Bermain Es di Jakarta

Liburan kemarin gak bisa ngajak bocils kemana-mana. Selain pawangnya cuti, si AD juga sempet sakit berhari-hari. Akhirnya pas sembuh pun, cuma ajak keliling mall di Jakarta, salah satunya seperti di cerita sebelumnya https://curcolbudol.com/2018/01/12/fanpekka-istana-bermain-anak-di-timur-jakarta/.

Di dekat rumah sejarak sepelemparan Bajaj, ada Mall Taman Anggrek. Ya sudahlah daripada bermuram durja di rumah saja, lebih baik kita kesana. Di Taman Anggrek ada arena Sky Rink, tempat dimana kita bisa berselancar di es a.k.a ice skating. Pas banget tuh dari kecil kan si KK terobsesi sama Elsa dan Anna di film Frozen, yang bisa main perosotan dan lempar-lemparan es. Jadilah cuzz kesana.

Sampai sana sudah ada antrian yang mengular. Ternyata kalau weekend ada jam-jam masuknya, setiap 2 jam seperti di bioskop. Ya mungkin untuk mengantisipasi kita kayak cendol di dalam es (bukan es di dalam cendol ya). Jadi untuk umum, berikut schedule dan tentu saja, yang paling dicari #EmakIrit seperti saya adalah tarifnya.

Senin – Jumat : Rp 85,000 all day (bebas mau meluncur berapa jam)

Sabtu – Minggu, hari libur nasional, hari libur sekolah Rp 110,000 (untuk 2 jam).

Nah si Elsa, eh si KK kan belum pernah sama sekali ice skating-an, sementara emak bapaknya pun gak bisa ngajarin. Tenang ada kok pelatih disediakan. Jadi ada Scating School nya juga. Sekolah ini dibawah naungan ISI, bukan Institut Senirupa Indonesia ya, tapi Ice Skating Institute yang berkantor pusat di Amerika Serikat.

Untuk biayanya sebagai berikut.

 Jenis Latihan   Durasi   Peserta   Weekday   Weekend 
 Group Lesson  5×30 minutes 5-10          400,000          420,000
 Semi Private  5×30 minutes 2-4          540,000          570,000
 Private Lesson  5×30 minutes 1          700,000          750,000
 Walk In Lesson  1 x 30 minutes 1          170,000          180,000

O iya kalau udah ikut lesson ini, kita gak perlu bayar lagi uang masuknya, dan sesudah sesi pelajaran, bebsa mau main berapa jam di dalam, gak dibatasi 2 jamnya. Si KK ambil yang Walk In Lesson. Sewa sepatu skating sudah termasuk di dalamnya, hanya saja kita perlu melengkapi dengan kaus tangan dan kaus kaki. Kalau tidak bawa, bisa beli disana, kaus kaki seharga Rp 16,000. Kaus tangan Rp 20.000. Untung anak saya tipe yang kemana-mana pake sepatu dan kaus kaki…haha…hemat 16rb! 🙂

Sesudah bayar, bisa masuk ke ruang tunggu didalam. Sambil pasang sepatu yang talinya banyak banget. Di dalam juga ada cafeteria kecil. Bisa cicip-cicip siomay dan sebagainya, sambil menunggu jam latihan dimulai.

Akhirnya si pelatih datang. Pertama dia cek iketan tali anak. Dan ternyata ikatan tali sepatu Bunda salah, sodara-sodara. Jadilah diulang sama dia.

Pertama-tama anak-anak diajari berjalan bergandengan tangan dengan pelatih, kemudian berseluncur dengan kaki. Sampai akhirnya bisa dilepas.

MTA 6

Sesudah selesai sessi belajar 30 menit. Anak bebas untuk main sendiri. Tapi si KK tampaknya sudah menyerah dan minta ajak pulang. “Gimana kak, enak kan jadi Elsa?” “Nggak Bun, aku jadi Troll aja, nyanyi nyanyi aja setiap hari.”

Well yeah, selamat lah kantong, eh gitu gak ya…haha…

Selama si KK ice skating, AD main di Fun World bersama ayah. Jadilah kami menyusul kesana. Disana lumayan seru juga bocils mencoba semua permainan dan tak lupa mencicip arum manis jumbo karena dapet voucher kalau kita top up saldo minimal Rp 100,000. Jangan lupa sebelum pulang tukarkan tiket-tikeh hasil bermain, karena yang sudah-sudah sih niatnya dikumpulkan biar banyak, apa daya tiketnya expired…huhu…

Di hari yang lain si KK ingin membelanjakan uang penghasilannya, untuk dibelikan squishy. Kok bisa anak SD punya penghasilan, ya biasalah, si ayah yang baik hati memberi bonus untuk setiap nilai 100 di ulangannya. Masalahnya si ayah gak tau kalau sekolah anaknya sering banget ulangan…haha nasib.

Nah Squishy ini salah satu mainan yang si KK tahu Bundanya gak bakal beliin. Bentuknya memang lucu-lucu, kadang wangi, dan bisa dipencet-pencet. Pernah sih Bunda beliin squishy murah meriah yang maksimal harganyaRp 50.000, dan ternyata squishy kayak gitu gak slow katanya. Iih slow apaan sih? Jadi kalau dipencet, squishy slow itu balik ke bentuk semulanya lama, beda sama yang biasa Bunda beliin. Lha emang yang squishy slow berapa harganya? Model yang sederhana aja, berbentuk buah manga berdaun sirih, eh buah manga doank harganya bisa Rp 250.000!!! Seperempat juta sodara-sodara!! (beda ya efek pake ratus ribu sama juta…hihi). Lha itu kan bisa buat beli manga 10kg, atau bisa beli tabulampot mangga ukuran sedang! Issh Bunda mah gitu orangnya.

Nah karena sekarang uang dia sendiri, ya sudahlah bebas dia mau belikan apa aja, selama kita tahu barangnya. Pergilah kami ke Mal Ciputra, tempat pertama kali Ayah dan Bunda berjumpa…e ciyee… pengen banget di suit suitin.

Kenapa gak Taman Anggrek? Ya siapa tau kalo mall deket kampus, barang-barangnya lebih murah…haha… Ya udah sih sekalian aja ke warung deket SD!

Di lantai atas sebelum Food Court ada tuh toko mainan anak-anak. Dan bergalau ria lah si KK memilih squishy. Sebentar-bentar dia tanya ke ibunya “Bunda ini mahal gak?” Si KK belum tahu nilai uang, jadi Bunda paling kasih tau, kalau yang ini harganya 2 kali harga yang tadi, dsbt. Bapaknya cuma geleng-geleng, “ini anak 11-12 sama emaknya banget, sih. Beli barang ngecek harga dulu.” Karena suami saya beli barang karena suka dan perlu, jadi dia gak pernah cek harga, paling nanti pingsan di kasir…haha…

Oke akhirnya jadilah dia beli squishy berbentuk kue ulang tahun diameter sekitar 12 cm an seharga seperlima juta. Hissh… Ayahnya udah Tanya “cuma satu kak?” Ya kali dia males banget udah lama milih cuma beli satu. Cuma lirikan jutek Bunda membuat kakak cuma beli satu (walau di beberapa hari kemudian, saat dia menyadari uang tabungannya bertambah akibat angpaw natalan, dia ngajak lagi kesana dan beli lagi. Haha..itulah emak-emak milih datang bolak –  balik daripada sekaligus.

Ternyata di mall Ciputra sedang ada musim salju. Issh kok bisa ya. Iya jadi ada wahana yang berisi es, dimana anak-anak bisa main perosotan, membuat boneka es, dan kadang salju-saljuan benar-benar turun dari atas. Di semprotkan dari lantai 3 pakai alat.

Untuk masuk ke dalamnya Rp 85,000. Sudah termasuk jaket (dipilah-pilah ya, cari yang bagian dalamnya gak basah, kasihan anak-anak). Harga kaus tangan dan kaus kaki masing-masing Rp 15,000. Untung emaknya males beberes tas, jadilah sarung tangan pas main ice skating di Mall Taman Anggrek kemarin masih keselip di tas. Orangtua bisa ikut mendampingi, tapi ya udah sih emak ngawasin dari samping wahana aja. Toh tempatnya kecil. Hemat Rp 85,000+Rp 15,000+Rp 15,000. Lumayan buat beli squishy. Appaa???

CL 3
Wahana bermain es dengan seluncur besar

 

 

CL2
Bisa mencetak es, walau agak terlalu keras esnya
CL1
Saat salju turun

Link cerita tentang squishy

Iklan

3 respons untuk ‘Bermain Es di Jakarta

    1. Anak jaman now…pertama kali malah lebih surprise lagi..adeknya mbungkus2 mainannya pake koran..trus ngomong sendiri “halo teman2, namaku bla bla bla..kali ini aku mau tunjukin mainanku. Kita buka ya.”
      Dibuka deh tuh buntelan…huhu terharu..youtubers pd unwrap mainan keren2, anakku bongkar bungkus koran 😂😂

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s