Wisata Candi di Yogya

Sebagai warga Sleman yang kampung halamannya berada dibelakang candi Prambanan, gak adfol rasanya mudik tanpa main ke candi. Ya walau gak selalu masuk ke dalam area candinya, minimal main ke pasar souvenirnya belanja belinji…hihi…

Liburan ini kami main ke beberapa candi di Yogya dan Klaten, serta ada 1 candi yang saya kunjungi bulan Mei kemarin saat mengunjungi rumah teman saya.

1. Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia. Sering disebut juga sebagai candi Roro Jonggrang. Berada di lokasi deretan candi sewu (=candi seribu). Konon jaman dulu kala Putri Roro Jonggrang, ditaksir oleh Bandung Bondowoso. Dan dia meminta syarat dibuatkan 1000 candi sebelum ayam berkokok keesokan harinya. Nah setelah siap 999 candi, si putri berbuat curang dengan memukul lesung padi membangunkan ayam sehingga berkokok. Jadilah Bandung Bondowoso murka dan menjadikan Roro Jonggrang candi ke 1000.

Jadi kalau jaman sekarang, cewek ditaksir dan cuma minta satu apartemen, itu sih belum seberapanya Roro Jonggrang…besok-besok minta apartemen 1 tower yaa…haha…

Letak candi Prambanan sangat strategis. Persis di depan jalan Jogja-Solo, sehingga bus luar kota dari arah Solo atau Jawa Timur menuju Yogya pasti melewati. Selain itu juga terletak di depan halte Trans Jogja. Kita bisa naik jalur 1A dari sana menuju bandara, Ambarukmo Plasa, Galeria, dan Malioboro.
Liburan ini saya gak masuk ke dalam candi, bosen dari SD kelas 1 tiap liburan sekolah pasti main ke candi..hihi..Harga tiketnya sekarang Rp 40.000/orang, 20.000 untuk anak-anak.

Juga terdapat opsi tiket terusan untuk sekaligus mengunjungi candi Plaosan dan Boko. Bisa dengan kendaraan dari candi atau kendaraan kita sendiri.

Selain candi, yang juga wajib didatangi adalah pentas sendratari Ramayana masih di area yang sama. Apakah saya sudah pernah kesitu? Haha belum…soalnya mahal…haha..dan anak-anak juga belum enjoy nontonnya..nanti ya pas mereka gedean sedikit.

Deretan kios souvenir berjajar rapi di komplek candi. Untuk barang-barang sejenis, harganya lebih murah dari Malioboro. Deretan kios jajanannya juga lumayan. Jadi buat yang belum pernah kesana, wajib dikunjungi tuh. Karena bagus banget, fasilitasnya juga lengkap, ada kereta-keretaan kalau pegel jalan kaki

2. Candi Plaosan

Dari candi Prambanan, kita tinggal ke arah timur laut sekitar 2km maka akan ada Candi Plaosan.

Candi nya sudah terkontruksi cukup baik. Tamannya bersih dan terawat. Tapi lingkungan di sekitarnya belum terlalu dikembangkan untuk daerah wisata. Saya gak melihat ada warung makan, toko suvenir atau penginapan di sekitar candi…waah prospek nih..silakan yang mau invest properti disana *macak makelar tanah* haha…

Pas di loket masuk. Saya tanya bayar berapa mas? Si mas nya balik tanya “rumahnya dimana mas?” Sayangnya daerah rumah mas saya mungkin gak familiar di si mas loket..padahal udah saya bilang pak dukuh lho (haha info gak penting banget). Jadilah kami bayar rp 3000 untuk dewasa dan 0 rupiah untuk anak-anak.

3. Candi Boko

Candi Boko atau situs Ratu  Baka terletak sekitar 4 km di sebelah selatan candi Prambanan. Terletak di dataran tinggi sekitar 190m dari permukaan laut.

Jika candi yang lain digunakan untuk kegiatan ibadah, situs Ratu Baka diperkirakan kediaman raja/ratu. Ratu Baka sendiri adalah ayah dari Roro Jonggrang.

Tiket masuk candi sama dengan candi Prambanan. Rp 40.000 untuk dewasa dan rp 20.000 untuk anak-anak.

Masuk ke dalam area candi, kita disambut gerombolan burung merpati. Berasa ala-ala di mana gituuu…dimana? Di pasar burung maksudnya…hehe…

Situs ini sudah disiapkan untuk foto-foto cantik. Banyak spot-spot menarik, seperti kursi kayu dengan view dataran tinggi, payung-payung warna warni digantung di sepanjang koridor jalan, kolam pemandian, dan sebagainya.

Di sepanjang jalan, banyak penjual yang menawari minuman dan makanan. Kita bisa pilih makan di warung makannya atau mereka akan membawakan ke saung-saung di kanan kiri jalan.

Waktu itu saya putuskan kita jajan ke warungnya. Harganya wajar untuk area wisata, gak di thutuk. 1 butir kelapa muda besar rp 17.500. Tapi saat kami mau pulang dari candi, saya dengar penjaja minum menawari turis lain…es kelapa mbak, bisa diantar, 10rb saja….eyaaaaa….dan #EmakIrit pun nyesel setengah mati….haha…

4. Candi Sambisari

Candi ini letaknya di Purwomartani, tepatnya di desa Sambisari (dulu waktu si KK lahir kami pernah ngontrak di daerah sini nih…haha info gak penting). Sekitar 5 km arah barat candi Prambanan atau ~10 km ke kota Yogya.

Letak candinya di bawah permukaan tanah. Sehingga kita bisa duduk-duduk diatas memandang candi dibawah kita yang terhampar dalam bentuk-bentuk simetris bujur sangkar.

Dulunya candi ini tertimbun di bawah tanah..mungkin karena letusan gunung merapi. Setelah ditemukan seorang petani, kemudian di rekonstruksi oleh pemerintah. Lokasinya sangat bagus untuk foto-foto saat matahari terbenam.

Maafkeun gak punya foto candinya kecuali yang ada muka sayanya ya…haha…

Saya main kesini karena rumah teman saya dekat sekali dari Sambisari. Sehingga kami cukup berjalan kaki kesana. Tiket HTM nya rp 5000 saja tapi free untuk penduduk sekitar.

Persis di sebelah candi juga ada soto batok mbah Katro yang cukup terkenal. Harganya pun cuma 5000/mangkok.

Iklan

4 respons untuk ‘Wisata Candi di Yogya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s