MEMESONA ITU KETIKA KAMU MERASA BAHAGIA DENGAN DIRIMU

Kalau ingat jaman-jaman muda belia dulu… ceilee…sekarang udah tua keladi ceritanya. Saya kuliah di Jurusan Teknik, selain karena cari jurusan yang sedikit hapalannya seperti di jurusan-jurusan non eksakta, juga supaya perbandingan cowoknya lebih banyak dari ceweknya…Mulia banget ya tujuannya?

Dan masuklah ke jurusan dengan perbandingan cewek : cowok = 1 :4. Terus? Dapet pacar gitu? Haha ya nggak sih, kan kita niatnya menuntut ilmu bukan menuntut dinikahin. Sudahlah cowoknya banyak, eh tetep mereka cari pacarnya anak-anak non eksak. Pyuh… Gimana mau ngelirik temen sejurusan ya. Kita gosong dekil mainan panas-panasan di pelajaran ilmu ukur tanah plus kumel main pasir dan semen di laboratorium.

Jaman-jaman itu dimana saya sibuk mencari jati diri, biar eksistensinya diakui oleh sekeliling. Mau diakui karena kepintarannya kok ya gak pinter-pinter amat. Boro-boro mau eksis kepintarannya, sehari-hari aja berjibaku sama tugas dan praktikum udah keteteran. Mau ngetop karena ketajirannya? Weleh lha wong bisa beli jam tangan aja dari uang beasiswa yang harusnya dipake buat beli buku..Mau diakui karena kecantikannya? Apalagi gak mungkinnya. Walau sudah luluran dan berendem di kolam susu, tetap kail dan jala akan menghidupimu, mahasiswa ganteng tak kan mendekatimu…eh…

Belasan tahun kemudian…ya ampun, ketauan deh saya kuliah dari jaman presidennya Pak Soeharto. Sesudah jadi emak dua anak, rambut dipenuhi uban, muka juga dipenuhi guratan kebijaksanaan…ceilee…rasanya kok sudah bahagia dengan diri saya, tanpa perlu mencari eksistensi dan pengakuan orang lain.

Walau mungkin dibanding teman sekantor, kecerdasan saya hanya sejumput remah roti sobek… itu bukan karena sayanya yang bodo…tapi karena mereka aja yang kepinteran..haha. Tetap saya merasa pintar dan cerdas saat ngajarin anak-anak saya membaca dan berhitung…eitss jangan ketawa…belum pernah kan ngajarin anak kecil belajar baca kan? Belum lagi memberi pengertian kepada mereka kapan huruf A dibaca sebagai ‘a’ di Apel dan sebagai ‘e’ di APPLE.

Soal ketajiran, ya walau belum level konglomerat tapi sudah bersyukur dengan rejeki yang ada ini. Karena seberapa banyak rejeki bukan yang terpenting buat saya, tetapi seberapa rejeki itu bisa membantu saya, keluarga dan orang lain itu yang lebih utama.

Soal cantik, ya setidaknya kata pak suami saya cantik kalau lagi nggak merepet ngomel. Tapi di luar pengakuan dia, saya merasa happy dan nyaman dengan diri sendiri. Inget jaman kuliah dulu kaki kena aspal karena jatuh dari motor, dan meninggalkan bekas. Sampai saya bertekad, kalau nanti sudah kerja, punya duit, saya akan laser bekas lukanya, plus pengen juga ngecilin betis, dan kalau bisa ngecilin pinggang..tambah lagi deh keriting bulu mata. O iya mancungin idung juga…haha…lhaa banyak yaa…. Tapi sekarang sih kayaknya gak perlu gitu-gituan. Cukup senyum di hati dan di wajah, tegakkan bahu, dongakkan kepala, cekreek, pasti cantik hasilnya….yaa tentu dengan dibantu aplikasi 360 atau make up plus…hihi…

PhotoGrid_1489743303933_resized

Tuh kaan beda kan foto dengan low self confidence versus over confidence (alias kepedean)

Buat tampil percaya diri, cukup mandi, tampil bersih mewangi sepanjang hari. Awali dengan pakai Vitalis Deodorant Roll On, Vitalis Hand & Body Lotion, dan pilihan wewangian dari Body Spray, Eau de Cologne atau Body Scent. Pilihan variannya tersedia lengkap di sini, bisa kamu pilih-pilih sesuai suasana hati atau acara.

vitalis.JPG

Sesudah bertahun-tahun mengalami pahit manis, asem asinnya hidup, saya merasa #MemesonaItu jika saya merasa bahagia dengan diri saya. Ya mungkin levelnya baru memesona buat saya sendiri aja. Buat Hamish tentu yang #MemesonaItu cuma Raisa…xixi…

PhotoGrid_1489746035766_resi.jpg

Nah itu tadi definisi #MemesonaItu versi saya. Versi kamu bagaimana? Yuk tulis disini

250x505_memesonaitu

Iklan

2 respons untuk ‘MEMESONA ITU KETIKA KAMU MERASA BAHAGIA DENGAN DIRIMU

  1. hihihi…lucukkk…bener memesona itu datangnya dr dalam bukan dari luar. George Clooney, Harrison Ford, adalah salah dua dari banyak orang yang makin tua makin ganteng….mungkin krn jiwanya pikirannya sudah settle.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s