Makan Sore di Local Pantry

Saat Bday kemarin, ceritanya mau cari-cari tempat makan yang nyaman di Pekanbaru. Karena masih warga baru di sini, jadilah berbekal google saya coba ke Local Pantry. Sebuah café yang dilengkapi dengan karaoke. Lokasi restorannya di Komplek Riau Business Center Blok C-3 No. 11-12a, Jl. Riau, Air Hitam, Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau 28292. Sebelum kesana, saya coba telpon dulu  (0761) 7873399, untuk memastikan bahwa mereka punya ruangan non smoking area yang terpisah dari smoking area.

Suasana cafenya kayak yang jadul-jadul gitu. Anak saya yang kecil suka sekali karena ada kipas angin jadul, radio jadul dan kamera jadul menghiasi interiornya. (gak tau kenapa bocah ini sangat suka dengan radio dan kipas angin). Ruang non smoking nya sayangnya kecil banget dengan sofa-sofa model chester yang menambah sempit ruangan.

Saatnya memesan menu. Menunya mulai dari tradisional Indonesia, Asia, sampai ke Western. Pak suami memesan Steak Australia, saya Spaghetti Bolognise, Om Driver karena bingung liat menunya jadi pesan Kwetiau goreng…yaela om, kalo cuma kwetiau mah bisa dibikin di rumah…hihi. Si mbak pesan Chicken Burger. Dan si KK pesan fish and friench fries gitu. Si AD, as always cukup bawa sop dari rumah 🙂

Waktu masaknya standard aja sih, atau mungkin karena saya sibuk ngejar anak yang lari-larian di ruangan sempit jadi gak berasa.

Menu pertama datang, spaghetti bolognise. Dari tampilannya aja sudah gak menarik. Taburan kejunya dikiit banget dan cuma dikasih roti diatasnya tanpa garnish-garnishan. Secara saya aja yang gak bisa masak pasti kasih keju banyak-banyak biar cakepan, kasih daun peterseli, daun basil, tomat kecil buat hiasannya …ceilee…macam betul aja. Sphagetti nya kurang mateng kalo buat saya, dan gak cuma keju yang sedikit, dagingnya pun sedikit. Berasa cuma makan mie goreng pake saus tomat…haha…terlalu biasa untuk harga 60.000 + pajak 10% dan service 5%….haha…perhitungan ya boow…

Menu berikutnya kwetiaw om driver, lupa kefoto dan yang pasti saya gak cicip juga. Cuma kayaknya 11-12 sama sphagetti nya.

Fish and chips nya dateng. Saya ngerasa memang kokinya gak punya sense of art. jadi disajikannya di tempat kayak alumunium berbalut wadah bambu kayak buat dimsum gitu. Dan ikan filletnya yang panjang itu ngelolor (aissh apa pula bahasa indonesianya) melewati wadah bambunya..yaelaa kenapa sih gak pake piring aja. Harganya 65,000. Rasanya ya so so aja sih, mo sebeda apa sih rasa kentang goreng sama ikan goreng tepung…hihi…

Selanjutnya Steaknya. Dari semua menu, ini yang paling mihil 175,000 dan masih yang sirloin, karena tenderloinnya gak ada. Rasanya ya lumayan lah, walau masih enakan dendeng balado inyak sanang…haha….maklum selera nusantara banget saya.

Tampilan yang paling lumayan justru dari Hamburgernya. dikasih bendera diatasnya yang langsung dijadiin bahan rebutan anak-anak. Kentangnya wedges. So far rasanya lumayan. Harganya 48.000.

Total dari tempat, rasa dan harga, saya gak lihat sisi cozy nya. Bukan jadi sesuatu yang terbayang-bayang di mata dan lidah kayak dendeng balado inyak sanang…haha iklan lagi.

 

Iklan

3 respons untuk ‘Makan Sore di Local Pantry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s