Hamil si KK vs si AD

Having You Inside Me

Diposting di FB tanggal 26 February 2011

Sebagai pengingat saat-saat hamil si KK

28 August 2010

8 days after my Birthday, I took my 3rd pregnancy test.

First and the second time, I used sensitive brand, and both results are negative, so I decided not using test pack product anymore, because pretty expensive IDR 20,000, equal with one portion of Nasi Soto bang Maul + orange juice …xixixi…:):)

But 7 weeks passed after my last period, and I became suspicious of getting pregnant. So I took my 3rd pregnancy test, with cheaper test pack (only IDR 10,000 😛 even cheaper than 1 bowl of Soto Maul without rice!! And the result is positive!

I cannot hold my tears receiving blessing in that early morning. Understanding very small probability for the sperms to meet the ovum in fertile period, and how rare the opportunities for me to meet my honey in that period.

30 August 2010

I make appointment with the doctor, not an obstetrician yet, for first check examination I met general practitioner (GP), have urine test, and the result also show positive. I wonder if the laboratorian only put my urine in cheap pregnancy test like litmus paper 🙂 like I did at home on previous day.

The GP then give reference to meet the obgyn. The receptionist arrange the appointment with the obgyn on 6 September 2010….wowww….I have to wait a week just to hear what professional said.

 6 September 2010

After wait for half hour, I met the specialist doctor. And we have weird conversation 🙂

—–to be continued—–

Diposting di FB tanggal 18 April 2011

06 september 2010

After wait for half hour, I met the specialist doctor. And here’s conversation between mom & the doctor

Mom : dok, kalau hamil ada pantangannya gak ya?

Doc : pantang menyerah aja bu (doh)

Mom : kalau nanas dok? (Langsung kasih contoh ekstrem)

Doc : selama ini belum ada literatur yang bilang gak boleh bu

(Jadi boleh apa nggak niiih??)

Mom : dok, kakak saya dulu kena tokso, saya bs test TORCH kan?

Doc : Buat apa

(Ini dokter dulu kerjanya di PT POS kali ya, jadi ngomongnya pendek2 kyk telegram)

Mom : takut kena juga dok, apalagi di wisma banyak kucing

Doc : kucingnya diajak temenan donk biar gak nularin

Mom : (mengusap dada sambil mbatin “sabarr..sabaar”…mengusap dada sendiri lhoo…bukan mengusap dada dokter

Mom : tapi bener kan dok. Kucing bs bikin tokso? (Bumil sotoy)

Doc : ibu tinggal di wisma mana? (Oo kucing yang nularin tokso tergantung wismanya ya?)

Mom : wisma pagar dok

Doc : naah itu pantangannya kalau hamil bu, gak boleh lompat pagar

(Huaaa dokternya lucu sekaliii kayak Tukul)

Doc : TORCH harusnya sblm hamil bu

Mom : iya dok, tdnya rencana abis nikah mau TORCH dulu, tau2 udah hamil…jadi gpp ya dok, saya TORCH, biar klo ad apa2 bs diobati dr awal

Doc : terserah ibu

Mom : nanti saya tes d luar hasilnya bawa kesini dok?

Doc : gak usah

Mom : (udah mo nyolot, maksud dokter apa seeeh??!!)

Doc : test disini aja

Mom : bisa dok? (Girang, hemat 800rb an)

Doc : bisa

Mom : saya masih boleh olahraga dok? (Sok gaya, gak hamil aj gak pnah olahraga)

Doc : nggak usah

Mom : boleh naik pesawat dok?

Doc : mo ngapain?

Mom : (mulai kehabisan bahan percakapan dengan dokter yang “oneliner”)

Anyway, ♈♓ãΩK ΨΘU doctor sudah menggratiskan test TORCH dan seiring waktu dokter ku yang one liner ini sangat baik hati 😀

============

WISATA KULINER KEDOKTER

Repost FB : May 5, 2014 at 11:35pm

Selama proses kehamilan si AD, saya sudah ke 6 obgyn 🙂 bukan karena emak2 labil..tapi mungkin karena kehamilan pertama d RS perusahaan yang cuma ada dua pilihan dokter, begitu di Jakarta kebanyakan pilihan…jadi semua mau dicobain 🙂

Pertama saat testpack hasilnya (+) langsung ke obgyn di salah satu RSIA di Jakarta Timur, sembarang aja ke dokter yang dinas saat itu. Kunjungan berikutnya baru searching-searching di internet siapa dokter yang ngetop di RS itu. Akhirnya ke dokter kedua. Tapi tetep nggak ngerasa puas, kayaknya dokternya terlalu cuek.

Dokter ketiga karena saya sudah pindah rumah ke daerah Jakarta Barat, jadi cari RS deket rumah. Hasil browsing ada seorang dokter perempuan di RSIA itu. Katanya sangat komunikatif dan informatif. Di jadwal dia praktek hari Sabtu sampe jam 14.00. Saya datang jam 13.00 dan mendapat no urut 35. Wah aman lah kan dia selesai praktek jam 2 jadi pasti selama-lamanya nunggu cuma 1 jam.

Di pendaftaran kok sudah dinasehati susternya “ibu, dokter ini sangat teliti, USG juga lama sekali, ibu bisa pulang dulu atau jalan-jalan dulu”. Hmm udah berasa agak gak enak tapi aah gak papa lah selama lamanya berapa lama sih.. jadi saya sama suami jalan-jalan sambil makan siang. Balik sudah jam 2 belum juga giliran saya. Saya tunggu di depan pintu ruang dokter tersebut. Saat dokter disebelah sudah ganti 3 pasien, dokter saya belum berganti pasien…waduuh firasat buruk nih…sampe jam 4 blm dpanggil juga.

Saya tanya suster, “Sekarang nomer berapa sus?”

Kata suster “no 2 bu”

Lho? Masak dari tadi nomer 2???

“Oh jam 4 dokternya sudah ganti bu, ruangannya dipakai dokter lain. Dokter ibu pindah ke ruangan lain”

Doenkk…saking lamanya sampe-sampe ruangannya udah diganti dokter lain. Nggak usah diceritain derita kami menunggu antrian plus cemberutan dan gerundelan suami “emang gak ada dokter lain?”

Akhirnya jam 6 kami dpanggil. Masuk berdua, langsung saya dibimbing suster ke ruang USG dsiapin buat USG. Dan dokter masuk…Taraaaa…cantik, gaul, walau gak muda tapi sophisticated banget (embuh artine opo)…

“Halo ibu, bapak, lama ya nunggunya? Dengan senyum manis mengembang.

Dan suami yang cembetut dari tadi balas senyum,

“Iya lama dok” yeeee tadi aje nggerundel…

Dan tahulah kami kenapa pasien-pasien begitu sabar menanti, dia menjelaskan setiap detail di layar monitor USG itu seperti dosen ngasih kuliah. Walo yang namanya USG 2D itu kan gak jelas gambar apa, dia crita dengan bersemangat, soal kepala bayi, otak, gambarnya, satu-satu. Kita manggut-manggut gak msudaheng…

Setelah USG masih pindah duduk dan konsultasi, setiap 1 pertanyaan dijawab dengan detail…ckck.. Sesudah 3x konsultasi ke dokter cantik yang menghabiskan waktu 4-5 jam menunggu kami memutuskan ganti dokter 🙂 kurang sabar menanti. Kami mah gitu orangnya

Dokter keempat adalah dokter rumah sakit yang sama yang kebetulan praktek di dekat rumah. Jadi saya bisa daftar dulu, ukur tensi dan timbang berat badan, pulang ke rumah, baru datang kembali setelah sebelumnya telpon sudah sampe nomer urut berapa 🙂

Dokternya sendiri baru dtg jam 9.30 tetapi pasien sudah mulai antri dr jam 8, dan tidak menerima system booking via telpon atau titip buku kontrol. Jadi kalau pasien tidak datang untuk ukur tensi dan berat badan belum mendapatkan nomer antrian. Nggak praktis ya, tapi masih lumayan lah karena saya bisa pulang dulu leyeh leyeh, tidur 1 putaran sebelum kembali untuk periksa.

Di saat saya memantapkan diri dengan dokter ini, ada kejadian emergency yang membuat saya harus buru-buru ke obgyn dari kantor. Jadi saya cap cip cup saja ke dokter yang kebetulan praktek di hari selasa di RS itu. Dokter kelima ini perempuan. Ibu-ibu jilbaban dengan wajah menyejukkan (kayak liat muka-muka teh nini), baik bangeet dan sabar menerangkan. Sayang dia cuma praktek selasa dan jumat, rumahnya juga jauh di Cibubur, takutnya nanti saya sudah pembukaan dia masih macet di jalan (teringat case si KK, jarak bukaan 2 ke 8 hanya 2jam).

Dokter keenam adalah dokter USG 4D. Tidak ada kesan khusus sih, dokternya perempuan dan lumayan sabar menunggu profil si AD tampak jelas di layar monitor. Tidak urgent-urgent amat sih USG 4D, biar si AD bisa mejeng di FB emaknya sejak dini aja dan karena bisa reimburse pastinya jadi saya manfaatkan 🙂

Anyway busway akhirnya setelah lelah berpetualang dan berwisata medis, kembali ke selera asal, ke dokter keempat sampai nanti si AD mbrojol 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s