Wisata Sumbar bag 2 : Puncak Pato, Istana Pagaruyung, Desa Terindah di Dunia

Akhirnya 18 hari setelah postingan yang pertama tentang jalan-jalan di seputaran Payakumbuh, baru sempat buat lanjutannya 🙂

Hari kedua agenda kami adalah ke Istana Pagaruyung. Sebetulnya  beberapa teman saya sudah mengawali dengan jalan-jalan ke air terjun Harau di dekat penginapan, cuma berhubung saya riweh urus logistik dan nyiapin 2 balita cuddle jadi saya gak ikut kesitu dan lanjut cuzz ke Istana. Jalan ke istana melewati daerah menuju Puncak Pato. Dari maps yang dikirim oleh boss saya, kami nelewati jalan berkelok-kelok dan menanjak sampai akhirnya tiba di tempat yang bernama Puncak Pato.

Seperti namanya, Puncak Pato terletak di Puncak Marapalam di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Jaraknya sekitar 17 km dari Kota Batusangkar.

Kita bisa menaiki anak tangga menuju puncaknya yang lumayan bikin pegel. Tapi karena hawa yang sejuk, udara segar dan pemandangan yang cantik, jadi capeknya tidak terasa.

Anak saya yang balita saja kuat kok, sambil nyanyi lagu Naik-naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali. Kiri kanan kulihat saja banyak pohon pinusnya. Iya karena memang puncaknya dipenuhi pohon pinus.

Dari atas kita bisa melihat pemandangan alam yang cantik. Di puncaknya juga terdapat tiga patung ninik mamak yang disebut Tungku Tigo Sajarangan yang menggambarkan Sumpah Satiah Bukit Marapalam, yaitu kesepakatan antara kaum adat dan kaum agama.

Sayangnya kondisi alam yang indah tidak tampak dikelola dengan optimal ditambah sikap beberapa pengunjung yang kurang baik. Sampah bekas dan corat coret vandalisme tampak di beberapa lokasi. Bangunan tidak terawat. Di bagian bawah ada mushola dan kamar kecil yang tampak cukup baru. Sayangnya saat kita akan menumpang ke toilet, toiletnya dipagar dan dikunci. Tak berapa lama muncul seorang menawarkan diri membuka pagar toilet. Setelah saya membayar Rp 10.000 (karena saya berdua dengan anak saya) dia membukakan pintu pagar. E tapi kok pintu ke kamar mandinya tetap di kunci. Saya tanyakan ke dia ini gimana buka pintu kamar mandinya. Kata dia gak ada kuncinya sama dia kita diminta pipis di teras di depan kamar mandi. Eh ini gimana sih? Kalau emang gak boleh numpang pipis jangan dibuka sekalian pagarnya donk. Kebayang kan bau pipis orang di lantai depan kamar mandinya. Saya sih gak jadi pipis..selain pesing, lha wong terasnya cuma ketutup pager teralis.

Untung sedikit terhibur dengan penjual cilok yang lewat disana. Karena jajan snack di warung dekat situ pun, melempem semua…nasib…hehe..

Oke lanjut cuzz ke Istana Pagaruyung.

Nama aslinya Istano Basa Pagaruyuang. Terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar. Jika sudah dekat, jalan menuju ke istana ditandai dengan pohon-pohon yang dibalut kain berwarna hitam merah dan kuning.

Istana Pagaruyung ini adalah replika, karena bangunan aslinya sudah pernah terbakar. Sebagai obyek wisata cukup terkelola dengan baik. Tiket masuk hanya sekitar 7000 rupiah. Untuk naik ke atas istana, alas kaki harus dicopot dan biaya penitipannya seikhlasnya. Diatas berisi patung-patung dengan baju adat, singgasana, senjata, dan beragam pernak pernik kerajaan.

Di bawah bertebaran boneka-boneka maskot Sumbar sampai tokoh kartun seperti Doraemon dan Mickey Mouse. Kalau kita foto bersama mereka selesai foto juga akan diminta ongkos seikhlasnya. Untuk foto dengan tukang foto keliling tarifnya 35.000, beda jauh dengan Kelok 9 yang hanya 15.000. Untuk sewa pakaian adat hanya 35.000.

Banyak tempat bermain anak dibawah seperti mobil-mobilan. Juga penjual mainan, suvenir dan buah-buahan di dalam istana ataupun di areal parkir kendaraan.

Sebetulnya sudah tepar tetapi ternyata masih mau ke satu tempat lagi yang bernama Desa Terindah di Dunia..e ciyee…

Tapi jalan kesana betul-betul berlika liku, kami nyasar beberapa kali, dan karena jalanan yang sempit untuk putar balik perlu usaha luar biasa jalaaan teruss sampe bisa ketemu tempat yang bisa muter dikit – dikit. Lha gak sampe tempatnya kok ditulis disini. Yah sekedar kenang-kenangan kalau kami pernah hampir sampai kesana…wkwkw…

Sumber : http://www.goodnewsfromindonesia.com


Tulisan selanjutnya : https://curcolbudol.com/2018/01/15/wisata-sumbar-bagian-3/

 



 

Iklan

4 respons untuk ‘Wisata Sumbar bag 2 : Puncak Pato, Istana Pagaruyung, Desa Terindah di Dunia

  1. hmmm..miris yah mba, alamnya indah kuat akar budaya cuma behavior untuk maju dan habit menservice pengunjung tidak ada. Sebagai urang awak saya sendiri sering merasa kurang nyaman ketika pulang kampung pernah dipalak di parkiran bukittinggi sebesar 20 rb rupiah. Apalagi kalau di tempat makan yang mematok harga selangit idihhh. Semoga tulisan mba dibaca ya sama pemda terkait biar pariwisata maju mereka jg mesti berbenah dan menyiapkan mental masyarakatnya.

    Suka

    1. Hallo mbak..makasiy sudah mampir kesini. Alam Sumbar luar biasa bagusnya ya mbak..banyak yg sudah dikelola secara profesional tetapi banyak jg yg masih perlu support dari pemerintah daerahnya.
      Dan pengunjung jg hrs belajar untuk gak buang sampah sembarangan, coret2 dsb.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s