Liburan Bersama Bocils

Akhirnya..libur tlah tiba..libur tlah tiba…anak-anak sudah terima raport dan bunda pun sudah ajukan cuti.

Liburan kami sih bukan yang fancy-fancy pergi ke mana-mana gitu. Tapi cukup mudik pulang kampung bertemu keluarga. Maklum hidup di rantau..ceilee..

Persiapan yang saya lakukan :

1. Cari tiket jauh-jauh hari

Kebetulan liburan anak kali ini bertepatan dengan libur lebaran, jadi tiket akan susah dan mahal. Sebagai pedagang tiket online..eciyee promo lagi…saya langsung ubek-ubek website tiket.com hunting tiket murah dengan jadwal yang kids friendly.

Buat saya, jadwal yang kids friendly itu yang gak kepagian. Karena saya harus ngitung waktu anak-anak bangun, siapin mereka mandi dandan, dan juga makan (bisa di rumah atau di bandara). Juga gak terlalu malam, kebetulan saya tipe yang suka kalau udah malam itu ya udah di rumah siap-siap kelon, bukan berada somewhere out there kayak lagu. Juga gak nabrak jadwal makan, jadi gak perlu ribet bawa bekal dan peralatan perangnya.

Kebetulan gak ada banyak opsi untuk penerbangan Riau-Jogja. Yang direct cuma ada Citilink jam 7.45. Ya udah sih kalo cuma ada 1 penerbangan abaikan syarat jadwal kids friendly diatas..haha.. kebayang kan harus check in jam 7 pagi. Dari rumah jam 6 pagi. Lha bocah-bocah tangi jam piro.

Untungnya ndilalah pas lagi musim liburan ini ada tambahan 1 penerbangan direct Lion Air. Jam 9.20 pagi. Waa cucok marucok boook. Selain jadwal kids friendly, harga juga mom friendly. 

Serem gak sih naik Lion? Takut delay yang legendaris itu gak sih? Untuk penerbangan pagi biasanya relatif aman, karena kalaupun ada delay belum terakumulasi seperti penerbangan terakhir.

Seperti pengalaman naik Lion sebelumnya, saya jadi tahu bahwa kursi di kolom DEF di pesawat Lion lebih lega daripada kursi ABC. Jadi kalau bisa web check in dan pilih row tersebut.

2. Packing

Biasanya saya buat check list untuk travelling sama anak-anak, tentang barang apa yang perlu dibawa. Kalo versi saya dipisahkan sebagai barang yang masuk ke dalam bagasi, barang yang dibawa ke dalam pesawat.

Barang bawaan bagasi :

  • Pakaian : bawa sesedikit dan sepraktis mungkin. Apalagi kalau kita bisa tinggal di rumah kerabat yang memungkinkan kita mencuci pakaian atau ke tempat yang ada laundry kiloan. (Kalau laundry hotel saya skip ya…mahal boook…murahan beli baju klewer-klewer di tempat wisata).
  • Peralatan mandi (handuk yang kecil dan tipis aja biar gak makan tempat, saya gak tipe yang nyaman pakai handuk bekas orang di hotel..haha..prefer handuk sendiri walau kucel kumel kudel), sikat gigi, odol shampoo sabun semua dalam size travelling yang kecil.
  • Makanan dan peralatan makan dan masak. Kebetulan anak-anak saya sudah diatas 3 tahun jadi ini bisa di skip. Waktu mereka masih dibawah 2 tahun, saya bawa makanan instant bayi (versi kepepet) sampai sayur beras dan slow cooker (versi fully equipped) kalau travelling. Juga bawa sabun pencuci botol dan sikatnya. Kalau sterilizer bisa direndam air panas saja.
  • Kesehatan. Bawa buku catatan kesehatan anak. Just in case mereka sakit di saat liburan dan perlu ke dokter. Bawa obat-obatan standard seperti obat panas dan obat alergi (karena anak saya alergian).
  • Mainan kesayangan. Ini bisa di skip sih karena anak-anak saya main tutup panci atau remote tv aja udah happy. Haha..

Barang bawaan yang masuk ke pesawat. Saya gak saranin masuk kabin ya. Cukup ditaro di bawah kaki kita. Karena memang isinya barang-barang yang diperlukan sepanjang perjalanan. Saat perjalanan kemarin ada anak balita yang menangis hampir 1 jam lamanya, sampai sibuk dibujuk ibu dan pramugari. Ternyata awalnya karena susu si anak ada di tas di kabin sehingga memerlukan waktu untuk memgambil dan menyiapkannya.

Isi barang di tas dalam pesawat saya adalah :

  • Minuman

Karena si bungsu masih minum susu formula, jadi saya bener-bener bawa air putih, thermos kecil, susu bubuk yang sudah dikemas dalam porsi sekali saji (biasanya bikin 3 kemasan), dan botol susu.

Untuk susu di tempat libur biasanya saya bawa 1 kardus kecil. Karena bisa dibeli di tempat liburan nanti.

  • Makanan

Saya bawa cemilan si kecil dari yang ringan sampai yang semi kenyang seperti roti.

  • Popok

Untuk si bungsu saya masih pakaikan popok selama perjalanan. Sehingga saya bawa 3-4 potong untuk stock. Untuk selama liburan di sana, saya agendakan buat belanja di tempat saja. Untuk kakaknya saya ingatkan buat pipis di bandara sebelum berangkat. Karena dia pernah drama banget nangis minta pipis saat pesawat siap landas.

  • Baju ganti

Persiapan bila si kecil ngompol, muntah, keringetan, dan sebagainya. Biasanya saya bawa 2 stel untuk si kecil. Kakaknya karena sudah 6 tahun saya cuma bawa 1 lembar atasan. Biasanya saya juga siapkan jaket untuk anak-anak atau pasmina untuk selimut mereka kalau-kalau dingin di bandara atau pesawat.

  • Mainan atau alat aktivitas

Bukan yang ribet-ribet sih. Cukup buku cerita, buku mewarnai, pensil warna, mobil-mobilan kecil yang bisa dikantongin, untuk mengisi kebosanan di perjalanan.

  • Minyak telon.
  • Tissu basah dan tissu kering
  • Uang tunai yang cukup. Jadi gak perlu ribet cari ATM saat harus nenteng bocil dan koper
  • Charger HP dan power bank sebagai rahasia narsis dan hiburan kami sekeluarga…haha…

Persiapan sebelum berangkat :

Istirahat cukup malam sebelumnya, bangun lebih pagi, mandi, sarapan, tiba di bandara lebih awal sehingga tidak perlu sibuk tergopoh-gopoh.

Ok Get set…Go!

Jogja, i’m coming..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s