Nasabah Preferred Jadi-Jadian

Jadilah suatu hari saya punya kartu preferred dari Bank XX. Pas mau makan siang di suatu tempat makan sama teman-teman pas ada promo dr bank XX, disc 20%…weeeww…bolehlah…sambil dengan pede jaya nya ngeluarin kartu. Temen-temen bilang. “weeewww nasabah preferrrrrr”

Kartu diambil mbak pelayan restoran. Lama dia gak balik-balik. Pas balik lagi dengan muka takut-takut si mbak bilang “bu maaf kartunya tidak bias.”

Dan ngakaklah semua teman-teman.

“Yakin lho mbak, kartu lo ada saldonya?”

wkwkwk…eh iya juga sih pas kupikir-pikir kayaknya saldonya tinggal 200 ribu.

Haha…tambah ngakak lah mereka “ini nasabah preferred apaan mbak, preferred gak bayar mungkin yaa maksudnya.”

Haha….padahal kita yakin si mbak sudah berkali-kali gesek itu kartu sampe berasep. Karena takut kalo mesin dia yang error.

Lain lagi pengalaman dengan bank sebut saja Bunga…ya kali ada bang bunga…yang ada juga bang bing bung yok kita nabung.

Jadi suatu hari saya di telp oleh konon kabarnya RM (Relationship Manager) nya menawarkan kartu preferred. Saya sih males aja ya ganti-ganti kartu sebetulnya. Tapi Karena kartunya free dan gak ada kewajiban saldo minimum harus berapa jadi ya oke ajalah. Si mbak langsung datang. Waktu itu saya cuma diminta isi form dan saya lupa mencatat nomer HP nya, kebetulan juga si Mbak gak bawa kartu nama.

Ditunggu-tunggu itu kartu gak datang-datang juga. Sampe suatu hari saya ditelp RM yang lain, cowok, dan ditawari kartu preferred juga. Lhaa…kan kemarin udah ditawarin, kok ditawarin lagi. Kata dia, o udah ditawari ya Bu? Ya nanti kartunya saya bawain.

Tanggal 5 Agustus datanglah si mas RM bersama seorang perempuan, membawakan kartu preferred saya. Si mbak-mbak ternyata orang asuransi, nawarin program asuransi, yang langsung saya tolak. Si mas juga nawarin program reksadana. Saya juga tolak. Teu aya pitinyoo…Saya kemudian tanya, “Mas, ini aktifin kartu barunya gimana?” Kata dia nanti PINnya dikirim terpisah Bu. Oww beklah…

Sekian lama saya menunggu tidak ada email/ surat PIN apalagi kado datang kepasa saya. Sehingga tgl 16 Agustus 2016 saya menelpon call center.

Jam 13:48 saya telpon call centernya. Seorang pria. Dan saya menjelaskan bahwa saya ingin PIN utk kartu saya. Diberi petunjuk via sms ketik PIN(spasi)4nomer terakhir(spasi)tanggal lahir.

Selesai menelpon saya coba smsnya. Dan ternyata gagal. Setelah saya googling ternyata memang itu adalah petunjuk untuk PIN kartu kredit dan bukan debit. Memang saat ditelpon saya tidak menyatakan bahwa kartu saya adalah debit. Tetapi sebaiknya selaku customer service yang telah berpengalaman melayani ratusan pelanggan, pertanyaan standard pertama seharusnya “apakah kartu preffered ibu kredit atau debit.” Jujur kualitas call center yang menjawab pun rasanya jauh untuk ukuran call center nasabah preferred, bahkan untuk ukuran layanan nasabah perbankan biasa pun dibawah rata-rata. Saya yakin supervisor call center bisa memutar ulang rekamannya untuk mengecek kualitas layanannya.

Akhirnya saya menelpon kembali call center jam 14:00 (eh buset jamnya dicatat ya…iya soalnya ini copy paste surat complain saya ke si Bank :)). Dijawab orang lain, perempuan, dengan standar layanan yang masih biasa juga. Saya sampaikan bahwa kartu saya adalah debet. Dan dia menyampaikan kode sms untuk kartu debet.

Saya coba sms sesuai dengan petujuk yang diberikan ternyata jawaban dari sms bank tersebut adalah “anda telah melakukan penggantian PIN kartu anda, silakan kunjungi cabang kami untuk mengganti kartu jika Anda lupa PIN kartu, info 14***”

Saya coba kembali dan response tetap sama. Akhirnya saya menelpon call center kembali untuk yang ke-3 kalinya di jam 14:55. Dijawab oleh perempuan, Julia kalau tidak salah namanya. Orangnya ramah dan cukup membantu. Saya sampaikan keluhan saya. Dan dia menyarankan saya untuk menghubungi RM saya. RM yang mana? RM perempuan yang datang tanpa bawa kartu nama dan tidak ada follow up sama sekali? RM pria yang berikutnya kebetulan saat itu kartu namanya juga belum saya temukan. Sehingga dibantulah oleh mbak Julia untuk mendapatkan nomer telpon kantor tempat saya membuka rekening. Bahkan si mbak menelpon balik saya karena saat itu saya salah menyebutkan cabang tempat saya membuka rekening.

Saya coba telpon Bank Pantai Indah Kapuk tempat saya membuka rekening. Nomer yang diberikan adalah 021-588****. Dijawab kembali entah oleh CS atau bagian mana, dengan suara yang juga sangat tidak customer oriented. Dan dioper ke bagian lainnya. Oleh si mas yang menjawab kemudian, dijawab bahwa dia akan melakukan pengecekan siapa yang memberikan saya kartu preffered dan akan berjanju menghubungi saya kembali.

Sementara saya menunggu, saya mencoba menghubungi akun bank tersebut via twitter untuk melihat apakah ada solusi lain saya bisa memakai kartu saya. Jawaban2 admin akun twitter tersebut juga muter-muter standard yang ujung-ujungnya mengarahkan ke call center atau RM.

Tidak berapa lama saya ditelpon oleh bank PIK 1 bapak W****. Beliau bilang akan membantu tapi tidak bisa memberikan waktu kapan karena juga kesulitan karena tdk tahu cabang mana yang mengeluarkan kartu preferred untuk saya. Karena menurut beliau hanya cabang yang memberikan kartu preferred yang bisa mengirimkan PIN untuk saya. Dari percakapan saya ke beliau, bisa dibilang bukan pelanggan yang mencemaskan beliau tapi dari sisi compliance perusahaan yang dicemaskan. Saya berterimakasih atas itikadnya menghubungi saya, tetapi dari keberatannya memberitahu jabatan ataupun no telpon yang bisa dihubungi, dan kata-kata bahwa ini bukan kewenangan dia, saya jg tdk tahu apakah beliau adalah orang yang berwenang untuk masalah ini. Saat saya meminta nomer telp pun diberikan nomer kantor saja.

Sore hari sebelum pulang, saat mengecek meja kantor, barulah saya temukan kartu nama mas RM yang terakhir bertemu saya. Akhirnya saya bisa menghubungi dia.

Akhirnya 19 Agustus si RM bisa datang ke kantor. Cuma nggunting kartu yang lama, dan tanggal 22 Agustus kartunya sudah bisa aktif.

Saya masih pake bank ini karena simple aja lokasinya dekat kantor, tapi terus terang saja semua layanannya call center, RM (inget si mbak cewek yg datang gak diundang trus gak dateng dateng cuma janji doank), pak W, admin twitter, semua dibawah rata-rata. So don’t expect too much 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s