Jalan – Jalan ke Manado (bagian 1)

Setelah sekian lama termasuk ke dalam golongan warga yang kurang piknik, eh ndilalah kemarin dapat kesempatan buat jalan-jalan ke Manado. Karena gak terencana jadilah hand over kerjaan ke temen, minta ijin boss untuk cuti, cari tiket pesawat dan packing di H-1.

Perjalanan

Penerbangan ke Manado cukup banyak. Tiketnya berkisar antara 1 – 2 jutaan rupiah untuk penerbangan langsung dari Jakarta. Saya naik Batik Air jam 09.40 WIB dan tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado jam 14.00 WITA. Alasan ambil pesawat itu karena waktunya tidak terlalu pagi, yang membuat saya harus terkantuk-kantuk ke bandara, juga karena saya harus nyuci seumbruk pakaian dulu sebelum berangkat secara bedinde saya sedang cuti. Jadilah saya bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Umbah-umbah dulu, jalan-jalan kemudian.

Sampai di bandara antrian super duper puanjaang dan lamaaa kayak permen Choky-Choky. Sampai ada beberapa penumpang yang pesawatnya sudah mau berangkat tapi dia masih belum sampai ke counter depan, jadilah panik dan dioper kesana kemari.  Jaman dulu counter tiket dibuka sesuai dengan tujuannya. Tapi sekarang mungkin karena banyaknya penerbangan jadilah counter dibuka untuk semua penerbangan. Semua orang bisa antri baik yang mau berangkat 10 jam lagi ataupun 10 menit lagi. Jadi tumplek plek dan semrawut. Total waktu yang saya habiskan dari mulai berdiri antri sampai selesai check in adalah 1 jam 5 menit. Padahal naik taksi dari rumah ke bandara saja tidak sampai 1 jam.

Di pesawat Batik, walaupun kelas ekonomi ada TV nya juga, tapi karena saya kurang beruntung jadilah dapet pesawat yang TV nya mati :). Yo wis lah tidur aja, secara capek abis umbah-umbah. Sekitar 1 jam tidur kok hidung mengendus-endus bau makanan…haha…ternyata saatnya makan. Selama ini biasa naik Batik dengan durasi penerbangan < 2 jam jadi biasanya cuma dapet cup cake coklat sama nugget-nugget an dan roti-rotian. Ini penerbangan panjang saya yang pertama, dan ternyata menunya nasi-nasian… horee… secara ya perut Warga Negara Indonesia yang rasanya belum afdol kalo belum makan nasi. Pilihannya nasi goreng atau nasi uduk. Lauknya sama aja sih, ayam goreng tepung kecil-kecil. Plus 1 roti manis tanpa isi yang plastiknya menggembung gendut menggemaskan. Rasa menunya ya rasa standard menu pesawat…hihi…

Habis makan kuterus tidur lagi 🙂 Kenyang ya bow.. sampai ujug-ujug pesawat sampai di Manado. Baru di bandaranya aja sudah bagus banget pemandangannya. Mungkin karena letaknya di tepi pantai yang dikelilingi pegunungan sehingga view bandara yang lapang di pagari oleh barisan bukit dan gunung tampak sangat indah.

 

Akomodasi

Penginapan pastinya banyak disana. Selain ibukota propinsi, juga kota pariwisata. Saya menginap di Whiz Prime Hotel Manado. Hotelnya standard seperti hotel low budget. Kamar minimalis, dengan kamar mandi dan toilet yang terpisah. Sungguh Oke buat saya dan suami yang hobi berlama-lama di toilet. Selama yang satu mencari ilham di toilet,  yang satu bisa mandi… Gak perlu tunggu-tungguan… haha.

Lokasinya sangat strategis terletak di kawasan Mega Mas, dimana berjajar beragam kuliner, tempat nongkrong, hiburan dan Indomaret 24 jam. Sangat penting buat saya yang hobi jajan pop mie dan aqua buat pengobat lapar di waktu tengah malam. Kalau malas keluar pun bisa berendam di  kolam renang kecil yang terletak di lantai 2. Jendela kamar dibuat simple sepanjang dinding kamar sehingga view laut terpampang nyata dari kamar.

manado 6
Kamar Hotel yang Minimalis. Jendela di ujung membentang sepanjang lebar kamar dengan view pemandangan laut yang cantik
manado 1
Pemandangan dari jendela kamar hotel. Kebetulan pas ada pelangi juga

Jalan-Jalan di Dalam Kota Manado

Karena tiba di hotel sudah menjelang sore, jadilah saya cuma jalan-jalan di dalam kota. Soal armada gak usah takut karena disana ada beragam taksi offline dan online. Jadilah saya naik Grab Taxi ke Manado Town Square (Mantos). Jaraknya cuma 1 km an dari hotel, cuma karena banyak jalan di sana yang 1 arah jadilah kalau ingin pakai mobil kita harus menempuh jarak sekitar 3km selama hamper 1 jam! Yes, karena Manado macet bingitz. Mallnya lumayan besar, konon kabarnya mall terpanjang dan terbesar di Indonesia bagian timur. Terbagi menjadi Mantos 1, 2 dan 3. Ada hotel,  bioskop XXI, Informa, Matahari Dept Store, dan beragam restoran national dan internesyenel.

Jalan-Jalan ke Tomohon

Besok paginya kami bersiap ke Tomohon. Tomohon sendiri adalah kotamadya di bagian Selatan kota Manado. Kalau Manado terletak di pinggir pantai, maka Tomohon berada di dataran tinggi. Jaraknya sekitar 20-an km dari kota Manado. Jarak tempuhnya secara teori sekitar 1 jam-an tapi kenyataan bisa lebih dari 2 jam, karena spot macet di beberapa ruas jalan :). Lokasinya di pegunungan (atau perbukitan?) ibaratnya Puncaknya orang Jakarta lah. Jadi pemandangan bagus dan udara nya sejuk dan segar.

Tujuan pertama kami Bukit Doa Tomohon. Tempat wisata alam religi ini selain digukaan untuk kegiatan agama, juga biasa dijadikan lokasi outbond, foto prewedding, gathering sampai pesta pernikahan.

Di puncak bukit doa terdapat Kapel Maria. Bentuknya yang unik dan cantik serta latar belakang bukit dan lembah membuatnya menjadi spot foto yang cantik. Padang rumputnya yang hijau membentang membuat emak-emak tanpa ragu gegolekan dan rebahan cantik disana. Bentuk kapel yang stengah lingkaran, padang rumput yang berbukit-bukit, somehow mengingatkan saya akan film Teletubbies. Jadi beginilah kira-kira Tinkie Winkie, Dipsy dan Lala bergaya sementara si Po yang motoin.

manado 2

Maafkan karena saya bukan traveller blogger, maka obyek foto berfokus pada saya, bukan sama pemandangan alamnya…haha….Tapi ya kurang lebih pemandangannya seperti ini, silakan abaikan emak-emak di dalamnya (Mo diabaikan gimana lha wong cetho welo-welo…wkwkwk). Jangan sampe obyek wisata ini tidak diminati gara-gara wajah kami…hihi…

Di depan Bukit doa, terdapat Amphitheatre. Kayaknya sih tujuannya untuk pertunjukan, dimana bangku-bangku penonton di susun setengah lingkaran dari atas sampai bawah ala-ala Coloseum di Roma. Tapi saya liat sih lampu-lampu sorot di anak tangganya masih kosong (atau sudah dicabut?), jadi mungkin jarang dipakai kalau malam hari. Lokasi ini juga keren dipakai foto-foto.

manado 3

Kekurangan di lokasi ini untuk mamak-mamak yang hobi nyemil adalah tidak ada warung jualan. Ada sih satu kantin, tapi cuma menyediakan biskuit-biskuitan ala warung. Mana nendang buat saya. Cemilan bermanfaat seperti bakso, mie ayam, nasi goreng tidak ada disini. Akhirnya terpaksalah beli Pop Mie di warung itu. Itupun ya air panasnya kita nyeduh sendiri, karena dia sudah menyediakan thermos air di pojok ruangan…huhu…

Akhirnya bosan dan lapar, kami pindah lokasi menuju ke Danau Linow. Di tengah perjalanan turun dari Bukit Doa pun masih banyak spot-spot foto yang cantik.

manado 5

Perjalanan ke Danau Linow berjarak sekitar 15 km dan bisa ditempuh selama 30 menit. Kata Linow berasal dari bahasa Minahasa lilinowan yang artinya tempat berkumpulnya air.  Semakin dekat ke lokasi semakin tercium bau belerang yang seperti bau kentut ..hihi…. Karena memang Danau ini mengandung kadar belerang yang tinggi. Harga masuk tiket pertama nya Rp 5000/orang. Dari sini sebetulnya sudah bisa menikmati danau dari pinggir-pinggirnya. Cuma kalau benar-benar ingin santai di café persis di tepian danau kita tinggal tambah Rp 25,000/orang dan free 1 cangkir teh atau kopi. Katanya sih warna danau ini berubah-ubah tergantung refleksi sinar matahari yang menimpanya. Kebetulan saya dapet warna biru kehijauan atau hijau kebiruan. Apapun warnanya, minumnya teh cangkir gratisan 🙂

manado 4

Nah soal menu, disini ada beragam pengganjal perut, mulai dari Nasi goreng sampai Mie Cakalang.  Tentu saya tidak melewatkan menyantap pisang goreng yang dicocol bersama dengan sambel roa-nya. Jenis pisangnya ada pisang goroho atau pisang sepatu (kepok). Pisangnya bisa keripik, goreng tepung, tabor coklat, keju atau coklat keju. Harga makanannya masih reasonable untuk daerah wisata. Berkisar antara 20-30ribu rupiah per porsi.

Dari Danau Linow kami nebeng teman sampai ke kota Tomohonnya. Disana kami pesan Grab Taxi ke hotel. Dan ternyata traffic-nya super duper padat. Kami sampai di hotel dalam waktu 2.5 jam, dan tariff grabnya cuma sekitar 90 ribuan. Tentu kami kasih lebih karena kasian sama si abang Grab. Mungkin perlu dipertimbangkan oleh operator aplikasi untuk tidak menerapkan tariff flat berdasarkan jarak.

O iya obyek Wisata di Tomohon sebetulnya masih banyak lho. Kalau ada waktu luang tempat-tempat yang juga bisa dikunjungi di Tomohon antara lain :

  • Gunung Lokon
  • Air Terjun Pinaras
  • Kampung Bunga
  • Pasar Tradisional Tomohon
  • Pagoda Ekayana

Mencicipi Menu Tuna House

Sampai di Hotel waktu itu sudah malam, sebetulnya pengen langsung rebahan karena juga gak lapar-lapar amat. Kalaupun tengah malam perut kruyuk-kruyuk,  masih ada Pop Mie Goreng hasil hunting di Indomaret kemarin :). E tapi ya, hasil googling soal kuliner di Manado ini katanya ada rumah makan yang recommended yang lokasinya persis di seberang hotel. Hmm…  sayang kalau dilewatkan. Kayaknya harus coba, kalaupun kenyang cukup makan ikannya saja.

Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 WITA, sementara sumber di google ada yang menyebutkan rumah makannya tutup jam 21.00 ada yang 22.00. Duh kalau yang benar jam 21.00 jangan-jangan gak kekejar nih.

Cap cip cup kembang kuncup lah, toh lokasinya cuma nyebrang jalan, kalau tutup ya tinggal nyebrang lagi. Akhirnya saya kesana. Tanya dulu sama pelayannya jam tutup Tuna House, ternyata jam 23.00. Makanya ya sodara-sodara, jangan percaya sama Google. Iyalah percaya sama google mah musyrik, yang bener tuh percaya sama Tuhan…hehe…

Suasana rumah makannya simple, sederhana tapi nyaman, bagian dinding terbuka lebar baik yang menghadap laut ataupun jalanan. Sehingga hembusan angin laut bisa terasa.

manado 8
Suasana Resto yang menghadap jalan raya
manado 9
Suasana resto yang menghadap ke laut

Maafkan tampilan daftar menu yang kucel ini 🙂 Sayangnya saya makan sendirian, jadi gak bisa icip-icip dan tuker-tukeran menu. Jadilah saya cuma pesan Paket Tuna 45 (nasi, sayur kangkung dan tuna) plus teh hangat. Passs 50.000 plus PPn… Haha…Liburan irit bin medit.

 

manado 10
Daftar Menu

Tanpa perlu menunggu lama, pesanan saya pun datang.  Taraaaa…. manado 7

Pertama yang saya icip adalah kangkungnya. Bumbunya simple banget, kayak cuma bawang putih aja, tapi rasanya bener-bener enak. Ditumisnya gak lama, sehingga sampai ke batangnya pun renyah dimakannya.

Sebelum review tuna, perlu dicermati bahwa saya bukan penggemar berat ikan-ikanan. Apalagi ikan laut, karena kalau ngolahnya gak pas, kadang terasa amis. Nah Tuna di Tuna House ini ikannya sama sekali gak amis. Bumbunya minimalis, daging ikannya juga kayaknya cuma dipanggang sebentar, tapi rasanya bener-bener enak. Lembut tapi matang sempurna sampai dalam tanpa perlu bergosong-gosong. Kucuran jeruk nipisnya terasa menyegarkan.

Sambelnya awalnya kayak gak pedes-pedes amat, tapi lama-lama berasa nyos juga di lidah. Niat awal yang hanya ingin makan ikannya saja, berubah menjadi makan nasi stengahnya. Nasi saya bagi 2 dengan garpu trus saya makan sisi sebelahnya. E tapi…selesai makan ternyata yang bersisa hanya si sambal saja…haha….kalap bro… Sumpah ini recommended banget. Saya pasti coba lagi (plus penasaran sama menu-menu lainnya juga) kalau kapan-kapan ke Manado lagi.

Begitulah perjalanan malam kedua saya di Manado. Sisanya dilanjut di postingan berikutnya.

https://curcolbudol.com/2017/11/15/jalan-jalan-ke-manado-bagian-2/

 

Iklan

7 respons untuk ‘Jalan – Jalan ke Manado (bagian 1)

  1. Menarik. Bulan lalu saya pertama naik Batik Air, kirain dapat makanan berat, ternyata 2 roti dan segelas air putih.rute Banjarmasin Jakarta (1 jam 45 menit). Jadinya kayak Malindo Kuala Lumpur yang terbang 2 jam dikasih 2 Snack dan 2 minum (segelas air putih dan segelas kopi/teh/jus). Btw taksi online di Manado banyak/mudah dapat gak? Macetnya karena jalannya sempit kah? Mudah-mudahan tahun depan ada kesempatan main ke Manado. Penasaran

    Suka

    1. Di kota Manadonya gampang banget dapet taxi. Angkot semacam mikrolet jg banyak banget, dg kursi yang menghadap depan semua dan jok serta interior menarik (biasanya warnanya gonjreng2 kayak pink, kuning, ungu..catchy pokoknya) plus musik yg keras bgt.
      Utk ukuran ibu kota propinsi jalannya gak terlalu lebar sementara kendaraan banyak.
      Smoga bisa kesana ya dan tulis ceritanya.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s