Melenggang ke Lembang (2) :

Setelah sebelumnya makan siang di Dusun Bambu, kami lanjut ke Floating Market. Ini kunjungan saya yang kedua, hmmm alamat bakal makan lagi nih, padahal perut masih kenyang bingitz.

Sampe disana, bayar tiket masuk Rp 20,000/orang yang bisa ditukar dengan beberapa pilihan minuman. Saya ambil milo panas (karena yg dingin gak ada). Untuk makannya kita bisa beli koin yang sayangnya gak bisa ditukar kalau gak habis terpakai. Jadi saran saya mending beli secukupnya aja, kalau kurang, di tempat orang-orang berjualan itu juga banyak yang jual.

Dari gerbang depan, kami ambil jalur kiri memutari danaunya. Saran saya kalau baru pertama kali kesana, mending ambil jalur kanan, walau lebih jauh ke arah pasar apungnya tapi lebih banyak obyek untuk dilihat. Ada taman tempat anak-anak bisa kasih makan kelinci (gak tau kenapa di Lembang banyak banget obyek yang ber’kelinci’). Anak-anak bisa melukis di celengan atau kaus.

Kami lewat dari sisi kiri, nah kira-kira beginilah pemadangannya (walau ketutup kami yang narsis ini:). Yang kalau saya ajak si KK kemarin dia cuma memandang tanpa minat melihat pohon-pohonan begini 🙂 Tangan terpaksa megang gelas milo kemana-mana 🙂

floating market-1.jpg

Akhirnya tiba di pasar terapungnya. Penjual-penjualnya berjualan di sampan-sampan di tepi danau. Makanan yang dijual bermacam-macam, cuma kami masih kekenyangan dari Dusun Bambu, jadilah cuma beli cemilan pisang goreng yang ditaburi keju dan misis. Simple tapi enak banget, pisangnya pas dan digoreng hangat-hangat. Harganya Rp 20,000. Kemudian ada tahu gejrot Rp 10,000. Ada kentang goreng spiral Rp 15,000 klo gak salah. Ada rujak Rp 20,000…walau semua cemilan ujung-ujungnya kenyang juga.

floating market 2.jpg

Habis makan, sebetulnya bisa sih kita menyusuri danau sehingga tembus juga ke sisi kanan danau yang belum kita lewati. Tapi perut kenyang males banget kan jalan memutar yang jauh. Jadi kami pulang lewat jalur datang. Itu sebabnya untuk yang baru pertama kesini, lebih baik ambil jalur kanan, selesai makan bisa lewat jalur kiri yang lebih pendek.

Dari Floating Market kami menuju Tahu Susu Lembang sekaligus beli oleh-oleh. Oleh-olehnya macam-macam, karena terkenalnya tahu, tentu saja harus ada tahunya dan teman tahu a.k.a tempe. Juga ada sosis dan beragam kripik-kripikan.

Kalau mau bersantap disana ada semacam food court nya juga. Cuma kayaknya udah bener-bener kenyang deh (sambil tetep nyemil tahu goreng hangat dan batagor) haha…

Sudah bener-bener kekenyangan, kita lanjut ke bus menuju Jakarta. Yakin kenyang?? Ternyata bapak-bapak masih ngajak mampir di rest area KM97. Ada apakah disana?

Jadi ada warung yang jual aneka bubur all you can eat. Namanya Kedai Mandiri, jadi kita layanin sendiri. Kita bayar Rp 13,000 silakan ambil mangkok dan pilih buburnya. Untuk bubur nasi ada pilihan bubur ayam, bubur daging sapi dan bubur ikan. Topingnya bebas, ada cakwe, kacang kedelai, daun bawang, bawang goreng, kerupuk. Kalau mau pakai telur asin yang masir dan asinnya passs banget cukup tambah Rp 5,000.

Untuk bubur manis nya ada kacang hijau, ketan item, sumsum.

Selain itu ada roti bakar dan siomay yang endess juga. Untuk 1 mangkok bubur, 1 porsi siomay dan kopi cukup Rp 35,000

km berapa.jpg

Okeeeh…kalo sampe sini bilang gak kenyang juga, udah deh gak tau lagi….hihi…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s