foto saya sudah keluar uang pesawat PP ke Jakarta. Dan taraaa….

visa schengen

Duh mukanya kenapa mellow gitu ya…hihi pasti karena celengan anak babinya harus dibobok buat jalan-jalan.

Buat yang tinggal di luar pulau dan males ribet kayak saya, bisa minta tolong biro jasa atau biasanya sudah jadi 1 paket sama tour & travelnya. Berbeda dengan paspor yang kayaknya tidak diperkenankan melalui biro jasa, mengurus visa sih kayaknya wajar pake biro jasa. Bahkan untuk interview nya pun si agen yang maju dengan membawa semua berkas kita. Jadi kalau rombongan banyak ya dia bawa setumpuk dokumen kita. Kita cukup duduk manis, foto dan sidik jari.  Biaya untuk jasa pengurusan visa menurut saya masih tidak semahal pengurusan paspor. Cuma beda-beda tipis sama via layanan premium.

Jadi mo pilih mana, urus visa sendiri paket reguler, via paket layanan premium, atau biro jasa?

 

 

 

Iklan

2 respons untuk ‚ÄėMengurus Paspor & Visa? Sendiri atau via Biro Jasa?‚Äô

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s