Naik Kereta Api Tut Tut Tut

Pertengahan September kemarin, saya sekeluarga ke Yogya untuk menghadiri pernikahan keponakan. Pertama kalinya untuk si AD ke Yogya sejak dia lahir. Kalau si KK selain memang lahir di Yogya, dia juga sering wira wiri kesana selama si ayah dinas di Jateng & DIY.

Saya berangkat hari Sabtu, 2 hari sebelum idul adha, sehingga tidak mendapatkan tiket pesawat dengan harga reasonable di kantong saya. Jadilah saya coba KA. Sebetulnya untuk memaksimalkan liburan saya berencana berangkat Jumat, saying semua tiket sudah penuh, sehingga kami berangkat Sabtu, itupun tidak dapat tiket Taksaka tetapi Argo Lawu yang lumayan selisih harga tiketnya.

Terakhir saya naik KA adalah 5 tahun yang lalu, saat habis lahiran si KK dan kembali ke Jakarta dengan KA. Saya ingat kami bawa koper banyak, dan si porter ribet sekali memanggul dan menenteng banyak koper dari parkiran ke KA. Sehingga saya memutuskan untuk membawa travelling bag. Tapi terus teringat kalo ternyata saya gak punya travelling bag. Dulu sih punya, tapi beberapa kali dipinjam sana sini dan tak kembali.

Untunglah setelah bongkar sana sini, ketemu travelling bag hadiah dari kantor dan tas besar hadiah goodie bag ulang tahun dari teman saya untuk si KK. Kami bawa baju, dot bayi, susu, snack komplit. Si mbak membawa serta bantal guling si AD dari kecil. “iih mbak buat apaan? Malu-maluin aja di KA kan dapet.” “Gak papa bun, nanti kalo AD mau tidur biar gampang meluk guling kesayangannya.”

koper1.jpg

haha ini saya gak tau ya kenapa picture nya jadi muter-muter gak karuan. Hal ribet dari membawa anak-anak adalah, mau pergi 1 hari atau 1 bulan bawaannya sama ribetnya.

Turun dari mobil sudah banyak porter yang menawarkan jasa angkut. Jangan lupa deal didepan ya berapa harga yang disepakati. Saya bawa segambreng begini cuma bayar Rp 30,000. Tarif segitu sudah dibantu check in in tiket kita secara mandiri. Membantu banget buat saya yang terakhir naik dari Gambir mungkin dari jaman kuliah. Tapi walau belum pernah gak papa kok ada petugas yang siap membantu di counter check in mandiri itu.

check in1.jpg

O iya, boleh masuk ke bagian dalam stasiun itu boleh 1 jam sebelum keberangkatan. sementara saya kecepetan, karena takut Jakarta macet, sudah sampai dari kurang lebih 2 jam sebelum. Jadilah nongkrong di bagian lobby stasiun, yang dilangkapi dengan restoran, toko majalah dan lain-lain. Tempat duduk terbatas banget, kalau gak bawa anak-anak bisa dengan nyantainya duduk di lantai kok…bersih (bersihnya anak pecinta alam yang biasa tidur diatas Tanah yaaa…:))

arah

Tuh KA juga sudah integarated dengan bus-bus yang yang menuju dalam kota, luar kota atau bandara. Plang-plang petunjuk jelas. Saya takjub banget melihat perkembangan stasiun.

bantal

Selama menunggu clingak clinguk mengamati penumpang lain…o lala …ternyata ada yang lebih parah dari si mbak…dia bawa bantal, padahal gak bawa anak kecil…hihi…

Akhirnya 1 jam sebelum berangkat boleh masuk ke dalam. Siapkan KTP atau identitas sesuai saat pemesanan. Si porter tetep nemenin masuk. Dan dia udah bawain trolley buat menenteng segambreng barang bawaan kita. Masuk ke bagian dalam stasiun. Kalau orang muda diarahkan lewat tangga, tapi kalau lansia dan anak-anak diarahkan lewat lift.

Kalau tanpa mas harry porter ini saya lieur bin keder di dalam stasiun. Eh di depan saya ada sepasang suami istri lansia. Mungkin sudah umur 70an tahun, mereka berdua saja tanpa porter dan berjalan masuk lift. Saya di belakang mereka membatin “gilaaa keren banget ini kakek nenek berdua aja naik KA gak ada yang nganter.”

Kami pun menuju lift. pencet lift keatas. Pintu lift terbuka….dan voilaaaa…si kakek nenek masih berdiri manis disana. Pak porter menyapa “lho, bapak sama ibu gak pencet liftnya?” mereka menggeleng. Pak porter membantu mereka memencet lift. “nanti pas pintu terbuka keluar ya pak.”…u lala…

Akhirnya kami naik lift juga setelah sepasang oma opa itu naik.

MAKEUP_20160910200024_save.jpgDiatas sebelum naik gerbong KA, mejeng sejenak di depan tugu monas. Secara anak-anak belum ada yang pernah ke Monas.

Pak Porter bantu memastikan semua barang naik ke kabin bagasi diatas kepala kita. Salut deh secara dia nungguin kita 2 jam dan full service begini. Saya kasih 50,000 sambil menyisipkan pesan kesehatan “kembalinya buat bapak, jangan dibelikan rokok ya…” hehe…ngasih tips 20,000 aja pake embel-embel…haha…gak bisa bilangin suami, jadi ya bilangin suami orang lah…

KA nya bersiiih bangeet. Kursi, lorong, bantal, selimut, sampe kamar mandi semua bersih. Terakhir saya naik Taksaka 5 tahun yang lalu masih ada kecoa kecil-kecil di kursi. Kayaknya gebrakan Pak Jonan di PT KAI cukup signifikan.

 

Anak-anak senang berlarian di sepanjang gerbong. Bahkan si AD berguling-guling di lantai. O iya jangan lupa bawa tikar atau koran untuk digelar di lantai, karena lesehan dibawah juga nyaman jika bosan duduk di kursi.

Menu makanan yang ditawarkan ada 2 macam paket, dengan provider restoran d’Cost dan Solaria. Harganya 30 atau 35 ribu rupiah. si KK makan sendiri dengan lahap. Surprise juga saya karena di rumah susah makan dan harus disuapi. O iya majalah KAI juga tersedia di setiap kursi penumpang. Colokan listrik juga ada di setiap deret kursi penumpang, jadi tidak usah takut kehabisan batere dan mati gaya di Kereta.

 

Saya sengaja memilih KA malam dengan harapan anak-anak bisa tidur, orang tua bisa beristirahat, dan  kita juga bisa sampai ke tujuan pagi-pagi dan memulai liburan di Yogya. Tapi kenyataan tidak seindah rencana kan. Anak-anak tidak tidur-tidur karena terlalu exciting. Jam 1 dini hari mereka baru tidur. Saya mau tidur juga tanggung karena jam 3 kami sudah akan tiba di Yogya. Jadilah saya begadang nonton film di TV KAI.

Hal yang kurang dari kereta ini adalah suhu AC nya terlampau dingin. Di dini hari tercatat suhu sampai 20 derajat. Padahal kami sudah pakai jaket, kaus kaki dan selimut, tapi tetap dinginnya terlalu ekstrim untuk saya dan anak-anak.

Anyway, anak-anak exciting sekali dan minta naik KA lagi kalau jalan-jalan. Sehingga lesson learned untuk perjalanan dengan KA berikutnya adalah :

  • sebisa mungkin tiba di stasiun 1 jam sebelum, jangan terlalu awal nanti kelamaan nunggu, juga jangan terlambat nanti terburu-buru
  • bawa koper juga gak papa, karena tersedia trolley dan lorong-lorongnya luas.
  • pake porter aja, udah dibawain tasnya, di check in in dan dinaikin ke atas bagasinya, sekalian bagi-bagi rejeki. Jangan lupa tarif disepakati di awal.
  • bawa koran untuk alas lantai. selimut dan bantal sudah disediakan di KA jadi gak perlu
  • pakai jaket, kaus kaki, kalo perlu tutup kepala
  • bawa anak-anak prefer naik KA pagi deh
  • bawa makanan

Happy travelling!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s