Mengatur Keuangan; Dari Sistem Amplop Sampai Aplikasi

Dear Money lover, hehe matre ya kesannya…tapi siapa sih manusia dewasa yang gak suka uang?

Suka uangnya, suka ngabisinnya. Tapi tau gak uang itu habis berapa, dan buat apa aja?

Mungkin jumlah habisnya tahu ya…tapi gak ada salahnya review pengalokasiannya. Berapa alokasi untuk makan, untuk pendidikan, untuk utilities, ataupun tabungan.

Kalau kita tahu alokasinya, lebih mudah untuk kita mereview, post mana yang mau kita hemat, dan mana yang mau kita tambah.

Caranya gimana? Pertama-tama kita harus tahu trend pengeluaran bulanan kita. Bisa dengan beberapa cara berikut ini :

  1. Sistem Amplop

Ini cara paling gampang. Jadi sesudah gajian, uang langsung dimasukkan ke dalam kategori-kategori utama. Misalnya sbb :

  • Uang belanja
  • Uang transport
  • Sekolah
  • Dll

Untuk kebutuhan-kebutuhan terkait, kita bisa langsung ambil di dalam amplop-amplop tersebut. JIka kurang pun bisa kita masukkan tambahan dana dan dicatat. Setiap akhir bulan bisa dicatat, berapa budget untuk tiap-tiap amplop.

 

2. Sistem mencatat manual di buku 

Gampang juga sih, beli buku, digaris-garis, dicatat tiap hari pengeluarannya apa saja. Enaknya dia lebih detail daripada point 1. Misal di point 1 ada anggaran melonjak di uang belanja. Kita gak tau kenapa. Tapi kalau dicatat tiap hari, kita tahu..oh ternyata tanggal segitu ada acara jamuan makan malam teman sekantor di rumah, sehingga budget bertambah.

Susahnya transaksi di buku, ya kalau kita mo search sesuatu, misal uang arisan udah kubayar belum ya, nah harus di telusuri tuh catetan di buku satu-satu. Belum lagi kalau tulisan ala pondasi kayak tulisan saya…a.k.a cakar ayam, yang kalau saya baca ulang pun berkerut dulu “ini kemarin maksudnya mau nulis apa ya?”

 

3. Sistem mencatat di excel

Ini persis dengan cara nomer 2. Dengan kelebihan, bisa di sort dengan mudah mau dicari berdasar kategori apa. Bisa di search kalau mau tau kapan ya terakhir saya service AC kamar anak. Bisa dibuat grafik / chart. Bisa dibaca dengan gampang karena bukan tulisan cakar ayam. Paperless gak seperti system no 1 dan 2…kan critanya cinta lingkungan.

Kelemahannya juga ada. Khususnya buat emak pemalas kayak saya. Buat ngidupin computer tiap hari aja udah berasa malas boro-boro mencatat.. Hihi…

Saya pernah buat versi excelnya seperti dibawah ini.

Budget planner blank

 

4. Sistem Aplikasi

Sesudah cakep-cakep bikin file di excel (ceilee muji file sendiri) dan gak pernah diupdate karena males buka komputer di rumah, ketemulah saya dengan system yang kayaknya user friendly buat orang-orang yang gak bisa LDR-an sama HP…hehe…Secara ya HP saya isinya mulai dari segala macam bentuk sosmed (twitter, path, facebook, Instagram), , email, chat (BBM, LINE, WA), sarana jualan tiket, catatan macem-macam, jadi gak bisa jauh-jauh dari HP.

Beragam pilihan aplikasi ada di playstore. Saya sebagai #EmakIrit tentu sort berdasar aplikasi yang gratisan tak berbayar. Sesudah itu lihat score nya dan baca-review nya bila sempat.

Screenshot_20170529-163637

Akhirnya ketemulah dengan aplikasi MONEY LOVER…isssh pas banget sama Emak yang Mata Duitan ini.

Aplikasi ini membagi pengeluaran ke dalam beberapa kategori default dan masih bisa ditambah dengan kategori lain sekiranya kategori kita tidak ada disana.

Screenshot_20170529-163801

Bisa diinput kapan saja dan dimana saja sepanjang bawa HP yang tidak kehabisan batre 🙂 Transaksi bisa di-sort berdasarkan tanggal transaksi atau kategori. Untuk download ke excel juga bisa…cuma bayar J nanti ya kalau #EmakIrit nemu aplikasi gratisan yang bisa di download ke excel, akan di posting disini.

Untitled

Nah tadi baru masuk ke bagian PENCATATAN. Setelah pencatatan beberapa bulan akan terlihat trend pengeluaran kita. Baru deh nangis bombai kalo misalnya pengeluaran shopping lebih banyak dari tabungan atau investasi.

Kalau saya sih biasakan :

  1. Bayar Hutang

Ada beberapa orang yang mengutamakan menabung dulu, hutang dibayar minimal saja. Ada yang berprinsip use other people money, jadi hutang diputar sana sini dulu baru dilunasi. Kebetulan saya tipe yang tidak terlalu suka ngutang apalagi ngutangin orang 🙂

  • Kalau ada tagihan kartu kredit, biasanya saya lunasi semua. Karena saya pakai kartu kredit cuma untuk menunda pembayaran saja, biasanya karena dapet hadiah / cash back dari merchant/ tokonya, atau kejar poin untuk bisa bersantai di lounge di bandara.
  • Tidak beli barang konsumtif dengan kartu kredit dimana saya gak punya dananya. Jadi walau pengen gadget terbaru, kalau memang uangnya belum cukup ya gak beli. Nabung dulu, kalau cukup baru beli…dan HP nya udah out of date…haha…ya gak papa juga sih, kan kalau udah out of date malah turun harga biasanya.
  • Hutang produktif kayak KPR oke sih. Kalau punya bonus-bonus dari kantor, kumpulin, terus hubungi bank untuk pelunasan sebagian.
  • Hutang sama teman dan saudara juga lunasi secepatnya walau mereka tidak pernah tagih.
  • Lha kalau uangnya kurang? Hubungi penghutang, entah bank atau perorangan, sampaikan niat baik untuk minta restrukturisasi hutang. Intinya jangan kabur dari hutang.
  • Tagihan rutin bulanan, seperti telepon, listrik, sekolah anak, bisa kita masukkan ke dalam kategori ini. Agar menjadi prioritas pertama yang langsung dibayarkan setelah menerima gaji.

 

2. Menabung

Mau sedikit atau banyak sisihkan tabungan di muka. Autodebet di awal sesudah gajian lebih baik. Tabungan diperlukan untuk dana darurat, misal ada kemalangan yang menimpa kita atau keluarga kita Tabungan juga bisa dipakai untuk rencana jangka pendek, misal liburan ke luar kota, uang pangkal masuk sekolah, dsb.

Diusahakan uang-uang tersebut dimasukkan ke dalam rekening yang berbeda dengan rekening operasional kita. Kalau 1 rekening tabungan dipakai untuk beberapa tujuan, misal dana darurat, liburan dan uang masuk sekolah, pastikan pencatatatannnya.

 

3. Investasi

Investasi buat saya biasanya bersifat long term dimana imbal hasilnya diharapkan tinggi. Beberapa pilihan investasi yang pernah saya coba :

  • Property. Kekurangannya perlu dana besar, tidak liquid karena perlu waktu untuk pencairannya. Kelebihannya kenaikannya signifikan
  • Reksa dana saham / saham langsung. Bedanya reksa dana berupa portofolio beberapa saham yang dikelola manajer investasi, yang kedua kita membeli langsung saham yang bersangkutan. Yang pertama dana yang diperlukan untuk memulai investasi kecil, mulai dari Rp 100,000, sementara yang kedua minimal pembelian adalah 1 lot yaitu 100 lembar, dan biasanya kita harus menyediakan deposit dana minimal untuk melakukan transaksi saham. Kelebihan keduanya adalah imbal hasil untuk saham-saham yang baik akan sangat tinggi. Kekurangannya nilai pasarnya fluktuatif sehingga tidak bisa dipakai untuk kebutuhan jangka pendek
  • Reksa dana pasar uang dan deposito. Saya satukan karena faktor resiko sama-sama kecil, bisa dibilang tidak ada dan imbal hasilnya kurang lebih mirip. Keuntungan reksa dana pasar uang dibanding deposito adalah uang yang diinvestasikan bisa lebih kecil, dan bisa diambil kapan saja.
  • Emas. Kelebihannya mudah didapat, mudah dijual. Harga stabil. Kekurangannya memerlukan tempat penyimpanan yang aman.

 

4. Pengeluaran Rutin Bulanan

Di pos inilah kita bisa flexible, mau masuk kategori super ngirit atau super boros. Makan 4 sehat 5 sempurna misalnya bisa masuk kategori primer. Makan di restoran/ mall saat weekend bisa kita kategorikan sebagai tersier

Nonton bioskop sekeluarga 4 anak seperti saya bisa di bioskop premium yang tiket nya Rp 250,000/orang, hotdog dan esspreso dingin yang bisa 125,000/orang. Tapi bisa juga cukup di bioskop menengah yang bertiket Rp 50,000 dan bawa jajanan di tas. Dan yang super hemat, bisa stel DVD di rumah 🙂

 

Listrik. Pakai alat-alat hemat energy. Buka jendela di siang hari daripada menghidupkan lampu dan AC. Matikan semua colokan listrik yang tidak dipakai saat tidur.

Dan masih banyak peluang dari post nomer 4 untuk memaksimalkan 3 point sebelumnya.

 

5. Cari Peluang Menambah Penghasilan

Kalau memang kita sudah berusaha mati-matian mengatur pos pengeluaran di nomer 4, tetapi masih keteteran di poin 1 dan 3. Saatnya mencari peluang menambah penghasilan. O iya buat yang gak keteteran juga bisa sih mencari tambahan penghasilan lain.Usaha-usaha yang bisa dilakukan dengan minim modal antara lain :

  • menjadi reseller produk/ jasa
  • membuat tulisan untuk dikirimkan ke media. Pernah jaman baru lulus kuliah nulis cerpen dan dapet uang Rp 300.000 or Rp 400,000 gitu. Senangnya minta ampun.
  • jasa pembuatan design
  • les privat
  • jasa penterjemah
  • makelar property
  • agen asuransi
  • menjual makanan, dan saya udah coba juga sih disini
  • bisnis pulsa, saya buat tulisannya disini
  • bisnis tiket dan hotel, tulisannya disini
  • dan lain-lain

Kayaknya tulisannya segitu dulu ya. Mana yang bias dipraktekin, ya langsung di mulai saja.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s