Review Film : Now You See Me 2 (spoileer abiss)

now you see me2

holaaa…kemarin sambil menunggu waktu buka puasa…haisssh kayak puasa aja…nggak sih, cuma kan mau ikutan acara buka bersama, saya dan teman-teman nonton film sepulang kantor. Gak niat juga nonton Now You See Me 2, cuma secara pembanding studio lainnya Conjuring…wewww..milih ini kemana-mana donk.

Jangan lupa, yang punya kartu BCA, Niaga, Mandiri dsb cek-cek, kalau-kalau point kamu bisa dituker tiket gratis 🙂

Filmnya karena ada angka 2 nya jadi pasti ada bagian pertamanya. Bagian 1 nya saya cuma nonton di TV kabel. Cukup menghibur lah untuk ukuran nonton di rumah disambi leyeh-leyeh. Tentang 4 pesulap (4 horsemen) yaitu Daniel Atlas (Jesse Eisenberg) yang ahli bermain kartu, Henley (Isla Fisher) yang ahli permainan berbahaya, Jack Wilder (Dave Franco) yang ahli kecepatan tangan, Merrit (Woody Harrelson) yang ahli hipnotis

Mereka melakukan trik dan tipu daya sehingga bisa membobol bank di Perancis dan sebuah perusahaan asuransi milik Arthur Tressler (Michael Caine). Mereka diburu oleh agen FBI bernama Dylan, yang diperankan oleh Mark Rufalo. Belakangan diketahui bahwa Dylan adalah pemimpin dari the Horsemen. Film yang pertama diakhiri dengan dipenjaranya Thaddeus (Morgan Freeman), seorang produsen acara yang membongkar rahasia-rahasia para pesulap.

Nah udah panjang gitu baru episode 1 tuh. Episode 2 nya bersetting kejadian 1 tahun kemudian. Tokoh Henley diganti oleh Lula (Lizzy Caplan), konon karena Isla Fisher nya sedang hamil. Tapi di film sendiri tidak dijelaskan alas an Henley keluar dari 4 Horsemen.

Four Horsemen bertugas untuk membajak acara peluncuran handphone terbaru yang dapat meretas data pribadi penggunanya, kurang lebih gitulah…hihi…Ada yang menyusup berganti-ganti pakaian mulai dari pelayan makanan, sampai security. Kayak terlalu ajaib sih, ngelebihin aksi Mission Impossible. Tapi bisa dijawab dengan gampang, ya namanya juga sulap. Si Lula sebagai koki yang rempong dan berbuat kekacauan dengan pura-pura memotong tangannya untuk membuat kegaduhan… Agak lebay sih, kepotong tangan dan bisa didiamkan security begitu aja saat melenggang keluar. Saat gaduh itulah si pemimpin perusahaan handphone itu (haissh lupa lah namanya) dihipnotis untuk mengikuti semua kata-kata yang diucapkan Merrit dan direkam di depan pengunjung. Kata-katanya berisi pengakuan soal pencurian data pelanggan dalam peluncuran HP nya itu.

Di tengah aksi pembajakan itu, datang FBI.Mereka semua segera lari ke cerobong asap yang sudah disiapkan yang seharusnya berujung ke truk yang akan membawa mereka kabur dari sana. Ternyata mereka jatuh di sebuah restoran China. Disana mereka bertemu dengan adik (atau kakak ya? atau kembaran? ah entahlah) dari Merrit yang diperankan orang yang sama, beda yang satu botak yang satu ada rambut kriwilnya aja. Yang sama-sama jago sulap dan hipnotis juga cuma dia di sisi melawan para Horsemen.

Keluar dari restoran China itu ternyata mereka sadar mereka berada di Macau. Mereka dibawa ke seorang boss ala-ala mafia bernama Walter Mabry (Daniel Radcliffe) si Harry Potter yang ternyata gedenya kecil dan gak ganteng ya…hihi…Mereka diminta mencuri chip yang akan dijual ke pasar gelap. Sebagai persiapan pencurian mereka ke salah satu toko yang menjual peralatan sulap. Pemiliknya ibu tua dan anak lelakinya.

Metode pencuriannnya adalah  menghipnotis salah satu buyer supaya tetap tinggal di mobil, dan menyuruh assisten-assistennya untuk masuk memeriksa chip tersebut. Assisten-assistennya sudah pasti digantikan oleh para Horsemen. Terlalu gampang yaa… Masuk ke ruangan yang ketat penjagaan karena barang logam tidak boleh masuk dan penjaga yang sangat banyak….anehnya saat Merrit pura-pura alergi dan bersin-bersin dengan hebohnya kok bisa penjaga yang banyak itu bubar grak dan focus ke Merrit semua. Sehingga si Atlas bisa masuk ke kolong server dan mengambil chipnya. Aneeeh bingits…lagian emang gak ada security yang mantau CCTV apa?

Sesudah bersinnya berhenti baru deh security curiga dan minta mereka semua digeledah. Adegan geledahnya panjang, lama dan berulang-ulang sampe bosen. chip bisa dioper-oper dengan leluasa karena mereka jago permainan kecepatan tangan, tapi tetap aneh sih, harusnya ketauan pas chip ada di belakang telapak tangan mereka.

Sesudah mereka boleh pulang masalahnya adalah meloloskan chip dari detector logam. Caranya juga agak lebay, karena salah satu horsemen pura-pura memukul gong besar selagi chip yang diletakkan diatas dompet dilempar keluar.

Atlas berencana menyerahkan chip itu ke The Eye, yang di awal mereka pikir adalah boss dari para Horsemen yang akan menolong mereka. Ternyata The Eye itu adalah si Walter Mabry juga…iiih…untunglah saat itu muncul Dylan si agen FBI yang kedoknya sudah terbongkar juga sehingga jadi buronan juga. Akhirnya Atlas diminta kabur dan Walter menghadapi para begundal sendirian dengan beberapa trik sulap juga (sebelumnya si walter mampir ke toko penjual bahan sulap yang sama juga sih). Adegan berantem 1 lawan banyaknya banyak gak masuk akal..tapi ya udah sih, namanya juga sulap…

Akhirnya Walter malah ditangkap, dan ditenggelamkan dengan kotak besi. Untungnya ada jam tangan peninggalan ayahnya, yang ada kawatnya, sehingga dia bisa meloloskan diri walaupun pingsan dan diselamatkan Atlas dari dasar laut.

Sesudah mereka berkumpul berlima..mereka merencanakan aksi pembalasan dan mengungkap rahasia Walter. Aksi ini diselenggarakan di London, dan disebarkan secara viral melalui internet, sehingga FBI pun datang kesana.

Berhasilkah mereka memperdaya Walter?

Tonton sendiri yaa…bukannya saya baik hati sehingga tidak menulis detail ending film yang jadi bagian paling serunya ini dan merusak imaginasi menonton anda…Tapi tangan saya pegel gilaaak….

Kalau nyari morale of the stories, ya gak ada lah emang pelajaran PMP.

Ya film seru-seruan aja buat nunggu buka puasa. Gak jelek, atraktif, menghibur, dengan catatan nafikan saja segala keajaiban di film ini, namanya juga sulap.

Happy watching!!

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s