Packing before Moving

Ini late post sebetulnya..cuma karena sibuk pindahan, unpacking dan beberes jadi baru sempet sekarang.

Sekedar catatan kalo-kalo besok saya pindahan lagi.

Karena harus pindah dinas dari Jakarta ke Sumatra jadi terpaksa lah saya berkemas-kemas buat pindahan. Ini kali ketiga saya pindah tinggal ke Sumatra dari Jakarta, tapi 2 sebelumnya status single jadi bawa koper aja beres. Lha sekarang? Bocil 2, bedinde 1, plus baju-baju, alat-alat makan dan mainan bocah aja udah segambreng.

Masih lumayan saya gak perlu pindahin furniture or barang besar lainnya karena rumah perusahaan disana sudah fully equipped, ya selain di jakarta gak punya barang yang cukup bernilai buat diangkut pake sewa mobil box juga sih…temen saya walau udah disediain barang kantor banyak yang tetep bawa barang sendiri, 2 truk pulak…haha…saya ini apalah..hanya butiran remahan roti sobek 😁😁😁

Balik ke packing. Karena barang-barang saya cuma terdiri dari baju-baju, mainan, perkakas yg non pecah belah, jadi lebih simple. Saya memutuskan gak pake jasa pindahan. Emakiritdotkon. Biasanya jasa pindahan dari Jakarta ke Pekanbaru sekitar 10-12juta untuk 1 truk/ mobil box. Jadi kalo barang-barang saya harganya gak sampe segitu kayaknya rugi bandar

1. CARI KARDUS

Tempatnya seperti yang sering dibahas orang-orang di Jalan Wahid Hasyim. Disepanjang jalan berjejer tukang kardus. Saya berhenti di salah satu tempat. Harga kardus baru dengan dimensi 100cm x 50 cm x 50 cm berkisar 15rb-25rb. Herannya kardus rokok yg bekas lebih mahal, antara 25-35rb. Akhirnya saya beli yg baru besar 5pcs, yang kecil 5 pcs, plus minta dibuatkan kardus TV dengan harga lebih mahal 100rb untuk 2 buah kardus TV. Lakban coklat 10.000/pcs (barang yang sama di Indomaret >20rb lhoo..), plastik bubble 5000/m buat mbungkus yg fragile-fragile kayak hatiku #eeeeaa dan plastik item gede buat ndobelin kardusnya, kalo-kalo slama pengiriman dibanting-banting or basah-basah.

Anyway busway lesson learned adalah besok-besok kalo pindahan belilah kardus rokok, walaupun dia bekas tapi kualitas dan kekuatannya melebihi kardus baru (yang murah…haha kardus baru yang mahal dan kuat tentu ada juga)

2. CARI EKSPEDISI

Seperti dijelaskan diatas (ceilee skripsi kali pake dijelasin), saya gak mindahin barang-barang berharga, jadi tentu gak perlu sewa jasa pindahan yang fancy-fancy (pake dipacking khusus, di angkut private (jet kali private…maksudnya gak sharing sama barang orang lain), dan di unpack serta ditatain di lokasi baru.

Jadi mari kita cari jasa pengiriman biasa dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan biaya yang semurah-murahnya. Yang pasti jangan TIKI, JNE dan sebagainya. Dulu waktu anak pertama lahiran di Yogya, kadonya banyaak banget. Dan pak suami dengan dodolnya mengirimkan ke Jakarta 3 box besar kado seharga 1,5juta rupiah!!! Masih emosi lho sampe sekarang padahal anaknya yang dikadoin aja udah mo masuk SD…haha…Udahlah Tiki tuh buat yang urgent-urgent aja karena mahal, kena volume pula. Kebayang kan uang segitu bisa buat sewa 1 mobil ke Jakarta ngangkut kita semua 🙂

Lupakan pak Suami yang sangat beruntung mendapat #EmakIrit ini. Jadi ini lah beberapa rekomendasi

  • NDE :

Jakarta – Pekanbaru Rp 4.500/kg min 100kg

Jika ringan maka diukur volumetric  = panjang x lebar x tinggi / 4000 x Rp 4.500

Jalan Cikunir Raya no 5 Jakamulya 17146

Telp  021-82436892, 8273 4017, 08194348111

  • Cargonesia :

Jakarta – Pekanbaru Rp 4.500/kg

Jalan Pos Pengumben Raya no 13B Kebon Jeruk Jak Bar

telp 53665404, 08111789231

info@cargonesia.com

  • Laris Cargo :

Jakarta – Pekanbaru Rp 3.000/kg

Jika ringan maka diukur volumetric  = panjang x lebar x tinggi / 4000 x Rp 3000

  • CMC Online Cargo

Jakarta – Pekanbaru Rp 2.500/kg

Barang bisa dijemput ke rumah dengan biaya penjemputan dalam kota Rp 200.000

Telp/ WA : 081219647474

Saya ambil Laris Cargo, pertimbangannya teman saya pernah pakai dia untuk angkut barang-barang kulakannya dari Jakarta ke Rumbai. Selain itu alamatnya juga dekat rumah saya, di seputaran Tanah Abang

No. Ponsel Jakarta
082240100700 – 082240100800
082240100900

Lucunya saya  pernah telpon salah satu nomer itu, si mbak nya keukeh bahwa tidak bisa dijemput di rumah, harus datang ke kantor / gudang mereka. Tapi di nomer yang satunya lagi CS nya bilang bisa dijemput. Alhasil deal untuk dijemput tgl 27 Desember. Aman lah, rombongan kami akan berangkat dengan pesawat tgl 30 Desember 2017. Jadi barang-barang tidak akan datang lebih cepat dari kami. Karena siapa yang mau terima nanti di lokasi. Untuk persiapan sampai barang-barang diterima kami sudah siapkan barang-barang yang akan dibawa hand carry via pesawat bersama kami.

Tapi dodolnya perusahaan cargo tidak ngetop adalah ditunggu-tunggu di hari-H sampai malam tidak datang, ditelp dan di wa tidak masuk. Stress kan yaa? Secara sudah H-3.

Untung besoknya agak siangan si CS bisa ditelp. Jawabnya pun dengan nada ngantuk. Katanya kemarin dia kondangan dan HP kehabisan batre…lhaaa???

Tapi untungnya di tanggal 28 dia benar-benar datang. Semua barang diangkut, ada 11 koli besar. Tidak bayar sepeser pun, nanti dibayar di lokasi. Ngeri ya? lha kalo mahal gimana?

Untung barang sampai dengan selamat di tanggal 3 Desember. Dan kami cukup membayar 1.1jt untuk ke-12 koli. Coba pakai jasa Tiki/JNE…bisa nyengir disko.

Apakah saya kapok pakai jasa ini? haha karena murah dan terbukti aman (walau sempat deg2an di awal pas gak dateng) ya..kayaknya sih saya belum kapok…haha…lumayan lah siapa tau mo bisnis jualan baju dari JKT kirim ke sini.

3. MENYIAPKAN SURVIVAL KIT

Bahasanya lebay yaa…hihi…seperti dijelaskan diatas karena mayoritas barang diangkut via cargo dan mungkin datang lebih lambat dari kami, maka tetap ada barang-barang yang harus dibawa bersama dengan kami

  1. Baju secukupnya. Kira-kira untuk 2-3 hari. Anak-anak bisa membawa lebih
  2. Alas kaki yang nyaman, buat saya paling nyaman sih sandal jepit 🙂
  3. Sprei set dan selimut. Cukup 1 set per tempat tidur.
  4. Gorden, karena rumah saya full jendela. Kalau tidak bawa gorden bisa jadi aquarium raksasa. Buat sementara bisa pakai koran diselotip sih, tapi kebetulan saya sudah bawa stock dari rumah.
  5. Stationery : Gunting, cutter, selotip, paku kecil, palu.
  6. Alat makan/ masak minimal : piring, gelas (semua melamine/ plastic), sendok garpu

Yang langsung  saya beli saat mendarat di lokasi di toko kecil kelontong yang ada dimana-mana :

  1. Agua galon
  2. deterjen, sabun cuci piring dsb.
  3. sembako standar kayak gula teh kopi

Kebetulan rumah perusaan sudah dilengkapi furniture, kulkas, kompor, bantal, dsb jadi tidak banyak barang yang kami beli disana. Cuma malamnya sesudah istirahat sejenak di rumah, kami masih tambah beli :

  1. Mesin cuci
  2. Dispenser
  3. Magic com
  4. Guling…haha…can’t sleep without peluk-peluk yang empuk-empuk

4. ANGKUTAN MOBIL

Selain yang dibawa via cargo dan hand carry. Kami juga harus pindahkan mobil dari Jakarta ke Sumatra. Tadinya pak suami mau nyetir sendiri, cuma saya larang. Sayang energy nya untuk nyetir 2-3 hari lintas Sumatra, mending buat maku-maku dan pasang gorden di rumah baru…haha…

Ada beberapa opsi untuk membawa kendaraan :

  1. Via darat pakai sopir
  2. Via darat tapi naik ke atas towing car
  3. Via kapal laut

Biayanya bervariasi (bisa di search di google) berkisar antara 4juta – 10 juta. Paling murah opsi no 1, paling mahal no 2, karena mobil kita tidak perlu tambah km larinya. Saya pakai jasa sopir transport perusahaan. Hitung-hitung berbagi rejeki dengan mereka. Biayanya 4 atau 5juta (lupa saya), sama dengan jasa ekspedisi ternama yang sudah termasuk jasa asuransi.

Oke Oce…kayaknya segitu dulu review untuk packing2nya. Topik lain dibahas terpisah yaa…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s